
" Tok..tok..tok..” suara ketokan terdengar cukup keras memaksa Niah terbangun dari tidurnya, matahari pagi menembus jendela kamar yang tetutup dengan gorden putih transparan membuat mata Niah yang baru saja terbuka terasa ngilu, diliriknya sahabatnya Anita yang masih terbalut mukena dibuai mimpi, tampaknya sehabis sholat subuh Anita tidur kembali. Perlahan Niah beranjak menuju pintu , walau sedikit ragu karena ia takut jika komplotan Ninis mampu melacak keberadaannya, tapi mengingat hari sudah terang dan keamanan rumah cukup terjaga Niah memberanikan diri membuka pintu.
“Deg” jantung Niah tersentak melihat sosok pria berwajah oriental berdiri tepat di depannya , wajah yang sangat familiar bagi Niah. Tatapan mereka beradu seakan sama-sama bingung dengan keberadaan satu sama lain.
“ Eh…maaf , kenapa kamu ada di sini? , mana Anita ?” sebuah pertanyaan memecah kebingungan masing-masing keluar dari mulut pria itu.
“ Anita masih tidur…aku sahabatnya Anita dok” jawab Niah setelah mempu menguasai perasaannya.
“Ooo…saya Arya , kakaknya Anita” hanya itu yang keluar dari mulut pria itu.
Anita tebangun mendengar percakapan Niah dan kakaknya, ia segera belari menuju pintu kamar “eh …kakak, kapan kakak pulang ?” ucapnya sambil mencium punggung tangan kakaknya itu sambil tersenyum bahagia.
“ sejak semalam, tapi kok saya tidak melihat tamu mu ini datang” ucap Arya melirik Niah yang sejak tadi mematung karena tidak menyangka pria itu adalah kakaknya Anita.
__ADS_1
“ Oh…mungkin Niah datang sebelum kakak pulang, karena aku juga tak melihat kakak pulang” jawab Anita sambil mengedipkan matanya pada Niah, sementara Niah hanya mengangguk mengiyakan perkataan Anita.
“ oh ya..mengenai jenazah korban kecelakaan dua hari lalu itu urusannya belum beres, polisi mencurigai saya menyembunyikan saksi…mana temanmu itu? ia melibatkanku dalam masalah ”. Ucapan Arya terdengar sedikit kesal membuat Niah merasa tersudut karena merasa itu adalah kesalahan dia.
Anita melirik Niah menyuruhnya untuk bicara. “ Maaf dok, sebenarnya aku yang minta tolong Anita untuk itu, karena aku tidak tidak tau alamat keluarganya” ucap Niah terbata-bata.
Seketika tatapan Arya berubah dingin mengetahui kenyataan itu “ oh…jadi kemana kamu malam itu? aku mencari-carimu kemana-mana tapi tak menemukanmu” suara Arya agak meninggi mengucapkan itu membuat Niah semakin merasa bersalah.
Usai sarapan Niah menceritakan semua kejadian yang menimpanya hingga akhirnya ia berarda di rumah itu. Persaan Arya mengharu biru mendengar semua penuturan Niah, ada rasa kasian dan sesal karena telah mencurigai Niah. “ kalau begitu, kita harus melaporkan semua ini di kantor polisi agar semuanya menjadi jelas” ucap dokter Arya.
Dari Tv ruang tamu terdengar berita pagi yang menghebohkan seisi rumah , beberapa Art tengah asyik mengobrol tentang berita terhangat yang menghiasi layar kaca sejak tadi pagi. Seorang anak pengusaha furniture tertangkap kamera sedang melakukan adengan yang tidak senonoh dengan pengusaha kayu terbesar Kalimantan, itu yang berita yang menghiasi layar kaca pagi ini.
Arya penasaran melihat para mba-mba Art yang mengobrol dengan Asyik sambil berbisik-bisik. “ ada apa ini ? , kenapa kalian pada ngumpul disini ? Tanya Arya pada mba Indah , wanita yang paling semangat mengobrol . “eh..anu mas..ituu…” ia menunjuk layar tv led lebar yang terpajang di dinding ruang tamu. Anita dan Niah mendekat melihat Arya mengobrol dengan para Art , tak disangka para Art itu tebelalak kaget melihat Niah , mereka menutup mulut dengan tangannya seakan melihat sesuatu yang sangat mengejutkan. Melihat tingkah mereka Niah merasa bingung, Arya dan Anita menatapnya dengan rasa iba. Sementara Niah belum menyadari apa yang terjadi.
__ADS_1
Anita segera menyeret Niah ke kamar , takut Niah menyadari apa yang terjadi . Niah pasti sangat malu.
“Niah…kamu yang kuat yah” ucap Anita pelan , tangannya menggenggam erat jemari Niah , ia tak mampu menahan air matanya menyaksikan kemalangan sahabatnya itu.
“Ada apa sih Nit?” Tanya Niah bingung melihat tingkah Anita yang aneh.
“ Niah…videomu…sudah tersebar di mana-mana” jantung Niah seperti terjatuh ke dasar perutnya mendengar kenyataan itu bersamaan itu tagis mereka berdua pecah, Anita memeluk sahabatnya itu berusaha untuk menguatkannya. Sedang Niah menagis sesunggukan , hatinya perih ia merasa kebahagiaan memang sepertinya enggan mendekatinya, baru saja ia selamat dari neraka yang Ninis ciptakan untuknya sekarang Ninis kembali membuat neraka baru untuknya dengan siksaan yang jauh lebih menyakitkan.
Perasaan Niah terguncang , tatapnnya mengabur , kepalanya pusing dan kemudian tak sadarkan diri. Anita panik melihat keadaan Niah ia berteria-teriak memanggil- manggil kakaknya , mendengar teriakan adiknya Arya segera berlari ke kamar di mana asal suara.
Tubuh Niah dibanjiri keringat , ia lemas tak berdaya, Arya berusaha menyadarkannya dengan menyuruh Anita menggosok hidung dan perutnya dengan minyak kayu putih. Keadaan Niah sangat memprihatinkan tak sanggup Anita membayangkan hancurnya perasaan sahabatnya itu , terlebih lagi perasaan orang tuanya Niah, bagaimana mereka menghadapi kenyataan pahit itu.
__ADS_1