PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Dilanda Rasa Cemburu


__ADS_3

Pagi dengan sinar mentari yang menghangatkan, turun dari mobil dengan rasa nyaman, sangat menyenangkan, karena esok akan kembali bersama dengan sang suami.


"Emmmss... Aku tidak sabar ingin bertemu kamu." Ucap Britney yang baru melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantor.


Seettt!


Perlahan dia memutar badan melihat sebuah motor yang dia rasa kenal dan benar itu motor sang suami.


Deegh!!


Kenapa suaminya bersama seorang perempuan. Apa yang telah terjadi. Padahal tadi pamit bilang berangkat pagi, karena ada yang harus segera diselesaikan.


Mata Birtney tertuju jauh ke parkiran dan menyilangkan tangannya didepan dada. "Mas, kamu memboncengkan Annisa tanpa bilang sama istri kamu." Desisnya dengan tatapan tajam.


Di ujung parkiran dengan santai Pras melepaskan helmnya lalu memasukan ke dalam jok motor. Mulai merapikan rambutnya yang tadi tertindih helm dan masih menatap spion.


"Pras, ayo buruan. Kita sudah terlambat." Ucap Annisa dengan memegang helm ditangan kanannya.


Bbhhooomm!!


Pras yang berjalan dari parkiran bersama Annisa sudah melihat Britney yang menatap mereka.


Britney membalikan badannya dan melangkahkan kakinya dengan santai dan berkata "Mas, aku akan menunggu kamu."


Tuuuing!!


Pras terkaget ketika pintu lift terbuka, sang istri dengan tatapan tajam masih berdiri di dalam lift.


Annisa masuk dengan menyapa Britney dan Britney membalasnya dengan tersenyum. Pras masih mematung dan merasa ada yang salah.


Britney menatap tajam dan tampak tidak senang "Kamu tidak ingin masuk?"


Pras yang merasa ada aura sensitif, langsung bergegas di pojok kanan.


Britney di depan dan mereka berdua di belakang, Annisa juga tampak diam dan tidak lama mereka sudah tiba di lantai ruangan mereka.


Britney masih mematung dan tidak beranjak keluar.


"Permisi Bu Britney, saya duluan." Ucap Annisa dengan sopan dan berjalan keluar.


Britney menoleh ke arah suami "Kamu tidak keluar?"


Pras keluar lift dengan rasa tidak nyaman, Annisa juga sekilas melihat Pras yang masih mematung dalam lift. Annisa berjalan cepat karena sudah terlambat, apalagi mereka berdua ada tugas penting dari Bu Nia.


Pintu lift hampir tertutup, kedua mata itu saling menatap tajam.


"Britney, apa yang kamu pikirkan tentang aku." Pras merasa istrinya sudah salah paham, dari sorot mata Britney sangat sensitif dan emosi.


Pras berjalan ke dalam ruangannya dan lekas menaruh tas juga jaketnya di loker. Pras beranjak ke mejanya, dengan cepat menyalakan komputer yang ada dihadapannya.

__ADS_1


"Pras, ini gue udah kerjain. Loe tinggal nyalin di slide dan yang format loe print, kasih ke Bu Nia." Ucap Annisa yang memberikan sebuah flashdisk.


"Ok, gue koreksi dulu hasil kerja loe." Ucap Pras yang mulai menancapkan flashdisk itu ke USB.


Pras melihat sebuah file dan ada beberapa foto di folder luar, lalu bertanya "Annisa kenapa folder loe banyak foto anak kecil? Dia siapa?"


"Oeh... Itu anak gue." Ucap Annisa yang masih di sebelahnya dan rekan kerja yang lain langsung menatap Annisa.


"Loe punya anak? Loe sudah menikah??" Fika bertanya seperti pengacara.


Annisa orangnya sangat tertutup dan tidak pernah menceritakan tentang dirinya dan juga keluarga. Jadi semua yang ada di ruangan itu juga cukup terkejut atas perkataannya.


"Iya, gue sudah punya anak. Lulus SMA gue langsung menikah. Itu anak gue sudah masuk playgroup." Ucap Annisa dengan santai.


Pak Miko yang penasaran ingin melihat foto anak Annisa, tapi Pras menolaknya. Nanti juga bisa melihat, Pras sibuk dan dengan cepat mengerjakan tugasnya.


Annisa kembali ke meja kerjanya dan semua jadi diam, karena Pak Surya meminta agar tidak ribut.


Britney dengan rasa kesal memilih ke ruangan Evan.


"Abang juga sudah bilang sama kamu, kamu harus prioritaskan suami kamu. Bukan Vava yang kamu utamain." Tegas Evan.


"Iya, Britney tahu kalau sudah bersalah. Lagian dari awal sudah bilang, nanti pulang ke kost hari sabtu dan ini baru hari jum'at. Britney selalu kasih kabar, tapi dia boncengin perempuan nggak bilang dulu sama istrinya." Ketus Britney yang merasa ini tidak adil.


"Kamu sudah dewasa. Abang tahu kamu cemburu, tapi kamu kamu masih saja tidak ingin bilang sama suami kamu." Ucap Evan dengan pelan.


