PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Ternyata Tidak Mudah


__ADS_3

Percepat langkahnya dan menarik Britney dalam dekapannya. "Sayang, kamu sudah lama disini?"


Deg!!


Bram menatap tajam, siapa pria ini. Sepertinya pernah melihatnya. Tapi dimana, mencoba mengingat sosok pria yang sedang memeluk Britney, ternyata tetap tidak ingat.


"Iya, sayang." Bisik Britney ke telinga Pras.


Pras melepaskan tangannya, keadaan ini sangat tidak enak, tapi kedua orang ini cukup berdebar.


Britney yang emosi terhadap Bram, tapi tiba-tiba Pras menarik dalam pelukannya.


Bram tidak tahu dari mana datangnya orang ini, kenapa orang ini sangat tahu kalau Britney ada di hotel ini bersamanya.


Britney terpancing perkataan Bram dan dia mengadakan pertemuan di sebuah hotel. Tapi Britney sudah memberi tahu Pras. Hotel ini adalah tempat Bram waktu berselingkuh.


"Dia pacar kamu?" Tanya Bram.


"Iya, dia kekasihku yang baru." Ucap Britney yang masih memegang tangan Pras.


"Selamat, untuk kalian. Semoga kalian tidak bersandiwara." Ucap Bram.


"Anda tidak perlu khawatir, saya sangat mencintai Britney Rhiannon." Ucap Pras, tapi dia juga bingung dengan keadaan ini. Aku ora pinter ngapusi. (Aku tidak pandai berbohong)


"Bram, kekasihku orang biasa. Tapi kamu tidak perlu khawatir. Aku sangat nyaman bersamanya." Ucap Britney dengan tersenyum.


Bram kemudian menatap kedua orang itu, sepertinya pria ini cukup polos. Bram melihat dari penampilannya cukup keren dan tidak sederhana. Mungkin Britney memang benar, mereka sepertinya memiliki hubungan. Karena Bram sangat tahu Britney bukan tipe yang gampang terpikat pria biasa.


"Sayang, kamu harus memperkenalkan diri kamu. Biar Bram percaya." Pinta Britney.


Bram memandang Pras dengan rasa aneh.


"Perkenalkan saya Pras. Saya hanya karyawan biasa dan saya mengenal Britney sudah satu tahun. Sekarang kesempatan untuk saya dan saya tidak akan menyianyiakan kesempatan ini." Ucap Pras dengan santai.


Bram tertantang dengan ucapan Pras dan membalasnya "Baiklah, saya tidak akan mengganggu kalian. Selamat untuk kalian berdua."


Bram melangkah pergi dengan rasa tidak enak.


Pras masih memegang tangan Britney, "Bu Britney tidak perlu cemas lagi. Dia sepertinya sudah jera." Lalu Pras melepaskan tangannya.


"Kamu jadi pergi ke pernikahan mantan kamu?" Tanya Britney.


"Iya, saya harus datang ke acara pernikahannya. Saya ingin memastikan kalau dia sudah bahagia."


"Sepertinya saya harus menemani kamu." Ucap Britney.


Dari kemarin Bram membuat kesal Britney, akhirnya malam ini Britney merasa lega.


Pras menatap Britney apakah dia benar, atau akan menambah masalah dalam kehidupan Britney nantinya. Pras melangkah lebih dekat dan menatap Britney.


"Maaf kalau saya sudah melakukan kesalahan." Ucap Pras.


Britney menatap Pras. "Kamu tidak salah. Saya yang sudah memanfaatkan kamu."


Pras berjalan dengan Britney, rasa yang tidak biasa. Tapi semua ini hanya permainan, Britney yang masih menatap Pras. "Pras, terima kasih."


Pras tersenyum "Saya juga akan memanfaatkan Bu Britney."


Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, Pras juga tidak tahu harus berkata apa.


"Pras, motor kamu bagaimana?" Tanya Britney karena sudah dua hari motor Pras dibengkel.

__ADS_1


"Besok sudah bisa diambil." Jawab Pras.


Pras juga sudah membaik, bahkan tangannya sudah hampir pulih. Tapi Britney masih merasa khawatir.


"Kapan kita berangkat?" Tanya Britney.


"Sabtu pagi. Nanti minggu sore kita bisa langsung balik kesini." Ucap Pras.


Britney yang sedang menyetir mobil melirik ke arah Pras lalu bertanya "Kamu tidak capek?"


"Saya tidak ingin mengambil cuti." Jawab Pras.


Lalu Britney bertanya lagi "Kita akan naik apa?"


"Kita naik kereta." Jawab Pras.


Britney tidak menyangka bisa lebih dekat dengan Pras. Padahal teman Britney tidak ada yang seperti Pras.


Pras turun dari mobil Britney dan menatap Britney "Sudah malam, pulanglah ke rumah Pak Ferdi."


"Iya, saya memang mau kesana. Terima kasih sudah membantu saya." Ucap Britney.


Pras hanya tersenyum dan melambaikan tangannya.


Pras berjalan masuk ke kost, sudah ada Rendy dan yang lain duduk di depan kamar Pras.


"Aku wis suwe neng kene. Kowe ora teko-teko." Tegur Rendy.


(Aku sudah lama disini. Kamu tidak segera datang.)


"Aku ono urusan, mau wis tak bales. Opo ora mbok woco?" Pras lalu membuka pintu kamarnya.


