
Pras dan Britney menikmati senja berduaan,
Berjalan dan saling menggenggam tangan,
Tampak serasi dan menjadi pusat perhatian,
Tersenyum dan saling melempar gurauan.
Setelah dari kantor RM, Birtney ingin ke fastival kuliner yang tidak jauh dari kantornya, walaupun sudah lelah bekerja, tapi Britney ingin jalan- jalan. Suaminya tidak bisa menolak keinginan ibu hamil, yang merengek gemas setelah membaca iklan di media sosial.
"Sayang, apa kamu tidak capek?" Tanya Pras.
"Tidak Mas, aku suka disini. Aku pengen jajan, tapi masih bingung, takut mual." Jawab Britney.
Setelah kemarin debat masalah ruangan kerja, hari Pras tampak senang melihat istrinya yang tampak sehat dan lebih ceria.
Pras melihat gambar es krim dengan topping buah mangga, gambar di poster stand tenda kuning, tampak menarik mata Pras dan Britney belum melihatnya.
"Sayang, ayo kita kesana." Ajak Pras.
Britney menoleh suaminya yang tersenyum gemas, Britney juga jadi gemas lalu memeluk pinggang suaminya di depan umum.
"Mmmss... Kamu kenapa??" Tanya Pras.
"Tidak apa-apa, pengen aja meluk suamiku." Jawab Britney lalu berjalan lagi.
Pras berganti, tangan kirinya merangkul pinggang sang istri dan berjalan mesra. Britney juga tidak melepas tangan kanannya, malah menyandarkan kepalanya ke dada suaminya.
Mereka sudah ada di stand Yummie ICE CREAM.
"Uuu.. Suamiku jeli juga ya, aku malah enggak lihat." Ucap Britney saat menatap ice crem vanila dengan topping mangga yang segar. Potongan mangga yang manis dan saos mangganya terasa segar. Perpaduan rasanya yang uwuh. Manisnya vinila ditambah kesegaran buah mangga, bikin ibu hamil ini kesenangan.
Pras menatap istrinya dan menyentuh bibir Britney yang terkena ice cream. Britney mengeluarkan tisue basah dan mengelap tangan suaminya. Pras tersenyum dan ingin sekali menggigit bibir manis istrinya, tapi ini di tempat umum.
Pras mengambil sendok putih yang tertusuk di atas ice cream miliknya, Pras memilih ice cream coklat dengan topping buat strawberry dan jelly.
"Emmss... Aku mau nyobain punya Mas." Pinta Britney.
Pras menyuapi istrinya dan Britney juga suka, tapi sepertinya bumil ini memang cocok yang rasa mangga.
"Masih segar punya aku Mas. Ini Mas cobain." Ucap Britney dan menyuapi suaminya.
Pras merasakan kesegeran ice cram milik istrinya itu dan berkata "Iya ini segar, dedek utun pasti juga suka."
Britney mengelus perutnya dan berkata "Dedek sayang, kamu pasti senang. Papa kamu sayang banget sama kamu."
Britney dengan suara gemasnya, Pras mencubit bibir manisnya Britney dengan pelan.
"Mmmss.. Mas.. Malu ah... Kita dilihatin orang." Ucap Britney dengan senyum.
Mereka duduk di kursi depan stand ice cream itu, sore hari yang tampak cerah. Banyak orang yang menikmati kuliner sore itu. Festival yang sudah berjalan beberapa hari ini, akan di tutup hari sabtu nanti dengan acara musik dan seni dari berbagai daerah. Di lapangan yang luas dan stand kuliner juga dari berbagai daerah. Bukan hanya makanan tradisional dari seluruh daerah, tapi ada juga yang menyajikan kuliner kekinian dan khas dari luar negeri.
Setelah dari stand ice cream Britney ingin mencari standa jajanan yang selalu tampil dalam drama korea yang Britney tonton.
Yuupss!!
Tteokbokki, ini juga salah satu jajanan yang ada di festival itu. Makanan Korea yang berupa tteok dari tepung beras, dimasak dengan bumbu gochujang (pasta cabai) yang pedas dan manis. Ditambah irisan daun bawang dan juga taburan wijen yang sangat gurih. Tadi Britney memilih yang original, dengan level kepedasan biasa dan ditambah keju mozarella, jadi tidak terlalu pedas untuk Britney yang tidak doyan pedas.
"Mas mau?" Tanya Britney.
Pras menggeleng, tapi Britney memaksa sang suami, untuk mencoba jajanan yang selalu wira wiri di drama korea itu.
