
Tok Tok Tok
Suara pintu yang di ketuk membuat Pras melepas tangannya.
Hadeeeh!!!
Pras bangkit dari ranjangnya dan mendekati pintu, membuka slot pintu yang terpasang dengan pelan dan pintu kamar itu ditarik olehnya.
"Mas Pras, dipanggil Pakde Woko." Ucap Pamela.
"Iya dek, bentar. Mas Pras pakai kaos dulu." Ucap Pras, lalu kembali menutup pintu.
Pras yang hanya mengenakan celana pendek, dan kaos singlet putih, tersenyum menatap istrinya.
"Sayang, aku keluar dulu. Tapi kamu jangan kemana-mana." Ucap Pras, dan Britney masih lanjut dengan game yang dimainkan suaminya tadi.
"Melarang aku?? Karena apa mengurung aku di dalam kamar?" Gumam Britney dengan kesal.
Dari siang tadi masuk ke dalam kamar, Britney hanya diperbolehkan keluar kamar, saat mandi sore, itupun juga ditemani suaminya.
Pras menunggu istrinya ditangga dapur sebelah sumur, sambil ngobrol dengan Buleknya. Karena di dapur juga sumur, sudah banyak tetangga dan saudara yang sibuk memasak untuk acara besok pagi.
"Mbak Britney lagi apa?" Tanya Pamela.
"Mainan gamenya Masmu." Jawab Britney.
"Emmss... Mas Pras masih suka main game." Ujar Pamela.
"Pamela, kenapa Masmu melarang aku keluar dari kamar??" Tanya Britney.
"Soalnya Mbak Britney calon pengantin. Harus dipingit." Jawab Pamela.
Deeeghh!!
Jantung Britney seakan mau copot, masalah yang sepenting ini, dirinya tidak tahu sama sekali.
"Maksud kamu pengantin?" Tanya Britney.
"Iya, nanti bukan hanya Mbak Putri dan Mas Candra yang berdiri di pelaminan, tapi juga Mbak Britney dan Mas Pras." Jawab Pamela.
Britney meletakan handphone suaminya. "Apa yang akan terjadi nanti. Aku tidak tahu apa-apa. Apa keluargaku sudah tahu tentang ini?" Batin Britney.
Pikiran Britney semakin gelisah, dan jantungnya semakin berdebar. Britney tidak peduli dengan game yang masih berjalan. Away from keyboard.
"Mbak Britney kenapa?" Tanya Pamela.
Bukannya menjawab Pamela, tapi Britney malah bertanya "Masmu tadi kemana?"
"Mas Pras lagi dicari Pakde Woko. Sepertinya Pakde Woko mau tanya-tanya soal Mbak Britney." Jawab Pamela.
"Jadi nanti aku juga berdiri di pelaminan??" Tanya Britney, dan semakin deg deg gan.
"Tidak berdiri juga Mbak... Nanti duduk. Tapi akan lama, sampai acara resepsi siang selesai." Jawab Pamela.
Britney yang tadinya masih tiduran, dan Pamela juga ikut tiduran disampingnya. Britney duduk dan bersandar tembok. Menatap Pamela dan masih bingung. Walaupun sudah pernah ke acara nikah, dan Britney membayangkan waktu prosesi acara resepsi Citra sang mantan pacar Pras itu. Britney jadi risau sendiri, apalagi ini prosesi pengantin adat jawa dan diluar bayangan dirinya.
"Mbak Britney tidak suka??" Tanya Pamela.
"Bukan tidak suka, hanya bingung." Jawab Britney.
__ADS_1
Pamela menatap dan memegang tangan Britney yang sudah menjadi dingin. Britney kalau gugup telapak tangannya sangat dingin.
Pamela mulai menjelaskan prosesi acara nanti, berbeda dengan Mbak Putri dan Mas Candra. Kalau mereka dari acara siraman, temu manten dan masih banyak ritual lain. Tapi Mbak Britney dan Mas Pras hanya acara ngunduh mantu.
"Tetap saja aku gugup. Kenapa Masmu enggak bilang sama aku." Ketus Britney.
