PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Special Ke -90 ( Q And A )


__ADS_3

Hallo semuanya para pembaca hebat. Hari ini author mau mengobrol dengan para tokoh yang ada di cerita "PANGGIL AKU MAS!"


Di bab ke - 90 merupakan bab yang sangat special buat othor, soalnya novel othor tidak ada yang mencapai bab ini kecuali "PANGGIL AKU MAS!"


90 juga sangat special buat othor, karena othor kelahiran tahun _'90. Jadi sudah tertebak bukan kalau othornya sudah tuir, hehehe.


Sudah emak-emak, tapi gabut. Hobby berkhayal, itulah othor Vie.


Questions and answers (Q and A)


Pertanyaan dan jawaban.


"Hallo semuanya, gimana kabarnya??" Sapa Othor.


"Baik thor." ~ semua kompak, kecuali Pakde Woko.


"Aku apik thor."


"Othor mulai dari sang tokoh utama." Othor sok ngartis.


"Aku??" Tanya Pras.


"Nggeh, Mas Pras." Jawab Othor


(Iya, Mas Pras)


"Aku lakonne. Aku keri dewe wae thor." Ucap Pras dengan tengil.


(Aku tokoh utama. Aku terakhir sendiri saja thor.)


pengen jitak Mas Pras, batin Othor.


"Ya, sudah. Kalau begitu Britney dulu." Ucap Othor.


"Ya, Mba Vie. Apa kabar Mba?" Tanya Britney.


"Harusnya Othor dulu yang tanya kamu Britney. Ya sudah kalau gitu, kabar Othor manis manja." Jawab Othor.


"Kok manis manja, Mba Vie?" Tanya Britney bingung.


"Soalnya setiap hari Othor dapat surat cinta, dari penggemar kalian berdua." Ucap Othor.


"Wah, kita punya penggemar Mas." Ucap Britney dan menoleh ke arah Pras.


Pras tersenyum dan tangannya memegang istrinya. Lalu berbisik "Sayang, othor kita itu gesrek. Kalau kita tinggalin dia aja gimana?"


Wis angel.. Angel.. Tak Slentik kupingmu Pras. batin othor yang gemes bingit.


"Britney kamu bahagia sama Mas Pras?" Tanya Othor.


"Bahagia? Bahagia, nggak ya Mas. Aku harus jawab apa?" Britney malah menoleh ke wajah suaminya.


Pras menggeleng megeratkan giginya, dengan gemas mencubit pipi istrinya.


"Sayang, kalau kamu nggak bahagia, mana mungkin kita sekarang ada disini." Jawab Pras, sembari tangannya dengan lembut menyelipkan rambut Britney ke belakang telinga, dari tadi baru dua helai. Padahal sebelah kanan rambut itu menutupi sebagian wajah cantik istrinya.


Mereka berdua uwu othornya minum es teh dulu.


"Mas Pras, itu langsung aja semua, kenapa harus perhelai. Ini durasi Mas Pras. Durasi.. Nanti keburu *Arjuna Mencari Cinta* update." Ucap Othor yang melihat Pras mengatur rambut istrinya perdua helai.


Nunggu 1 jam sampai habis dua gelas es teh.


"Sudah Mba Vie. Terus mau tanya apa lagi sama kita berdua?" Tanya Britney yang melihat othornya manyun.


"Britney apa kamu masih cemburuan?" Tanya Othor.


"Jelas thor. Sudah pasti, istri aku itu cemburuan. Pake banget malahan." Jawab Pras.


"Mas Pras, Othor tanya ke Britney. Bukan ke Mas Pras. Mas Pras pertanyaannya beda, nanti itu akhir saja, setelah semuanya kebagian." Ucap Othor.


"Kebagian apa thor?" Tanya Rendy


"Kebagian pertanyaan Mas Rendy, masak iya kebagian duit. Hemms." Jawab Othor ditambah batin yang bergejolak.


"Britney dijawab dulu yang tadi. Soal cemburuan." Ujar Othor udah mulai bosan.