__ADS_1
"Mmss... Enak juga, tapi aku lebih suka cilok." Ucap Pras.
"Aaahhh..... Mas gitu tetap saja rasanya beda. Mmss... Ngomong, ngomong soal cilok, disini dimana tempat yang jual cilok." Ucap Britney.
"Kamu pengen cilok lagi?" Tanya Pras.
"Tidak, aku pengen bakso bakar." Jawab Britney.
"Tadi stand depan ada bakso bakar, kenapa enggak bilang." Ujar Pras.
"Tadi disana banyak gadis, masak kamu ikut antrian para gadis. Aku enggak mau." Ucap Britney.
"Kamu ini lucu banget sih, kalau gitu nanti kesana. Beli tinggal pesan saja, tidak usah ikut antrian. Pasti nanti juga dapat." Ucap Pras.
Britney tersenyum dan suaminya memang benar, buat apa pusing mikirin gadis. Lagian suaminya juga sudah milik Britney.
Mereka para gadis yang melihat hanya menghalu saja. Britney tersenyum, Pras menatap heran dan bertanya "Kenapa senyum-senyum sendiri?!"
"Aku heran saja Mas, kenapa dulu kamu banyak penggemar dan mereka bilang suamiku. Jadi ingat saja, misal kalau sekarang masih ada yang bilang begitu, mereka halunya ketinggian." Ucap Britney dengan gemas.
"Terus sekarang, apa kamu masih cemburu??!" Tanya Pras.
"Kalau sama teman kantor dan saudara udah enggak. Tapi entah kenapa kalau sama Elleanor dan Helga aku enggak suka. Mas masih suka chat sama mereka. Aku jadi semakin enggak suka." Jawab Britney.
"Mereka tanya soal apliksinya itu, apa aku harus cuek, tapi sekarang udah enggak. Kenapa kamu harus cemburu sayang. Eeemmss." Ujar Pras dan mencubit pipi Britney.
"Iya, Mas... Ayo kita cari Masjid dulu. Udah mau maghrib." Ucap Britney.
Pras mengerti, istrinya memang masih tidak suka dengan kedua perempuan itu.
Memang benar, tidak ada pertemanan untuk pria atau wanita yang sudah menikah. Pras tetap saja menyamakan Helga dan Elleanor, seperti dengan Fika, Maristha dan juga Annisa, hanya sekedar teman jadi tidak masalah. Tapi istrinya sangat tidak suka, tetap saja mereka lawan jenis, bisa saja ada rasa suka dalam hati para wanita itu.
Britney baru selesai sholat maghrib berjama'ah, tampak terburu- buru berjalan ke toilet wanita yang ada di Masjid itu.
"Maaf." Ucap Britney, yang sekilas melihat ke wajah wanita itu, dan langsung masuk ke toilet.
Wanita itu hanya menoleh dan sekilas pernah bertemu. Britney yang tadi buru-buru masuk ke dalam toilet, ternyata mual dan muntah-muntah.
"Mmsshh..." Keluh Britney.
Wanita itu masih di dekat toilet dan mendengar Britney yang sedang muntah-muntah.
"Apakah dia muntah??" Tanya dalam hati wanita itu, dan lanjut berjalan ke tempat parkiran.
Pras sudah selesai berdo'a, berjalan keluar Masjid.
Pras yang sudah di luar, tapi tidak melihat istrinya, padahal tadi janjian untuk bertemu lagi di teras depan pintu utama Masjid.
Dua gadis yang tampak mengenal Pras dari jauh menatap Pras.
"Helga, bukankah itu Prasetya." Ujar Ellanor yang hendak menyetir mobil.
"Iya, sepertinya Prasetya." Ucap Helga.
"Jadi tadi loe sholat di Masjid, sama Prasetya dong." Ujar Elleanor.
"Apaan sih, dia udah punya bini juga." Ucap Helga.
"Heehh.... Gue tahu loe emang demen kan sama Prasetya." Ujar Elleanor.
Helga menatap Elleanor dan berkata "Mau gue suka atau enggak, itu urusan gue. Bukan urusan loe. Emang dia udah ada bini, apalagi sekarang bininya hamil."
__ADS_1
"Woooww... Loe malah tahu semua tentang dia. Gue jadi penasaran sama kalian." Ucap Elleanor yang menggoda.
"Waktu itu enggak sengaja aja ketemu. Dia lagi cari buku buat istrinya yang hamil, terus gue bantuin nyari buku ibu hamil gitu doang. Lagian emang dia sayang banget sama bininya, jadi gue respect aja sama pria yang begitu." Ucap Helga.