"Kalau soal itu, aku tidak tahu. Mbak Britney tanya saja sama Mas Pras. Tadinya enggak ada acara itu, cuma kata Pakde Woko, juga harus ngunduh mantu buat Mas Pras." Ucap Pamela.
Britney mulai berfikir tenang dan santai tentang acara nanti. Lalu kembali melihat ponselnya, dan beberapa teman game suaminya, mendadak kesal. Britney menjadi cemberut karena hal itu, beberapa pesan itu isinya sangat menjengkelkan.
Pras yang duduk di kursi ruang tamu, bersama Pakde Woko dan Bapak, Ibunya. Pras ditanya tentang wetonnya Britney, Pras sudah menduga hal itu.
Pakdenya Pras yang satu ini masih sangat percaya tentang hitungan pernikahan. Dan ini juga penting bagi kehidupan rumah tangga Pras dan Britney. Pras yang sudah dulu menyiapkan itu, dan memberikan tanggal lahir Britney.
"Gur tanggal lahir?" Tanya Pakde Woko, Bapak dan Ibunya Pras tersenyum saat melihat gaya tengil anaknya, kepada pakdenya yang pandai merayu.
(Cuma tanggal lahir?)
"Pakde wau ngendikan, naming tanggal lahir. Nggeh niku tanggal lahir Britney." Jawab Pras.
(Pakde tadi bilang, hanya tanggal lahir. Iya itu tanggal lahir Britney.)
"Iyo, teros iki wetonne opo?" Tanya Pakde Woko, yang tidak menyerah.
(Iya, terus ini wetonnya apa?)
"Minggu legi." Ucap Pras, yang mencari tahu dari mbah google.
Ibunya meminta kepada Pras, untuk mencari tahu dulu di internet soal tahun lahir itu, agar Pakde Woko lega. Jangan permainkan orang tua. Mau baik, buruk, jodoh, rezeki, semua hal itu hanya Tuhan yang mengatur.
Pras menuruti ibunya dan meminjam handphone Bapaknya, untuk mencari tahu weton sang istri. Dengan tampangnya yang tengil dan tersirat senyuman manis dibibirnya.
"Tenan iki, kowe ora dolanan?" Tanya Pakde Woko.
"Sa'estu Pakde. Niki tanggalan jowo, tahun lahire Britney Pakde." Jawab Pras, menunjukan ponsel itu dan Pakdenya langsung memakai kacamata, dan melihat sendiri soal weton Britney.
(Benar Pakde. Ini tanggalan jawa, tahun lahirnya Britney Pakde.)
Pakdenya mulai menghitung weton pasangan itu, Pakde Woko mengangguk dan tersenyum. Pras merasa curiga dan dia juga ikut tersenyum. Bapak dan Ibunya juga melihat sirat wajah Pakde Woko.
"Pripun Pakde? Sae nopo mboten??" Tanya Pras, dan Bapaknya yang sudah mengerti juga senyum.
(Gimana Pakde? Bagus atau tidak??)
"Pras, kowe wis reti jawabanne." Sahut Bapaknya Pras, karena Pakde Woko hanya tersenyum.
(Pras, kamu sudah tahu jawabannya.)
"Sae nggeh Pakde!" Seru Pras, semakin senyum.
(Bagus ya Pakde.)
"La kowe mau ora gelem. Ditakoni ngalor ngidul." Ucap Pakde Woko.
(La kamu tadi tidak mau. Ditanya ~ngalor ngidul adalah tidak ada ujungnya/ tidak mau memberi penjelasan.)
Ngalor: Utara, Ngidul: Selatan
Pras berfikir, semua hanya Tuhan yang mengatur, walaupun dirinya tidak mempercayai hal seperti itu. Tapi Pras tersenyum, karena para orang tua itu, terlihat sangat bahagia.
__ADS_1
"Intine, kui JODHO! Tapi kowe kudu iso ngrumat rumah tanggamu sing apik. Opo meneh kowe isih enom, bagus raimu, bojomu yo ayu. Ono masalah, ojo langsung nesu, di rembug sing apik, mesti mengko dadi apik." Ucap Pakde Woko.