"Emms. Cemburu sangat, apalagi beberapa gadis selalu bilang jadikan aku istri keduamu Mas Pras. Hatiku langsung lepas landas Mba Vie." Jawab Britney dan Pras mulai lagi mengelus pipi istrinya.


"Aku pikir bakal anjlok, ternyata lepas landas. Baguslah kalau begitu. Kalian harus rukun, tapi jangan menyiksa batin yang lainnya. Mas Pras lama-lama ngeselin ya, nggak kenal tempat umum. Apalagi ada Vava, Pandu, Pamela dan pembaca semuanya, mereka tersiksa sama ke uwuuan kalian. Mas Pras jaga sikap kamu, kalau tidak, sandalku nangkring di rumahmu." Ucap Othor berdiri dan meninggalkan ruangan itu.


Kita lagi ada di rumah Kakek Restu Mahendra.


"Othor lanjut!! Othor...Oe Lanjut!!!" Teriak Pandu.


"Othor... Othor... Next thor, katanya durasi." Mas Pras.


Othor rasanya mau kabuurrr!!


20 menit kemudian. Kembali ke "PANGGIL AKU MAS!"


"Pandu, kamu kesal tidak sama Mas kamu itu?" Tanya Othor.


"Sangat, sangat kesal. Othor aja kesal, apalagi aku. Tapi aku sayang sama Mas Pras, kadang yang bikin jengkel itu malah yang ngangenin." Jawab Pandu.


"Othor cukup terharu, memang yang nyebelin biasanya malah bikin kangen." Ucap Othor.

__ADS_1


"Mas Rendy, gimana rasanya punya sahabat rasa ambyar seperti Pras?" Tanya Othor.


"Yang jelas Rasanya itu seperti makan odading Mang Oleh. Ehmm... Sorry Pras, aku sepertinya harus membuka kebobrokanmu." Ucap Rendy.


"Rendy, ojo mbok buka aibku. Awas sesok kowe rabi, aku ora arep teko." Sahut Pras dengan mimik wajah kesal.


(Rendy, jangan kamu buka aibku. Awas besok kamu nikah, aku tidak mau datang.)


"Kowe ora teko, sing penting amplopmu teko. Iyo ora thor. Othor mesti yo gelem nek diwenehi amplop. HaHaHa"


(Kamu tidak datang, yang penting amplopmu datang. Iya tidak thor. Othor pasti juga mau kalau di kasih amplop. HaHaHa)


Lanjut Rendy


"Begini thor, aku itu sayang sama Pras dan suka duka persahabatan kita itu ada. Walaupun kita saling meledek dan membuat sakit hati juga, tapi aku tetep konco mesra, rasane ambyar tenan." Ucap Rendy.


Siipp!!


"Pak Miko, setiap Pras di kantor apa yang membuat Pras bisa betah dan rajin ke kantor?? Yang dulu sebelum menikah!! Kalau sudah menikah jangan ditanya lagi kita semua juga tahu."


"Dulu yang buat Pras rajin ke kantor itu, satu kopi pantry, dua suka nilai kehadiran itu ada duitnya, jadi ya duit tujuannya, tiga rajin lembur ya duit lagi. Intinya Pras itu kerja keras dan ingin menabung. Biar bisa kelihatan hasil kerjanya, dan tabungan Pras itu banyak."


Pras tertawa dan Rendy langsung menodong Pras.


"Pak, lancar sekali dikau membuka simpananku." Ujar Pras yang mendekat.


"Simpanan duit akeh ora opo-opo, sing penting ojo simpenan wong wedok yo Pras. Aku wae iri karo kowe, tambah ganteng mergo perawatan. Skincare barang, aku ora iso ngono kui." Ujar Pak Miko tertawa jahil.


(Simpanan uang banyak tidak apa-apa, yang penting jangan simpanan perempuan ya Pras. Aku saja iri sama kamu, makin tampan karena perawatan.)


Britney mendekat dan berkata "Iya, bener Pak Miko, Mas Pras emang pakai skincare. Aku aja kaget, untung aja di dokter ini, Pak Miko. Bukan yang cewek-cewek gitu. Tapi aku suka bojoku semakin tampan."


