
Masih suasana di hari senin yang libur, sore hari setelah tadi menggoda sang istri dan sang suami bermanja-manja dalam belaian istrinya. Pras pergi ke tempat cucian mobil.
Duduk dan menatap ponselnya.
"Pras." Sapa Bagas yang mendekati Pras.
"Eeh, Mas Bagas. Kita malah ketemu disini." Balas Pras, dan menatap Bagas yang baru menyapanya itu.
"Kamu sudah lama?" Tanya Bagas.
"Iya, lumayan Mas. Tadi juga antri dulu, itu baru masuk." Jawab Pras.
Pras duduk di kursi tunggu. Mobil putih Britney baru di cuci dan Pras mulai bermain game. Tadi istrinya tidur dan belum bangun, padahal sudah jam 3 sore. Pras bingung mau ngapain, akhirnya malah ke tempat cucian mobil.
Bagas juga segera menyusul Pras membuka ponselnya. Mereka, hanya berbincang masalah game online saja.
Disaat sedang bermain, istri tercinta mengirim chat di whatsapp.
[Mas dimana? π£]
Pras masih belum bisa membalas pesan singkat sang istri.
[Mas di luarπ€? Kalau gitu, beliin aku semangka. π₯°]
Pras hanya sekilas melihat pesan yang lewat itu.
Britney terbangun dari tidurnya, dan menelfon seseorang. Tampak senyuman manis Britney, entah apa yang dia bicarakan. Yang jelas, saat ditelfon, Britney sepertinya sangat bahagia.
[Sayang, aku di car wash. Iya, aku beliin semangka. Mau yang kuning apa merah? π]
Tidak lama Britney menjawab pesan itu.
[Yang kuning aja mas. ππ€.]
[Oke sayang.π]
Tidak lama, Pras lebih dulu meninggalkan tempat cucian mobil itu, dan Bagas masih menunggu mobilnya yang baru di cuci.
Di toko buah.
Suasana hati Pras sedang bahagia, karena sang istri yang sudah memanjakannya. Britney juga moodnya baru manis, jadi dengan senang hati memanjakan suaminya di kala panasnya siang.
"Ehh... Maaf!" Ucap gadis.
Secara bersamaan tangan mereka menyentuh buah semangka, yang berukuran besar dan Pras menoleh ke arah gadis itu.
"Iya" Balas Pras dan langsung menjauhkan tangan kirinya.
"Mas mau beli semangka ini? Ya udah saya yang ini saja." Ucap gadis itu, dan memegang buah semangka yang lain.
"Tidak apa-apa, saya bisa pilih yang lain." Ucap Pras, yang sudah mengangkat semangka lain yang ada dihadapannya.
Pras langsung bertanya kepada penjual buah, apakah yang dipegangnya non biji atau tidak. Karena di situ hanya ada tulisan semangka kuning, dan tulisan harga perkilonya.
"Mas, saya mau yang ini." Ucap gadis itu kepada penjual.
Pras menoleh ke gadis itu. Sepertinya pernah melihat, tapi Pras juga tidak berfikir lagi.
"Mas Pras, suka buah semangka?" Tanya gadis itu, dan Pras bingung bagaimana dia tahu namanya.
"Kamu kenal aku?" Tanya Pras berbalik dan masih belum kenal, kok bisa tahu nama dirinya. Pras tidak menjawab pertanyaan gadis itu.
"Owh, iya maaf Mas Pras. Aku adiknya Mas Bagas. Tadi pagi aku yang di tukang sayur." Ucap gadis itu.
Pras mulai mengingat, pantas saja rasanya seperti pernah bertemu gadis itu.
"Jadi kamu Bella. Adiknya Mas Bagas yang kuliah di Bogor." Ucap Pras, dan masih menunggu buah semangkanya di timbang.
"Iya benar. Mas Pras, ternyata sudah tahu saya." Balas Bella, dengan senyuman merekah di bibir mungilnya.
"Tahu dari Mas Bagas, sebelum ke puncak dia bilang, mau mampir ke kost adiknya yang kuliah di Bogor." Ucap Pras.