Rendy mengikuti Pras masuk ke kamar, Pras tidak menghiraukan perkataan Rendy tentang menghadiri pernikahan mantannya.


"Ren, rasah khawatir. Setu aku tetep bali neng Semarang." Ucap Pras.


(Ren, tidak usah cemas. Sabtu aku tetap pulang ke Semarang.)


Mantan Pras mengundang Pras secara pribadi, dan Rendy yang mendengar itu merasakan luka dihati Pras. "Yowis, aku melu bali. Mengko pesenke tiket sisan."


(Ya sudah, aku ikut pulang. Nanti pesankan tiket sekalian.)


"Iyo, sopo meneh sing melu? Pacarmu melu ora?" Tanya Pras.


(Iya, siapa lagi yang ikut? Pacar kamu ikut tidak?)


"Nek tak ajak malah aku ora iso jagong." Ucap Rendy.


(Kalau diajak nanti aku tidak bisa kondangan.)


Pras sangat tahu, pacar Rendy sangat cemburuan. Apalagi nanti pasti ketemu dengan masa lalunya Rendy. Bukannya senang malah jadi bertengkar nantinya.


Rendy akan pamit kepada pacarnya untuk menjenguk keluarganya, sudah dua bulan setelah mudik lebaran dia belum pulang lagi.


Britney sudah sampai di rumah Ferdi, ternyata ada tamu di rumah itu.


Britney melangkah masuk dan tersenyum melihat beberapa orang di ruang tamu.


Malam ini ada tamu dari keluarga Husein. Ingin melamar adiknya Evan yang bernama Maeva Fahrani.


"Om Ferdi, dia siapa?" Tanya seorang pria muda.

__ADS_1


"Dia keponakan saya." Ucap Ferdi.


Britney tadi hanya menyapa mereka dan langsung masuk ke kamar. Evan mengikutinya dan menyuruhnya untuk ikut bergabung ke ruang tamu. Tapi Britney menolak, dia merasa lelah. Britney lalu menceritakan tentang Bram kepada Evan.


"Pak Ferdi, apakah dia sudah menikah?" Tanya calon ayah mertua Maeva.


"Belum, tapi dia akan segera menikah." Ucap Ferdi dan Sarah hanya diam mendengarkan suaminya.


Ferdi menutupi masalah Britney didepan orang lain. Ferdi juga sangat mengenal Britney, apalagi kalau sampai keluarga ini juga melamar Britney dan mereka tidak tahu kalau Britney berbeda keyakinan.


"Syukurlah, anak gadis kalian cepat memiliki jodoh." Ucap calon ibu mertua Maeva.


Maeva tampak canggung, mereka bahkan juga tidak mengenal Maeva yang sifatnya sangat keras kepala. Berbeda dengan Britney yang masih bisa berfikir waras.


Mereka sudah selesai dan Maeva memberi waktu untuk menjawabnya nanti dan dia mengatakan akan sholat istikharah dulu.


Keluarga Husein tampak senang dengan jawaban Maeva, dan sang calon suami hanya menunduk dan tidak berkata apapun.


Setelah mereka pergi. Maeva melepas hijabnya, Sarah hanya diam dan Ferdi tidak bisa berkata apapun.


Britney mendekati Maeva. "Kamu tidak ingin menikah dengan dia? harusnya langsung bilang saja, kenapa harus memberi waktu?"


"Kamu tahu apa, soal aku?" Ketus Maeva.


"OK, aku tidak mengenal kamu. Kamu sudah berubah semenjak dia pergi."


"Kamu membahas itu lagi." Kesal Maeva.


Mereka berdua memiliki masa lalu, mencintai pria yang sama. Sekarang pria itu sudah berkeluarga. Britney sudah mengalah, tapi Pria itu pergi, tidak ingin terlibat dengan dua gadis itu.


"Sudah masa lalu, dua adik perempuan sangat menyebalkan." Sahut Evan.


Ferdi dan Sarah tidak melerai keduanya.


"Abah, seperti saudara perempuanku tidak ingin menikah." Ucap Britney.


Ferdi berharap semua sudah harus menikah tahun ini, Evan sudah berusia 29 tahun, Britney sudah 27 tahun, dan Maeva 26 tahun.


Britney mengatakan kalau sebentar lagi dia juga akan menikah. Ferdi yang harus menikahkan Britney nantinya dan harus menjadi wali dari Britney.


"Kamu mau mualaf? Serius?" Tanya Maeva.


"Iya, sepertinya calon suamiku nanti seorang muslim. Kamu segeralah menikah. Tadi calon suami kamu terlihat tampan." Britney dengan menggoda.


Maeva terpengaruh ucapan Britney lalu berkata kepada Abah dan Mamah kalau dia mau menerima lamaran itu.


Evan merangkul Britney "Kamu sungguh keterlaluan."


"Bukankah abang yang mengajariku." Ucap Britney.


Britney merasa Maeva harus segera menikah, agar tidak ada lagi masalah diantara mereka berdua. Britney berharap bisa akur lagi dengan saudara perempuannya.


.


.


.


Semoga kalian semua suka dengan cerita ini, jangan lupa Like, Komentar, Rate dan Vote untuk cerita ini. Terima Kasih semuanya 😍


__ADS_1


__ADS_2