"Aseem. Rendy ora ngomong, malah Pak Miko ember."


"Bukan thor, itu bukan begitu ceritanya." Ucap Pras membela diri.


"Santuy.... Ini lanjut lagi." Ucap Othor.


"Harus ada klarifikasi dulu thor, jangan di cut." Sahut Pras mendekati Othor.


"Mas, udah nggak apa-apa. Iya, thor itu dulu thor. Sekarang nggak lagi, duitnya ditabung buat anak." Ucap Britney yang membela suaminya.


"Oke, lanjut ke Vava. Vallezia Varrez, kenapa kamu dulu bisa suka sama Pras. Apa yang bikin kamu bisa cinta sama Pras?" Tanya Othor.


"Emms... Itu, udah lama ya thor. Vava juga bingung. Intinya pertama ketemu di Kafe Senja Bang Pras tebar pesona. Terus senyumannya itu yang bikin klepek-klepek." Jawab Vava.


"Nah, bener aku bilang begitu thor. Eh, Mas Pras bilangnya sumeh." Sahut Britney.


"Emang aku sumeh sayang. Ya udah aku mingkem aja deh, udah ga senyum-senyum lagi." Ujar Pras dan pergi dari ruangan itu.


"Udah thor, biarkan saja. Ayo thor lanjut lagi." Ucap Pak Heru.


"Pak Heru apakah bangga, punya anak seperti Pras?" Tanya Othor


"Saya sebagai bapaknya sangat bangga thor. Tapi ya begitu tadi sifatnya Pras, kadang bisa jadi dewasa, kadang mutung kaya anak-anak, mutung itu ngambekan, tapi ya tertentu. Sama istrinya kadang juga begitu, cuma Othor belain Pras to." Jawab Pak Heru.


"Iya Pak Heru, tahu saja." Balas Othor gemes.


"Bu'e, apa Pras pernah ngambek sama Bu'e. Soalnya yang Othor tahu, Pras cukup menurut sama Bu'e?" Tanya Othor.


"Kalau soal ngambek sama saya tidak. Tapi pernah dulu waktu kuliah, berani membantah nasehat Bu'e. Tapi Pras yang menangis, padahal Bu'e sudah lupa. Pikir Bu'e anak muda tidak usah di kekang, eh besoknya langsung nangis-nangis minta maaf sama Bu'e. Saya sayang sama semua anak-anak saya. Tapi memang Pras itu seperti satu hati sama saya, saya sakit Pras merasakan. Pras sakit saya juga merasakan." Jawab Bu'e dan jadi terharu.


Skip!!


"Nah, kalau Mba Putri punya adik seperti Pras itu gimana?" Tanya Othor.


"Bangga thor. Dari kecil Pras memang disiplin dan rajin. Kalau soal bergaul memang tidak pilih-pilih. Tapi Pras tetap bisa menjaga dirinya. Ini saksinya suami saya Mas Candra, dulu Pras juga ikut di tempat nongkrong yang suka minum-minum, tapi Pras sama sekali tidak menyentuh itu. Mas Candra juga cerita begitu." Jawab Mba Putri.


"Kalau kamu Pamela, apa yang di suka dari Mas mu itu? Mas Pras bukan Mas Pandu." Tanya Othor.


"Mas Pras gemati, sayang sama aku. Setiap aku minta apa langsung dibeliin. Waktu Mas Pras dapat gaji pertama, aku langsung dipaketin tas buat sekolah." Jawab Pamela yang apa adanya.


Lanjut ke keluarga Abah Ferdi.


"Abah Ferdi, apa yang membuat anda begitu sayang dengan Pras?" Tanya Othor.


"Sayang, kalau dibilang sayang ke semua anak- anak, saya menyayangi mereka semua. Tapi kalau untuk rasa kekaguman, saya kagum sama Pras dari waktu di kantor, pernah kita sholat jama'ah malah Pras yang jadi imam, saya suka dan sangat tentram. Bahkan tadinya mau saya kenalin sama Maeva, tapi jodohnya anak saya juga ternyata." Jawab Abah Ferdi yang kagum.


