
Dua jam sudah Rendy mengendari mobil itu, dan sudah masuk gerbang tol di daerah Semarang.
Pras sudah bangun tidur, dan mengobrol dengan Rendy. Britney yang duduk di belakang masih tidur dengan pulas. Tampak mengenakan bantal leher, dan memeluk bantal bertuliskan love.
Pras tidak membangunkan istrinya, Rendy dengan tersenyum mengatakan kalau Britney sangat pulas tidurnya. Padahal Rendy dan Pras mengobrolkan tentang Britney.
Pras menceritakan soal semalam istrinya terjebak di kamar mandi. Malam-malam lagi tidur nyenyak, tapi handle pintu kamar mandi rusak. Mana lama istrinya di kamar mandi, yang tadinya kedinginan berubah jadi berkeringat karena takut. Waktu di kantor juga terjebak di lift, jadi membongkar status mereka.
Wkwkwkwk (Ketawa Rendy ngakak)
"Ganti kunci slot wae." Ujar Rendy.
(Ganti kunci slot saja.)
"Iyo, bar subuh mau wis tak pasang kunci slot." Balas Pras.
(Iya, setelah subuh tadi sudah aku pasang kunci slot.)
"Britney, Britney, eneng eneng wae. Bojomu mau ngomong. Rendy, mengko teko Semarang ojo lali bakso Pak Kumis."
(Britney, Britney, ada ada saja. Istrimu tadi bilang. Rendy, nanti sampai Semarang jangan lupa bakso Pak Kumis.)
"He'em...., Iyo mampir sik wae. Teko ngomah, wis ramai sedulur. Mengko ora iso dolan." Balas Pras.
(He'em...., Iyo mampir dulu saja. Sampai rumah, sudah ramai saudara. Nanti tidak bisa jalan-jalan.)
Yuuppss!!
Pak Heru dan Bu Ningsih mau hajatan yang besar, jadi saudara dari bapak dan ibunya Pras pasti sudah datang dan berkumpul. Apalagi ini mantu anak pertama, ibaratnya pernikahan ini adalah wadah pertemuan keluarga besar dan juga bakal menggelar acara sehari semalam. Wajar saja Pras pasti tidak bisa mengajak istrinya jalan-jalan dulu, kecuali nanti setelah selesai acara itu. Baru Pras bisa mengajak istrinya untuk berwisata di kota Semarang. Makanya mereka berdua mengambil cuti satu minggu.
Britney mulai terbangun dari tidurnya, belum jam siang. Hari ini jum'at, sebelum sholat jum'at masih ada waktu untuk mengajak sang istri makan bakso terlebih dulu.
"Mas..." Panggil Britney yang sudah bangun dan mengelap wajahnya dengan tisue basah.
"Apa sayang?" Tanya Pras.
"Cari tempat berhenti mas. Aku pengen pipis." Jawab Britney.
"Ok, ini udah mau keluar tol. Rendy biar cari pom bensin." Ucap Pras.
Seeettt!!
Rendy sudah memarkirkan mobil dan Britney langsung keluar dan masuk ke toilet wanita. Pras juga keluar bersama sang istri. Rendy bersiul dan merasa senang. Ternyata Almeera mengirim chat kepada Rendy, agar berhati-hati saat dalam perjalanan ke Semarang.
Duduk menatap jalan raya kota semarang, dan menunggu sang suami yang sedang sholat jum'at.
__ADS_1
Yuuppss!!
Setelah tadi ngepom, Pras mengemudikan mobil dan langsung ke tempat bakso yang terkenal di kota Semarang. Bakso legendaris dengan nama Bakso Pak Kumis itu juga memiliki beberapa cabang. Selesai makan bakso Britney duduk di pinggiran jalan sambil menikmati buah kelapa muda yang segar. Pras dan Rendy baru sholat jum'at di Masjid dekat Britney menunggu.
Britney juga sempat berbincang dengan seorang ibu penjual kerupuk gendar, dan membeli dua bungkus kerupuk gendar itu. Kerupuk yang terbuat dari adonan nasi. Setelah penjual itu pergi, Britney mencoba kerupuk itu, dan menikmatinya. Rasanya yang gurih dan sangat renyah. Ibu itu juga bilang, kalau dia sendiri yang membuatnya.
Kreeezzz... Kreeezzz gitu deh suara kerupuk gendar itu saat dikunyah Britney.
Cukup lama menunggu suaminya, tapi Britney senang di tempat itu. Ada anak kecil yang sedang mengamen dan banyak penjual lain yang lewat dan menawari Britney. Bukan hanya kerupuk dan kelapa muda yang Britney beli, dia juga membeli mainnan dari bambu yang di putar dan berbunyi klotek-klotek. Britney sangat gemas dibuatnya, dan merasa seru saat memutar mainan itu.
"Sayang...." Panggilan dari Pras, dan langsung duduk disamping istrinya.
Pras dengan baju koko warna coklat muda dan berpeci hitam, serta mengenakan sarung garis kotak warna coklat, sangat kalem, tampan dan semakin menawan.
Uuuuhhh... Gemes!!!
Rendy juga tidak kalah mewanan, walaupun hanya memakai kemeja dan celana jeans, tapi tetap kalem.
"Mas, aku tadi ambil duit kamu. Soalnya dompet aku di mobil." Ucap Britney, karena tasnya ada di mobil. Hanya ada tas ransel suaminya, yang tadi dibawanya setelah Pras ganti baju.
"Iya, di dompet aku itu juga duit kamu sayang." Balas Pras, lalu merangkul istrinya di depan banyak orang.