Bella hanya tersenyum dan merasa senang, ternyata kakaknya sumber informasi juga.
"Aku duluan." Ucap Pras, setelah selesai menerima buah semangka yang sudah dibelinya itu.
"Iya, Mas Pras." Balas Bella.
Pras masuk ke dalam mobil, dan Bella masih menatapnya. Toko buah yang tidak jauh dari perumahan puri anggrek, dan Bella juga sudah selesai, langsung kembali dengan motor matic kakaknya.
__ADS_1
Pras masih mampir ke tempat yang lain, dan Bella tampak menyalip dan mengklakson Pras, yang baru keluar dari mobil.
"Seumuran Pandu, tapi terlihat dewasa." Gumam Pras, dan merasa senang bertemu Bella yang cukup ramah.
Pras itu sumeh, bukan tebar pesona. Selalu begitu, tapi Pras tidak menaruh rasa apapun terhadap lawan jenisnya.
Contohnya dulu sama Fika, Pras niat banget bantuin Fika, yang bukan siapa-siapanya. Waktu itu Pras berpacaran dengan Citra, dan Pras juga menceritakan kepada Citra.
Tapi sungguh polos, hal seperti itu diceritakan kepada kekasihnya, Citra juga bingung dan akhirnya Citra ngambek. Satu minggu Pras kelabakan, disaat Citra tidak mau menerima telfonnya.
Tapi perjuangan LDR satu tahun itu, kandas di masa keseriusannya, tapi karena hal lain.
Ternyata jodoh Pras bukan Citra, Pras sudah berusaha, tapi takdir yang membawa Pras bertemu Britney.
"Assalamu'alaikum. Sayangku." Sapa Pras, yang datang dan Britney baru selesai mandi.
"Wa'alaikumsalam Mas." Balas Britney.
"Sayang, kamu habis dari luar? Pintu pagar kenapa terbuka?" Tanya Pras.
"Owh, itu tadi adiknya Mas Bagas kesini. Bella kasih oleh-oleh dari puncak. Tadi kesini, cuma kita pergi jadinya baru sekarang ketemu." Jawab Britney.
"Bella? Tadi aku juga ketemu di toko buah." Ucap Pras.
"Emms. Mas udah ketemu." Balas Britney.
"Tadi pagi juga di tukang sayur. Tapi aku enggak tahu kalau dia adiknya Mas Bagas." Ucap Pras, dan langsung ke dapur meletakan belanjaannya.
Britney sangat tidak sabar, Pras juga mulai memotong semangka itu.
"Buat istriku dan dedek utun." Ucap Pras, yang sudah memotong semangka, menjadi kotak-kotak dan menaruhnya dalam sebuah piring putih.
"Papanya dedek utun, memang TOP!!" Ucap Britney dan mengacungkan jempolnya.
Pras mulai menyuapi Britney dengan rasa sayang. Britney tersenyun dan mengelus perutnya.
Pras bahagia, saat ini bisa memanjakan istri dan juga anaknya. Walaupun masih di dalam perut sang Mama, tapi Pras merasakan, ternyata jadi Papa itu sangat menyenangkan.
"Mas, minggu depan jadwal periksa lagi." Ucap Britney.
"Iya sayang, nanti atur waktunya. Mulai besok kerjaan aku menumpuk." Ucap Pras.
"Aku tahu Mas, aku bos kamu." Balas Britney dengan tersenyum.
Malam
Sudah jam 10 malam, tadi Pras ada undangan acara tasyakuran di tetangga. Dari selepas sholat isya' dan sekarang baru kembali. Tadi jam 9 lebih, acara sudah selesai. Tapi, karena diajak ngobrol dulu oleh beberapa tetangga, jadinya Pras baru bisa pulang.
"Sayang, kamu sudah bobok." Gumam Pras, dan mengangkat istrinya ke tempat tidur.
Tadi Britney menunggu di sofa, sambil menonton acara televisi. Tapi dia ketiduran, dan Pras yang baru pulang itu, melihat sang istri yang bobok cantik di sofa.
