PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Suasana Di Siang Hari Ini


__ADS_3

Siang hari dengan cuaca yang panas dan sangat menyengat. Pras baru kembali dari Mushola, hari minggu dan masih libur kerja.


Saat ini sang istri masih tampak tertidur pulas, memeluk Alishba. Sepanjang perlajanan dari Jerman, sang istri tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Pras menatap lekat wajah sang istri, dan perlahan tangannya menyentuh rambut Britney, yang sedikit menutupi wajah cantiknya itu.


"Sayang, bangun. Sholat dulu." Ucap Pras dengan suara pelan.


Britney merasakan sentuhan tangan suaminya. Britney perlahan bergerak dan terdengar lirih suaranya, Britney masih memejamkan matanya sangat erat.


Pras yang duduk di sisi tempat tidur akhirnya dia mendekat, membungkukkan badannya. Dalam tidur Britney merasakan ciuman hangat suaminya, yang tepat mengenai pelipis matanya.


Tangan Britney bergerak dan meraih tangan Pras. Perlahan membuka mata dengan sangat berat.


"Emmh. Mas, aku ngantuk." Ucapnya dengan manja dan meregangkan badannya yang terasa capek.


Pras yang masih duduk di dekatnya, mengusap lembut rambut istrinya dan berkata "Bangun dulu, sholat dzuhur, terus makan. Aku udah beliin nasi padang kesukaan kamu."


Britney tampak tersenyum manis dan meraih leher suaminya, lalu berkata "Mas, aku kangen banget sama kamu. Padahal cuma beberapa hari nggak ketemu, rasanya sudah seperti satu tahun."


Pras tersenyum dan berkata "Aku juga kangen banget sama kamu. Ayo bangun dulu, mumpung Alishba masih bobok."


Britney menoleh ke putri kecilnya, tidak sadar kalau tadi dirinya sudah memeluk sang putri kecil, yang menggemaskan itu.


"Alishba kamu bobok disini sayang." Ucap Britney yang sudah melepaskan suaminya, dan berganti mengusap lembut rambut Alishba.


"Tadi kamu tidur pulas, selesai mainan dia nyusul kesini. Sebelum aku ke mushola tadi, anak kita bobok, bahkan kamu memeluknya erat." Ucap Pras dengan tersenyum tengil.


Britney bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke keluar kamar. Pras melepas sarung dan peci, lalu mendekati Alishba.


"Sayang, kamu bobok. Papa mau mengurus Mama kamu dulu." Ucapnya dengan senang, mencium pipi Alishba yang begitu menggemaskan.


Pras bergegas menyiapkan makan untuk istrinya. Britney baru menunaikan kewajiban lima waktunya, di kamar lantai 2. Sebuah ruangan yang khusus untuk beribadah.


Papa muda yang tengil itu selalu memanjakan sang istri, baginya selain Bu'e, istri dan anaknya adalah perempuan-perempuan yang sangat berharga.


10 menit kemudian.


Britney yang memakai dress warna ungu muda, berjalan mendekati suaminya, memeluk Pras dari belakang.

__ADS_1


"Mas, aku kangen banget sama kamu." Ucapnya dan memeluk erat suami tampannya.


Pras tersenyum tengil dan menikmati pelukan sang istri, lalu berkata "Sayang, aku lebih kangen. Jangan tinggalin aku lagi."


Pras membalikan badannya dan saat ini Britney tersenyum dengan manis. Pras dengan tengil memainkan bibirnya, tangan kanannya merapikan rambut yang menutupi sebagian wajah cantik istrinya.


Senyuman Pras sangat menggoda, sang istri dengan cepat mencium bibir suaminya, yang dari tadi tampak menggiurkan. Bukan orangnya saja yang tengil, bibirpun selalu tengil maksimal.


"Mmmshh" Kedua bibir yang bersentuhan dengan manja. Tangan kanan Pras menarik pinggang sexy istrinya, agar mendekat dan tangan kiri perlahan menyentuh bagian kepala istrinya, mengusap rambut panjang itu dengan gemas dan sangat gemas. Kedua tangan Britney memeggang erat bahu suaminya yang menawan.


Sungguh suasana siang yang hareudang, untung saja sepi, dan anaknya masih tertidur pulas. Kalau tidak, sudah pasti tidak akan ada, yang namanya kiss kiss manja di siang bolong.


Perlahan rasa rindu itu terobati bagi Britney, tapi tidak bagi sosok tengil yang tampan maksimal itu. Mereka berdua ada di ruang tengah merayu dan menggoda dengan hasratnya. Pras tadi berdiri di samping meja ruang tengah, saat dirinya membalas chat dari Pandu. Tapi sang istri yang merindu manja itu, sudah tidak kuat menahan dirinya.


"Sayang, ayo kita makan." Ajak Pras.


"Mas, kita makan disini. Sambil nonton TV aja. Mas suapin aku." Pinta Britney dengan gemas.