Banyak mata yang memandang ke arah mereka berdua, selesai sholat jum'at banyak cowok dan bapak-bapak yang baru pulang dari Masjid dan melewati mereka.
Rendy yang sedang memesan kelapa muda. Rendy tersenyum saat penjual kelapa muda itu cerita kepadanya, kalau Britney sangat ramah dan setiap ada yang menawari jualannya langsung dibeli.
"Aku juga suka, apalagi ada kamu." Balas Pras, yang masih merangkul istrinya. Britney mencubit bibir suaminya yang pandai menggombal.
Rendy yang duduk di sebelah Pras, hanya seperti piguran dan menatap jalanan di siang itu. Pras dan Rendy masih menikmati kelapa muda, lalu Britney sedang telfon Ferdi dan juga Vanesa, dia mengatakan kalau sudah tiba di Semarang.
Keluarga Ferdi dan Vanesa akan berangkat besok. Mereka meminta Britney, agar pesan kamar hotel. Mereka akan tiba sabtu sore dan kembali minggu sore.
"Asslamu'alaikum....." Salam dari Pras dan Britney.
"Waalaikumsalam...." Jawab Bu'e, Bapak dan yang ada di ruangan itu.
Setengah jam sudah setelah dari Masjid tadi, mereka kembali berjalan dan Rendy sampai di rumah orang tuanya lebih dulu. Karena memang melewati rumah Rendy.
Rumah kedua orang tuanya sudah ada tenda yang berdiri, meja kursi masih tersusun rapi dan ada panggung pelaminan yang baru mulai dihias.
Ketika Pras mencari parkir, sudah ada tetangga yang menghampiri Pras dan menyuruhnya untuk parkir dihalaman rumahnya.
Karena Bapaknya Pras sudah bilang sama Pak RT, dan tetangga sebelah rumah, kalau hari ini putra nomor dua yang dari Jakarta akan datang. Pras juga sangat mengenal tetangganya itu, dan biasa memanggilnya dengan sebutan Pakde Minto.
Begitulah hidup di desa, lingkungan yang masih asri dan guyup rukun dengan tetangga sekitar. Karena rumah kedua orang tua Pras itu, lumayan jauh dari Semarang kota.
__ADS_1
"Britney gimana kabar kamu sayang??" Tanya Bu'e, yang dari tadi memeluknya.
"Alhamdulillah... Britney baik Bu'e." Jawab Britney.
Bu'e mangajak Britney untuk berkenalan dengan saudara yang dari kerabat Bu'e, dan juga kerabat dari Bapak mertuanya.
Pak Heru sedang di depan bersama Pak RT, dan Pras juga menyapa para kerabat dari kedua orang tuanya. Sebelum masuk rumah tadi, Pras sudah mengenalkan istrinya kepada Pak RT dan juga menyapa tetangga yang ada di halaman rumah.
Britney duduk didepan meja rias membersihkan wajahnya, dan Pras ke kamarnya untuk menaruh koper dan juga ranselnya. Pras menatap istrinya dengan tersenyum, Pras yang bersandar di sisi pintu kamar sangat terpesona akan kecantikan sang istri.
Britney berdiri, dan hendak pergi ke kamar mandi, tiba-tiba ada sosok cantik yang memeluk suaminya dari belakang.
Deeghh!
Seketika Britney mematung, saat melihat kejadian itu, gadis muda dan sangat manis memeluk erat suaminya.
"Mas Pras.... Aku kangen." Ucap gadis itu, dan Pras sangat mengenal suara gadis 20 tahun itu.
Pras membalik badannya dan mengajaknya keluar dari kamarnya. "Aku tidak kangen kamu." Balas Pras, dengan suara menggoda.
"Sombong. Mentang-mentang sudah menikah." Ucap gadis itu dengan kesal.
Pras menatapnya dan memeluknya "Mas Pras juga kangen, sama adikku yang manis ini." Ucap Pras dan Gadis itu masih memeluknya.
Britney menatap suaminya yang memeluk gadis cantik itu. "Mas...." Panggil Britney.
"Sayang kenalin, ini Claudia. Dia anaknya Bulek, adiknya Bapak yang di Boyolali." Ucap Pras.
Mereka berdua berkenalan, Claudia baru datang dari Jogja. Claudia kuliah di Universitas Swasta yang ada di Kota Jogja. Britney memeluk Claudia, karena tadi Britney baru bertemu Pakde, Budhe, Bulek, dan Om yang dari Boyolali sama sepupu Pras yang lain.
Ternyata masih ada lagi sepupu Pras yang cantik. Britney jadi tahu kalau ada adik sepupu Pras yang seusia Pandu dan dia sangat manis.
"Mas Pras menikah tidak bilang." Ketus Claudia.
"Mendadak... Bulek emang nggak cerita sama kamu?" Ujar Pras.
"Ibuk cerita baru ini tadi, makanya aku langsung cari Mas Pras." Balas Claudia.
Claudia baru menyusul dan setelah di depan rumah Pakdenya. Claudia bertemu ibunya dan ibunya cerita kalau Pras sudah datang bersama istrinya. Claudia langsung berlari untuk menemui Pras, bahkan Claudia masih memakai jaket dan juga tas ransel masih berada dipunggungnya.
Dari Jogja ke Semarang naik motor, tapi tidak masalah bagi Claudia yang sudah terbiasa.
"Sayang, kalau capek istirahat." Ucap Pras.
"Aku tidak enak mas, banyak saudara di rumah. Kamu malah mengajak tiduran begini." Ucap Britney, setelah sholat dan suaminya ingin dimanja. Sudah setengah jam Pras mengunci pintu kamar, dan mendekap erat istrinya.
__ADS_1
Hadeeeeh!!! Mas Pras Garai