
Terbaring lemas dan sudah terpasang selang infus. Tidak begitu mengkhawatirkan, tapi sang suami tampak cemas, ketika melihat sang istri tergeletak di depan pintu kamarnya.
Pagi di rumah sakit swasta dan tidak jauh rumah Pak Heru. Sekitar jam 9 pagi, Britney dibawa Pras ke rumah sakit. Tadi pagi bangun tidur Britney sudah mulai pusing dan merasa tidak enak badan.
Britney hanya mengganggap kalau dirinya terlalu capek. Benar, dari tiba di Semarang sebelum hari resepsi, Britney sudah lelah dan sampai kemarin di Jogja. Walaupun hatinya bahagia, tapi Britney juga kurang istirahat. Hanya menahannya dan ternyata malah pingsan.
"Pras, kamu tidak perlu cemas. Istri kamu hanya terlalu lelah dan kita tunggu saja hasil dari Laboratorium" Ucap dokter Citra.
Yuuuhhuuu
Citra sang mantan, ternyata pindah tugas ke rumah sakit itu. Pras juga kaget padahal tadi membawa istrinya tidak di rumah sakit milik keluarga Citra, tapi ternyata malah Citra yang memeriksa istrinya.
"Iya...Tapi aku masih cemas dengan hasil Lab. nanti." Balas Pras.
Budhe Woko dan Pakde Woko yang ikut masih menunggu di luar ruangan itu.
Britney belum membuka matanya. Britney seperti sedang tidur nyenyak dan bermimpi bahagia. Bu'e dan Pandu sedang menuju rumah sakit, karena tadi Bu'e sudah berangkat ke pasar.
Sudah sepuluh menit setelah ditangani dokter Citra. Britney mulai membuka matanya dan menatap sosok tampan yang ada di depannya.
"Mas... Aku pusing." Keluh Britney.
"Tadi kamu pingsan sayang." Ucap Pras yang masih memegang tangan istrinya itu.
Pras mencium kening istrinya dan setelah itu Britney di bawa ke ruangan lain. Karena tadi masih ada di UGD.
"Mas, aku tidak apa-apa. Kenapa harus dirawat?!" Keluh Britney, dan menatap ke selang infus yang menempel di punggung tangannya itu.
"Kamu masih harus diperiksa dulu." Ucap Pras.
Britney dengan wajahnya yang masih pucat, Bu'e juga berusaha menyenangkan perasaan Britney.
"Britney ayo dimakan dulu." Ucap Bu'e, dan membuka tutup mangkok bubur nasi yang ada di meja sebelahnya.
"Iya Bu'e. Tapi Britney malas makan." Balas Britney.
Perlahan Bu'e menyuapi Britney. Pras memegang tangan istrinya itu. Pras masih menatap istrinya, Britney mulai tersenyum manis.
"Sudah mau makan??" Tanya dokter Citra yang datang dengan dua perawat.
"Citra." Ucap Britney.
"Iya Britney, kamu sudah mulai membaik. Kamu cuma butuh istirahat saja." Balas Citra, dengan tersenyum.
Citra juga tidak lupa menyapa Bu'e yang ada di kamar itu. Bu'e dan Britney juga sangat ramah ketika berbicara dengan Citra.
"Pras ini hasil dari Laboratorium, terus ini obat untuk Britney. Itu hanya vitamin. Nanti selanjutnya akan diperiksa oleh dokter kandungan." Ucap dokter Citra.
"Dokter kandungan???" Tanya Britney.
Pras tidak bertanya dan langsung membuka kertas yang ada dalam amplop itu.
Positif hamil (+) itulah yang tertera jelas dalam surat hasil test laboratorium di rumah sakit itu.
"Britney kamu hamil nak??!" Ujar Bu'e dengan senyum dan memeluknya.
"Tapi Bu'e, Britney bingung. Kita belum ada sebulan...." Ujar Britney tidak melanjutkan perkataannya, tapi sangat penasaran.
Britney bingung, hubungannya dengan suami sepertinya belum genap dua bulan. Citra melihat Britney yang bingung dan tersenyum.