Pras masih berdiri di depan Masjid dan Britney datang mendekati suaminya. Pras langsung memegang wajah istrinya yang pucat.
"Sayang, kamu kenapa? Kamu muntah lagi?" Tanya Pras seraya tangannya mengelus pipi istrinya.
"Heemmss... Aku muntah lagi, tadi selesai sholat aku langsung keluar. Untung aja toilet enggak antri." Jawab Britney.
Pras memeluk istrinya dan mengajaknya ke mobil. Helga dan Elleanor menyaksikan pemandangan sepasang suami istri itu. Elleanor sampai tidak berkedip dan Helga juga tertegun saat melihat mereka.
"Emmss.. Dia istrinya?? Perempuan yang loe cari - cari buat loe jadiin model?!" Ujar Elleanor.
"Iyaa, berarti memang benar. Waktu itu di Cafe, dia nyusul suaminya." Ucap Helga.
"Terus loe enggak nyamperin dia, katanya loe mau minta dia jadi model brand loe yang terbaru." Ujar Ellanor.
"Ya enggaklah. Pastinya Prasetya juga enggak mungkin ngijinin bininya jadi model. Apalagi bininya itu wakil direktur. Mana mungkin mau jadi model brand gue, Ellanor!!" Balas Helga.
"Loe barusan bilang apa? Wakil Direktur??!" Tanya Elleanor yang tidak tahu hal itu.
"Iya, gue tahu waktu di toko buku itu. Pras bilang, dia enggak bisa bikinin gue aplikasi soalnya harus bantuin kerjaan bininya, waktu itu bininya harus istirahat. Makanya, gue tahu kalau Prasetya itu perhatian dan sayang sama bininya." Ucap Helga.
Kedua wanita itu akhirnya pergi, setelah melihat Pras dan Britney masuk ke dalam mobil. Mobil putih yang Pras kendarai juga pergi lebih dulu meninggalkan halaman parkiran Masjid.
Jadi memang benar, mereka hanya bertemu tidak sengaja, tapi perasaan istri itu memang peka dan mungkin benar, kalau Helga ada rasa suka.
Untung saja hanya suka, bila nekat dan tidak terkendali apa Pras bisa menahannya. Lalu apa jadinya nanti kalau itu terjadi, Britney pasti tidak akan bisa memaafkan suaminya.
Walaupun itu si perempuan yang suka, tetap Pras juga salah, telah memberikan kesempatan ular betina bergerak bebas mendekatinya, semakin dekat, dan perlahan akan melilit Pras hidup-hidup.
Auuuuhhh!!!
Eittss... Setelah kejadian Britney ngambek waktu itu, Pras mengganti nomor ponselnya dan selalu pergi bersama sang istri. Demi istri yang sedang hamil, dan Pras juga tidak ingin ada masalah dengan kehamilan istrinya.
Apalagi pernikahan mereka baru seumur jagung, lebih baik mengalah untuk istrinya dan menjaga rumah tangganya. Pras juga waspada dari para ular betina yang berkeliaran dan hendak mendekatinya.
Hadeeeh!!
"Mas, tadi aku enggak sengaja nabrak Helga." Ucap Britney.
"Kamu ketemu dimana?" Tanya Pras.
"Di toilet Masjid. Dia keluar pintu toilet, terus aku buru-buru masuk. Tapi aku yakin, tadi itu Helga." Jawab Britney.
Pras menoleh ke arah istrinya dan berkata "Aku tidak ketemu dia. Aku nungguin kamu, di tempat kita janjian."
"Iya, aku tahu Mas. Aku cuma cerita aja sama kamu. Tapi sepertinya orangnya baik." Ucap Britney.
"Sudahlah sayang, mau baik atau enggak. Yang penting sekarang kamu mau makan apa?? Tapi yang enggak buat kamu mual. Sudah beberapa hari ini kamu sering muntah sayang." Ujar Pras.
"Emmss.. Aku bingung Mas. Pengen makan, tapi takut mual, terus kalau muntah lagi gimana?!" Ketus Britney.
Tangan kiri Pras mengelus rambut istrinya dan memegang tangannya, lalu menciumi tangan istrinya itu dan berkata "Sayang, aku cinta sama kamu. Kamu juga harus semangat buat anak kita."
"Iya Mas bojoku... Mas... Mas, beliin kelapa muda," Rengek Britney.
Pras sambil melihat jalanan, sudah gelap, pasti sudah jarang penjual kelapa muda. Tapi demi sang istri tercinta, tidak masalah mencari penjual buah kelapa muda.
__ADS_1