(Intinya, itu JODOH! Tapi kamu harus bisa merawat rumah tanggamu yang baik. Apa lagi kamu masih muda, tampan wajahmu, istrimu juga cantik. Ada masalah, jangan langsung marah, di bicarakan yang baik, pasti nanti jadi baik.)
"Nggeh Pakde. Pengestune Pakde." Ucap Pras dan memeluk Pakdenya.
(Iya Pakde. Do'a restunya Pakde.)
Pakde Woko juga banyak menasehati Pras, apalagi usia Pras masih muda. Mereka juga menikah mendadak dan jauh dari orang tua.
Mengenal satu sama lain itu butuh waktu, dan harus sabar. Saling percaya, dan memberi kesempatan menjelasakan bila ada masalah. Pakde Woko sangat menyayangi keponakannya itu.
Pakde Woko juga menanyakan tentang keluarga Britney dan menyusun acara nanti. Tadinya sudah tersusun rapi, sesuai dengan rapat panitia acara itu. Tapi setelah Pakde Woko datang, dan tahu Pras sudah menikah. Acara nanti bukan hanya mantu, tapi akan ada acara ngunduh mantu juga.
Pakde Woko juga di percaya Bapaknya Pras, untuk mengatur keseluruhan acara nanti. Jadi pemimpin acara pernikahan itu adalah Pakde Woko, sebagai sesepuh keluarga besar Pak Heru.
Pakde Woko itu kakak kandung dari Bapaknya Pras. Jadi Bapaknya Pras juga menurut saja, sama yang sudah sepuh dan lebih pengalaman.
Karena acara pernikahan di rumah, berbeda dengan acara di gedung atau di hotel. Banyak ritual adat jawa yang harus dijalani, baik kedua orang tua Pras dan para pengantin itu sendiri.
"Sesok bojomu melu siraman sisan. Pakde kiro neng Jakarta wis temu. Jebule lagi ijab." Ucap Pakde.
(Besok istrimu ikut siraman sekalian. Pakde kira di Jakarta sudah temu pengantin. Ternyata baru akah nikah.)
"Nggeh Pakde." Balas Pras, dan saat ini harus menurut apa yang dikatakan Pakde Woko.
(Iya Pakde)
"Sampun Pakde?" Tanya Ibunya Pras, Ibunya memanggil dengan sebutan Pakde karena membahasakan anak-anaknya.
(Sudah Pakde?)
"Uwis.. Aku melu seneng. Mantumu yo kalem, soko tindak tandukke wis ketok." Ucap Pakde Woko.
(Sudah.. Aku juga bahagia. Menantumu juga kalem, dari tingkah lakunya sudah terlihat.)
Nyyesss!!!
Pras semakin tersenyum, saat mendengar pujian dari Pakdenya tentang sang istri.
Sungguh bahagia, bila orang tua dan para kerabat Pras juga sangat menyayangi Britney. Sesepuh, kerabat dan keluarga besar, menerima menantu baru. Besok juga akan datang menantu laki-laki, dan menjadi bagian dari keluarga besarnya.
Tidak ada salahnya bila menurut apa kata orang tua. Karena do'a dan restu dari para orang tua akan memberikan kekuatan untuk Pras dan Britney. Dalam menjalani kehidupan rumah tangga mereka berdua. Agar menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah.
πΌπΌπΌπΌπΌ
Hallo semua para pembaca dimanapun anda berada, terima kasih atas dukungannya. ππ
Mohon maaf bila ada salah kata dalam bab ini, tolong ingatkan author bila terdapat kata atau penulisan yang kurang tepat. Karena di bab ini banyak kata-kata bahasa jawa yang sukar untuk dimengerti. ππ€π
πΌπΌπΌπΌπΌ
Buat kalian yang suka baca novel fantasi, misteri dan petualang. Dibawah ini ada beberapa novel dari karya sahabat author. ππ€ππ
__ADS_1