"Kalau Mamah Sarah sendiri bagaimana? Melihat sosok Pras yang rajin ibadah bahkan dikenal sebagai suami idaman. Apalagi, Mamah Sarah berperan penting saat menjodohkan Pras dan Britney?" Tanya Othor


"Kalau itu, sebenarnya bukan saya yang menjodohkan. Bukannya Othor yang menulis ceritanya. Jadi begini thor, saya sudah merasakan kalau Britney itu suka sama Pras, awalnya mereka hanya bersandiwara di depan Bram. Tapi filing saya sangat kuat, kalau Britney itu cinta sama sosok Pras ini. Dan setelah bertemu Pras, saya semakin yakin, kalau Pras memang cocok untuk untuk Britney. Setelah beberapa obrolan Pras dengan saya, akhirnya Pras siap secara lahir dan batin kalau dia mau menikahi putri saya Britney."


Jawab Mamah Sarah yang cukup curcol.


"Kalau Bang Evan gimana?" Tanya Othor.


"Pras memang suami yang baik, yang penting adik saya bahagia. Saya juga bisa melihat Pras yang mencintai adik saya." Jawab Bang Evan.


"Pendapat Maeva soal Pras dan Britney gimana?" Tanya Othor.


"Maeva bahagia melihat Britney yang bahagia. Kalau soal Pras, dia suami yang baik dan sayang sama istrinya. Tapi kalau selebihnya, Maeva nggak tahu, soalnya Pras bukan suami Maeva." Jawab Maeva yang cukup bijak.


"Ghea sendiri gimana, soal Pras dan Britney?." Tanya Othor.


"Pras suami yang baik. Sahabat Ghea kalau curhat itu so sweet, berarti suaminya memang perhatian." Jawab Ghea.

__ADS_1


"Tante Venesa. Pendapatnya tante soal Pras itu seperti apa?" Tanya Othor


"Emmm. Pras itu lucu, kadang tengil juga, apa adanya, dari kenal pertama di rumah ini waktu malam itu, sopan, dan cepat akrab. Awalnya saya kira Pras itu lugu ya, pemuda perantauan. Ternyata asyik orangnya, cepat membaur di lingkungan barunya. Bahkan saat pertemuan dengan para saudara juga cepat menyesuaikan dirinya. Terus, keluarga dari Jawa juga sangat akrab. Itu yang saya suka thor." Jawab Tante Vanesa.


"Kakek Restu apa kabar?" Tanya Othor.


"Kabar saya baik dan sehat." Jawab Kakek Restu.


"Apa yang Kakek Restu nilai dari sosok Pras ini?" Tanya Othor.


"Saya suka tanggung jawabnya dan Pras itu rajin sekali. Dia punya kemampuan, mengingatkan saya dulu. Saya awal merantau juga bekerja keras dan jadinya seperti ini Mba Vie. Semua proses yang saya lalu itu panjang sekali, naik turun dunia usaha itu pasti. Tapi kita percaya, kalau kita bisa, pasti hasilnya akan bagus. Seperti Pras asalkan yakin, semua jalan perlahan akan terbuka, dan harus bekerja keras." Jawab Kakek Restu yang cukup memberikan pengalamannya.


"Paksde Woko ini sepertinya betah tinggal di Jakarta?" Tanya Othor.


"Betah, betah bianget. Pras yo ngejak dolan-dolan. Pras isih eling Pakde Budhe kui wis gawe atiku seneng." Jawab Pakde Woko


(Betah, betah sekali. Pras ya ngajak jalan-jalan. Pras masih ingat Pakde Budhe itu sudah bikin hatiku senang.)


Budhe Woko hanya diam dan cukup terharu.


Beberapa dari yang lainnya juga sangat senang mengenal Pras dan Pras itu punya daya tarik tersendiri.


Tarik Mas Pras,,


"Mas Pras isih mutung thor." Ucap Pandu.


(Mas Pras masih ngambek thor)


"Thor wis di lanjut dewe wae, Pras ora ono, tapi Rendy ono neng kene. Rendy wae sing dadi lakonne thor." Ucap Rendy dengan gayanya yang kece badai.