__ADS_1
"Pras, selamat ya. Kamu keren!!" Ucap dokter Citra dengan menjabat tangan Pras.
"Terima kasih bu dokter Citra Pramesthi." Balas Pras dengan tersenyum.
"Britney kamu harus sehat. Semua ini berkah untuk kamu. Selamat ya, sebentar lagi kamu akan jadi Mama." Ucap Citra yang mendekati Britney. Mereka berdua saling memeluk dan Britney juga medo'akan agar Citra segera menyusulnya.
Britney tersenyum dan tidak menyangka akan secepat ini. Dokter kandungan juga sudah datang, bahkan dokter mengatakan kalau usia kandungan sudah 5 minggu.
Britney semakin heran dan rasa semakin bingung. Tadi Britney sudah ditanya hari terakhirnya dirinya mendapatkan datang bulan.
Dokter kandungan itu mulai menjelaskan kenapa Britney sudah hamil 5 minggu. Sudah dijelaskan tapi Britney masih bingung. Bu'e hanya tersenyum melihat kepolasan menantunya itu.
"Britney, kamu bulan kemarin hari mens tanggal itu. Jadi usia kandungan kamu dihitung mulai dari hari terakhir kamu mens sayang." Jelas Bu'e.
Karena pada saat berhubungan dengan suaminya, itu adalah masa subur pada rahimnya.
Tok Cerr Pras!! *AuthorKumat
"Bu'e... Britney harus gimana?" Tanya Britney yang masih bingung.
Bu'e memeluknya, dan memberi beberapa nasehat untuk menantunya itu. Britney yang dari kecil tidak tahu tentang perempuan, dulu waktu menstruasi pertamanya, Britney juga tidak mengerti.
Vanesa juga tidak terlalu peduli, hanya memberi arahan biasa. Tidak sejelas Bu'e saat ini yang menjelaskan kalau perempuan, dari bayi lahir terus menjadi gadis kecil, tahap masa puber dan mentruasi.
Juga setelah menikah, akan hamil dan melahirkan anaknya. Serta mendidik anaknya menjadi insan yang berbudi, berakhlak baik, dan sholeh.
Britney seperti mendengarkan dongeng, pantas saja semakin hari semakin cemburuan. Bukan hanya Britney, Pras juga mendengarkan cerita Bu'e waktu Bu'e hamil dulu.
Kalau hamil Putri dulu Bu'e tidak suka mencium aroma sabun mandi. Kalau Pras, Bu'e suka menonton acara televisi. Sampai menggemari aktor Andy Lau.
Kalau hamil Pandu Bu'e malah tidak ingin jauh-jauh dari Bapak, makanya Pandu juga manja dengan Bapaknya.
"Pantes aku dadi bagus koyo Andy Lau." Ucap Pras dengan tersenyum dan Britney juga terhibur karena Bu'e juga sangat lucu waktu bercerita itu.
(Pantas aku jadi tampan seperti Andy Lau.)
Pakde Woko dan Budhe sudah pulang bersama Pandu setelah Britney masuk ruang rawat inap. Jadi mereka belum tahu kabar bahagia itu.
"Mas, jadi aku enggak salah dong, kalau aku cemburuan??" Tanya Britney.
Bu'e sedang sholat dzuhur di Masjid. Jadi tinggal ada Pras saja yang menemani istrinya.
"Iya sayang, kamu tidak salah. Malah aku senang kamu cemburuan begitu." Jawab Pras.
"Mmm... Jangan jauh-jauh." Pinta Britney dan saat ini suaminya berdiri disampingnya.
Pras memeluk Britney yang duduk di ranjang pasien. Tangannya mengelus istrinya dan berkata "Aku akan menjaga kamu dan anak kita. Aku tidak akan jauh- jauh dari kamu."
Britney menetap ke wajah suaminya.
"Mas,... Aku mau jus alpukat." Ucap Britney.
"Okey, nanti aku beli di kantin rumah sakit." Balas Pras.
"Tapi jangan pakai susu. Pakai gula pasir aja." Ucap Britney.
"Bagaimana rasanya??" Tanya Pras.
"Entahlah... Aku cuma pengen itu." Ucap Britney.