Pras selalu menuruti saja permintaan istrinya, kecuali soal membeli barang yang tidak penting, hal itu masih saja diatur oleh suaminya. Tapi Britney tidak masalah, asalkan suaminya tetap memanjakan dirinya. Tas branded dan lainnya sudah tidak penting lagi bagi Britney, apalagi setelah tinggal di perumahan puri anggrek dan berkumpul dengan ibu-ibu rempong dengan segala keseruan dan keasyikannya. Britney tidak peduli lagi dengan kehidupan masa lajangnya, yang suka mengoleksi barang branded, dan shopping, bahkan liburan ke luar negeri.


"Mas, kemarin Ghea kesini?" Tanya Britney.


Britney duduk bersila diatas sofa, Pras dengan gemas menyuapi istrinya, tapi terus aja tidak henti menggoda sang istri.


"Sayang, besok pagi aku ada jadwal ketemuan sama klien. Kamu yang ngurus Alishba, besok sore aku nggak bisa jemput Alishba." Ucap Pras.


Pras masih di kantor RM cabang, dan semakin berkembang. Bahkan Rendy dan Pandu juga ada di kantor itu, tadi Pandu yang memberitahu Pras dan memintanya untuk bertemu klien. Pras juga masih sering ke RM pusat, karena yang sering stay di kantor adalah Pandu.


"Iya Mas, besok aku juga belum ke kantor. Besok aku saja yang mengantar dan menjemput Alishba Sekolah." Ucap Britney.


Britney masih menduduki kursi wakil direktur RM, bahkan Tania sekarang menjadi asisten pribadi Birtney yang mengurus segala pekerjaan, dan jadwal Britney.


Masih di ruang tengah dan sudah selesai makan siang. Britney memeluk bantal sofa, dan asyik menonton acara televisi.


Menonton acara talk show mengulas tentang Papa muda yang mengurus anaknya, dan tampak aktor tampan Rezky Aditya sebagai bintang tamu di acara siang itu.


"Sayang, makan buahnya." Ucap Pras yang dari tadi sudah menyiapkan melon dan pepaya.


"Emms, maunya disuapin." Rengek Britney dengan tersenyum manja.

__ADS_1


Pras dengan tengil berkata "Kamu seminggu nggak ketemu aku, jadi berubah manja begini."


"Emangnya salah, kalau aku manja sama suami aku?" Tanya Britney.


Pras kembali duduk di sofa, setelah tadi mencuci piring bekas makan siang.


"Bukannya salah, tapi aku merasa aneh. Apa jangan-jangan kamu ngidam?"


Pras dengan tengil dan akhirnya mengambil mangkok yang sudah berisi potongan buah melon juga pepaya, perlahan menyuapi istrinya yang berubah manja.


"Nggaklah, aku minggu lalu baru selesai haid. Mana mungkin aku ngidam." Ucap Britney dan Pras tersenyum.


Britney memengang lengan kiri suaminya. Papa muda itu mulai menyuapi istrinya.


"Mama. Mama." Teriak Alishba dengan suara nyaring, dan hampir menangis.


Britney beranjak dari sofa, dan langsung berlari ke kamarnya. Ternyata sang putri kecil sudah bangun dari tidur siangnya. Mata bulat itu tampak berair, bibirnya yang cemberut, dan masih memeluk guling dengan erat.


"Sayangnya Mama sudah bangun." Ujar Britney yang mendekap erat putri kecilnya.


Alishba sudah berpindah di atas pangkuan sang Mama. Kedua tangan yang kecil itu memeluk erat Mamanya, dan Britney menciumi ubun-ubun anaknya.


"Mama baru makan. Alishba mau makan? Mau minum susu?" Tanya Britney.


Alishba masih dengan raut wajah yang sendu, perlahan berkata "Alishba mau es krim."


"Es krim? Iya, ayo kita makan es krim. Papa sudah beli es krim coklat buat Alishba." Ucap Britney dan menggendong anaknya, mengajak ke ruang tengah.


Sang Papa masih duduk di sofa, dan tampak memegang ponselnya. Entah apa yang sedang dilakukan Papa muda itu, dan sepertinya sangat senang, bahkan senyuman tengilnya tersirat di wajah tampannya.



Hallo para pembaca hebat 🤗😗


Ini ada sedikit kalanjutan bab kemarin 🤭


Maaf othor belum bisa nulis panjang kali lebar.


Semoga ini mengobati rindu kalian kepada Mas Pras. Papa muda yang satu ini ternyata masih tengil saja. Tapi perhatiannya itu, tidak pernah luntur termakan usia. Padahal sudah 6 tahun membina rumah tangga, ternyata semakin hari semakin baper, bahkan lebih dan lebih lagi, rasa cinta untuk istrinya tercinta. 😍😘

__ADS_1


__ADS_2