"Cemburu??" Britney dengan bibirnya yang cemberut menatap Evan.


"Britney, seorang istri harusnya lebih memperhatikan suaminya, kamu juga harus mengurus segala keperluan suami kamu. Dari pakaiannya, makanannya, kesehariannya, apapun yang dia butuhkan. Termasuk hubungan diatas ranjang." Jelas Evan.


Britney mendengar hal itu jadi berkeringat, dia ngipas-ngipaskan tangannya dan merasa gerah.


"Abang, Britney tahu. Tapi abang tahu sendiri, Britney masih berusaha untuk lebih mengenal suami Britney." Ucapnya dengan pelan.


"Buktikan saja, kalau kamu seorang istri idaman. Kamu harus tahu apa yang dia sukai. Ingat suami kamu sangat tampan, jangan berikan kesempatan untuk yang lainnya." Jelas Evan.


Britney mendengar hal itu langsung berdiri "Ok, terima kasih untuk nasehat abang. Bye..Bye."


Britney kali ini tidak mendapat pembelaan untuk dirinya. Tapi dirinya mendapat banyak teguran dari sang kakak.


"Bang Evan memang benar. Tapi tetap saja, Mas Pras juga bersalah." Desis Britney sambil berjalan ke arah lift.


Evan menggeleng dan dia juga harus mengurus Vava. Evan juga perlu menasehati adiknya yang satunya. Karena sepanjang Britney bersama Vava, Britney sangat dibuat sibuk. Britney bahkan tidak sepat untuk bertemu dengan suaminya.


Selama di kantor, Britney dan Pras tidak saling bertegur sapa, hanya sesekali waktu bertemu di mushola atau di kantin. Itupun juga hanya ucapan selamat siang.


Britney berjalan ke ruangannya dan melewati ruangan Pras. Ingin rasanya masuk ke dalam ruangan itu, tapi perasaannya masih tidak nyaman. Britney tetap berjalan dengan gelisah.


Cekleek

__ADS_1


Pras keluar ruangannya dan melihat Britney yang sudah berjalan menuju ruangannya.


"Sayang, kamu salah paham." Gumam Pras dan langsung ke ruangan Bu Nia.


Jam siang tiba.


Britney yang masih gelisah tidak mendengar suara Tania yang ada dihadapannya.


"Iya... Tania.." Ucap Britney.


"Bu Britney, sudah waktunya istirahat. Bu Britney tidak ke Mushola?" Tanya Tania.


"Saya sholat disini saja. Tolong pesankan makanan untuk saya." Ucap Britney.


"Baik, saya akan segera pesankan makanan." Ucap Tania, lalu dia pergi meninggalkan ruangan Britney.


Britney menatap ponselnya, suaminya juga tidak segera mengirim pesan. Suaminya sholat jum'at di Masjid mana. Apakah suaminya akan makan di kantin.


"Mas Pras....." Gemas, Britney mengayak rambutnya, lalu menempelkan kepalanya ke meja.


Ammbyaaar!!


Setelah sholat jum'at, Pras bersandar di teras Masjid Al-Mujahidin.


Pak Miko mendekati Pras dan duduk disebelahnya lalu bertanya "Pras ono opo? Raimu dadi peteng ngono."


(Pras ada apa? Mukamu jadi gelap begitu.)


"Bojoku salah paham." Ucap Pras.


(Istriku salah paham.)


"Yo dijelasno nek memang gur salah paham. Ngurusi wong wedok kui kudu sabar. Dodomu kudu jembar." Ucap Pak Miko


(Ya dijelaskan kalau memang cuma salah paham. Mengurus seorang wanita itu harus sabar. Dadamu harus lapang.)


"Iyo Pak. Ayo neng warteg." Pras beranjak berjalan dengan Pak Miko ke Warteg.


(Iya Pak. Ayo ke warteg.)


Makanan jadi tidak enak rasanya ketika hatinya bertempur.


[Sayang, kamu dimana? Sudah sholat? Kamu sudah makan? Aku lagi di warteg. Aku kangen sama kamu 😘.]


Britney tidak ingin membalas pesan itu, tapi dia juga rindu dengan suaminya. Padahal pagi tadi, dari rumah sudah sangat bersemangat, apalagi besok akan segara pulang ke kost dan tinggal berdua.


[Sayang, aku tahu kamu marah. Kamu salah paham. Tadi motor Annisa mogok di jalan, aku melihatnya dan membantunya membawa ke bengkel. Kita ada pekerjaan penting. Aku juga tidak ingin dia terlambat. Aku hanya mengajaknya berangkat bersama. Maaf aku lupa meminta ijin kamu. Annisa juga sudah berkeluarga, kamu bisa bertanya sama dia. Aku hanya membantunya, aku mohon jangan marah lagi 😞.]


Britney masih bingung dengan dirinya. Dia hanya mengirim emoticon memeluk dan mencium.

__ADS_1


Pras merasa lega, setidaknya sang istri sudah membalasnya.



__ADS_2