__ADS_1
Pras menciumin rambut istrinya itu. Rambut coklat yang sudah panjang itu juga terawat. Sangat harum, halus dan lebat.
"Mas, tolong ambilkan ponselku." Pinta Britney.
Pras berjalan mendekati tas Britney, yang dibawa oleh Pandu tadi ketika mengantar Bu'e.
"Sayang ini." Ucap Pras saat memberikan ponsel istrinya, lalu bertanya "Kamu mau kasih tahu kakek dan lainnya??"
"Tidak Mas, tapi aku mau melihat Gong Yoo Oppa." Ucap Britney dengan santai, dan memilih aplikasi dalam ponselnya. Sudah terbuka sebuah drama korea dengan tokoh utama aktor favorite Britney.
"Kenapa malah menonton drakor?? Kamu harus istirahat sayang." Ucap Pras dan sembari meminta ponsel itu lagi.
"Mas dengar sendiri cerita Bu'e, dulu suka nonton Andy Lau, terus kamu jadi tampan begini. Aku juga mau lihat Gong Yoo Oppa biar anakku tampan seperti Kim Tae-hyung." Ujar Britney dengan gemas dan manis.
"Bukan begitu juga sayang. Ini kamu tatap aku saja. Aku lebih tampan dan sangat nyata, bukan hanya di layar ponselmu." Balas Pras dengan tengil dan langsung duduk mendekati istrinya itu.
"Iya, suamiku tampan. Aku jadi sakit, karena suami yang begitu tampan." Keluh Britney, yang cukup pandai berakting.
"Kamu sakit?? Apa yang sakit?" Tanya Pras.
"Hati aku sakit, kalau kamu ngobrol sama cewek. Tadi pagi siapa itu yang kamu ajak ngobrol di depan rumah??" Keluh Britney.
"Itu cuma tetangga, dulu adik kelas aku waktu SMA. Tadi dia mau berangkat kerja, dia menyapa aku, masak iya aku diam saja." Balas Pras.
"Habisnya kamu senyum-senyum gitu. Aku itu enggak suka Mas tebar pesona sama gadis." Ketus Britney dengan kesal.
"Iya, sayangku... Aku tidak akan tersenyum lagi. Mmmmm... Begini..? Mmm begini.. ?? Biasa aja." Balas Pras sambil manyun dan mingkem.
Britney tampak tertawa dan suaminya memang bisa saja membuat dia tertawa dan bahagia.
Pras mengelus rambut istrinya, dan mulai berkata "Sudah, jangan cemburu terus!! Aku tidak akan ke lain hati, selalu ada kamu yang harus aku jaga. Dan juga anak kita. Bibir mommynya cemberut terus, gimana nanti dedek bayi yang didalam perut kamu sayang. Kamu harus bahagia dan aku akan selalu menjaga kamu. Mmmuuuccchh!"
"Mas,... Kamu bawel." Ucap Britney.
"Kok bawel sih?? Emang bener. Istriku cantik, mana bisa aku pergi jauh-jauh dari istriku." Balas Pras.
"Mmmsss.... Kamu pandai menggombal. Aku semakin kesal. Jangan-jangan kamu merayu gadis lain juga." Ujar Britney.
"Siapa yang menggombal, hemss... Siapa?? Aku benar- benar sayang kamu." Ucap Pras.
Kedua tangan Pras dengan gemas mencubit pipi cubby istrinya, lalu mengecup kening dan hidung mancung istrinya. Britney marasa senang dan sangat terhibur oleh suaminya yang pandai bercerita.
Pras juga menceritakan tentang Citra, dan Britney mengatakan kalau dirinya tidak cemburu dengan Citra. Britney tahu kalau tadi suaminya tidak jauh darinya, tangannya di pegang terus.
Tapi Britney tidak peduli, dan merasa tenang ketika ada suaminya, tapi efek obat membuat Britney seperti tertidur.
Selamat Mas Pras dan Britney π€
πΌπΌπΌπΌπΌ
Haii haiii... semoga kalian suka cerita di bab ini.
Mohon maaf bila ada kata yang kurang tepat dan terdapat typo.
Terima kasih. π
Salam dari Author π€π
__ADS_1