"Mmsh. Maaf tadi aku diajak ngobrol dulu, kamu lama nungguin aku." Ucap Pras, dengan suara pelan dan menciumi wajah istrinya.
Britney merasakan kalau wajahnya diciumi sang suami, lalu berkata dengan lirih mengantuk "Mas, kamu sudah pulang. Aku ngantuk Mas."
"Ya, udah kamu bobo ya. Aku juga capek. Aku mau ganti baju dulu." Balas Pras, dan bergegas ke kamar belakang untuk berganti baju.
Pras meletakan besek di kulkas, dan melihat satu plastik putih ukuran besar di dalam kulkas.
"Sayang, apa yang kamu beli?" Tanya Pras dalam hati, tapi tidak membuka kantong itu. Dan segera menutup lagi kulkasnya.
Pras hanya mengambil air mineral dan membawa botol minuman itu ke dalam kamar. Duduk diatas tempat tidur, dan mulai minum. Pras menoleh ke wajah istrinya yang tidur menyamping.
"Sayang, pipi kamu semakin cubby. Aku makin gemas sama kamu." Ucap Pras, dengan gemas dan mulai berbaring menghadap sang istri.
Mengelus rambut sang istri dan mencium kening sang istri, selalu dilakukan oleh Pras sebelum tidur.
"Aku sayang kamu. Istriku, bobo ya. Besok kita kerja. Mmuuaacch!" Ucap Pras dengan gemas.
Britney sangat pulas, tapi perasaan Britney sangat tenang ketika tidur. Seorang istri sangat tahu akan ketulusan hati seorang suami.
Itulah yang dirasakan Britney, dalam tidurnya dia terjaga akan kasih sayang dari suami tercinta.
Jam tengah malam.
"Selamat ulang tahun, Mas Pras." Ucap Britney dan mencium kening suaminya.
Britney tidak henti sampai disitu saja, untuk membuat suaminya terbangun dari tidurnya. Tangan halusnya memegang telinga suaminya, dan bibir manisnya merajai wajah tampan, yang terlihat polos ketika tidur.
__ADS_1
"Mmm. Aku ngantuk sayang." Lirih Pras, dan menyampingkan badannya.
Britney semakin senang dan gemas melihat sang suami yang brondong manis itu. Mendekatkan bibirnya ke telinga kiri suami dan menggigit kecil daun telinga itu, Pras merasakan kenakalan sang istri dan membalikan lagi badannya menghadap sang istri.
"Sayang, aku mengantuk." Lirih Pras, dengan rasa kantuk. Perlahan membuka matanya dan masih sangat berat.
"Mas, selamat ulang tahun." Ucap Britney, dan mengelus rambut suaminya.
Britney mengecup kening Pras lagi dan Pras baru sadar, mulai tersenyum kecil. Perlahan menarik sang istri dan memeluknya erat.
"Mmmhh. Kamu ingat hari ulang tahunku." Lirih Pras dan matanya terpejam lagi. Tapi Britney senang ternyata suaminya mendengar apa yang dia ucapkan.
"Aku ingat Mas. Aku bahkan sudah tidak sabar. Ayo bangun dan tiup lilinnya." Ucap Britney.
Pras melepaskan istrinya dan pergi untuk mencuci muka. Britney mengambil cake yang sudah dibeli dari aplikasi saat Pras tadi pergi.
"Selamat ulang tahun suamiku. Semoga apa yang kamu panjatkan di malam ini, terkabulkan." Ucap Britney setelah Pras selesai berdo'a, dan meniup lilin-lilin kecil dengan api yang menyala.
"Aamiin, terima kasih istriku sayang." Ucap Pras dan mengecup bibir manis sang istri.
Britney mulai berkaca-kaca, dalam hatinya memanjatkan do'a untuk suaminya tercinta.
"Emm. Mas, aku cinta sama kamu." Ucap Britney dengan segala haru biru dalam perasaannya.