(Thor sudah di lanjut sendiri saja, Pras tidak ada, tapi Rendy ada disini. Rendy saja yang jadi tokoh utama thor.)


"Hemmm. Wis minggir, liyane wis bubar, isih neng kene wae, genti aku. Sorry thor mau kebelet." Ucap Pras dan mulai duduk di tengah antara Rendy dan Pandu.


(Hemmm. Sudah minggir, yang lain sudah bubar, masih disini saja, gantian aku. Maaf thor tadi kebelet.)


Kebelet?? πŸ™„πŸ™„ kalau kebelet di wc paling 15 menit, laaa ini sampe 2 jam πŸ€”πŸ€”


"Wis rasah traveling thor, ndang meh takon opo karo aku?" Tanya Pras.


(Sudah jangan traveling thor, silahkan mau tanya apa sama aku?)


"Mas Pras, Othor sudah tidak ada pertanyaan." Jawab Othor.


"Thor, aku tokoh utama. Masak nggak ditanya satu pun."


Sak sakku meh tak tulis piye Pras, jian nganyelke tenan.


(Terserah mau aku tulis gimana Pras, ternyata ngeselin beneran)


"Pras kamu itu memang tebar pesona, atau gimana ya, saya bingung." Ujar Othor.


"Iya, kalau tebar pesona nggak juga thor, tapi kalau ramah iya, memang saya murah senyum. Mau gimana lagi, dari bayi brojol, suka senyum. Hehehe."


"Mas Pras ini memang ngeselin ya, bikin orang kadang jengkel juga." Ujar Othor.


"Kalau enggak ngeselin jangan "PANGGIL AKU MAS!" memang aku itu bikin orang kesel. Itu barusan di kamar, Britney udah aku bikin kesel banget. Ya itu, hanya kesenangan sendiri buat aku."


Kesel? Nesu? opo Kesel Capek? πŸ™„πŸ˜ bilangnya di kamar.


"Mas Pras, Othor tahu lah, lagian semua yang nulis othor. Tapi Othor bosan lihat ketengilan wajahmu yang mesam mesem, bikin diabetes."


"Thor, nggak usah lihatin kalau nggak mau. Othor, aku memang begini adanya. Kalau gitu, jangan lagi "PANGGIL AKU MAS!" gitu aja thor"


"Durasi sudah habis Mas Pras. Semoga Mas Pras dan Britney langgeng, bahagia dan anaknya lahir selamat dan sehat. Semoga tambah lagi nanti kalau bisa bikin grup kesebelasan. Saya dukung."


"Wah thor, kalau itu aku nggak sanggup thor."


"Kenapa nggak sanggup?"


"Aku cuma bisa di "PANGGIL AKU MAS!", jadi nggak bisa sampai "Panggil Aku Kakek." Hahaha"


πŸ™„πŸ˜΅πŸ˜–πŸ˜Œ


"Ya sudah, selesai sampai disini Mas Pras. Kapan-kapan othor datang lagi, mungkin nanti kalau ada pembaca yang ingin bertanya-tanya sama kalian semua. Terima kasih."


"Siap thor. Buat penggemar aku khususnya "Lopp you pull." matur nuwun. Jangan lupa ya selalu "PANGGIL AKU MAS!" ✌😎, okey, bye bye."


"Panggil Aku Rendy,πŸ˜™πŸ˜˜"


"Panggil Aku saja, Pandu ganteng πŸ€—πŸ˜šπŸ˜š"


Karena disini riuh, kita pamit dulu. Bye bye semuanya. Terima kasih. Sampai jumpa besok di kelanjutan cerita "PANGGIL AKU MAS!"



love love pembaca πŸ€—πŸ€—πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


🌼🌼🌼🌼🌼


Ini ada novel baru karya sahabat author, ceritanya dijamin bikin ngakak, ada keluarga gesrek juga πŸ˜‚


Yuk, langsung kepoin ke novelnya πŸ€—πŸ€©πŸ‘‡


__ADS_1


__ADS_2