"Aku tahu sayang. Aku senang, aku bahagia bersamamu. Aku juga sangat mencintaimu." Balas Pras.
Keduanya merasakan hati yang bahagia, rasa yang timbul dan akan menuai apa yang mereka tanamkan. Pras memandangi wajah istrinya, air mata bahagia menetes, dan kedua orang itu larut dalam cinta yang sesungguhnya.
Romansa suami istri yang tidak pernah terbayangkan dari keduanya.
"Mas, aku akan berusaha jadi istri yang baik untuk kamu. Aku juga akan berusaha jadi Mama yang baik untuk anak kita." Lirih Britney, yang terdengar serak karena rasa yang tertahan dalam dadanya.
"Aku tahu sayang, aku juga masih banyak kekurangan dalam diriku. Aku bersyukur kamu sudah menerima aku apa adanya. Istriku, aku sangat menyayangimu. Aku akan menjaga kamu dan juga anak kita. Aku akan berusaha menjadi imam yang baik untuk keluarga kecil kita. Tolong nasehati aku bila aku lalai, tolong cintai dengan segenap perasaanmu. Aku mencintaimu." Ucap Pras dan memeluk istrinya.
Tengah malam yang syahdu dengan rasa cinta yang ada. Mereka sangat bahagia, apalagi akan segera hadir buah cinta mereka.
Sebuah kado yang sangat istimewa untuk Pras ditahun ini, bukan hanya mendapatkan seorang istri, tapi juga akan segera menjadi Papa.
"Mas, ini buat kamu." Ucap Britney, setelah suaminya memotong cake dan memberikan suapan untuk sang istri.
"Apa ini?" Tanya Pras dengan penasaran.
"Kamu buka saja Mas. Aku sudah lama siapin itu. Aku umpetin di bawah antara bed cover." Jawab Britney dengan gemas.
"Pantas saja, aku seperti melihat hal aneh di lemari atas. Tapi aku tidak penasaran, tadi di kulkas aku juga melihat kantong putih, aku pikir kamu beli puding." Ucap Pras, dan membuka kotak besar berpita biru.
Pras tersenyum saat melihat isi kotak itu, ada tiga hadiah. Pras langsung mencoba sepatu sporty warna putih, lalu mengenakan jam tangan merek ternama dengan warna hitam.
Yang satunya cukup membuat Pras terkesan.
"Kenapa? Apa aku salah? Aku bingung Mas, jadinya ya itu. Aku ingat sama cerita Mbak Putri soal kamu yang pengen itu." Ucap Britney.
"Iya, dulu pengen sayang. Aku jadi gemas sama kamu." Ucap Pras.
"Gimana suka enggak?" Tanya Britney.
"Iya, aku suka sayang. Aku malah sama sekali enggak nyangka. Aku udah lupa sayang. Tapi sekarang aku jadi ingat lagi." Ucap Pras.
Pras mengajak istrinya sholat malam, dan mereka tidak henti memanjatkan rasa syukur. Pras sangat senang dan perasaannya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
"Sayang, terima kasih." Ucap Pras, mengecup kening istrinya setelah Britney tadi mencium tangan suaminya.
"Sama-sama Mas, aku juga sangat bersyukur memiliki kamu dalam hidupku. Aku bahagia Mas, aku sayang kamu Mas." Ucap Britney, dan Pras memeluk istrinya yang masih memakai mukena.
Perjalanan masih panjang, ada kalanya kita akan mengalami duka. Ada saatnya kita bisa bahagia. Ini baru awal dari sebuah kehidupan rumah tangga.
Do'a yang Pras panjatkan ditahun lalu, semua terbalas di tahun ini, walaupun sangat berbeda, dari apa yang ada dalam pikirannya.
Selamat ulang tahun yang ke 25 Mas Pras *Authorπππππ₯°
πΌπΌπΌπΌ
Haii haii, maaf terlambat lagi.
Ini hanya sebuah kisah kehidupan dari seorang pemuda tampan. Semoga kalian tidak baper ya,
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
Salam manis dari Author π€π