Pelarian

Pelarian
Pelakor


__ADS_3

Pelakor


Akhir-akhir ini, Nadine merasa semesta berpihak padanya. Semuanya serba menyenangkan. Mulai dari keberhasilannya menyelesaikan tugas akhir, banyak yang menggunakan jasanya untuk memfoto makanan hingga produk kecantikan, lalu teman-teman kosnya yang begitu suka berbagi makanan terutama di saat ia mengerjakan tugas akhir, hingga Heru yang selalu ada di saat ia butuh bantuan.


O ya, hampir lupa, pun demikian juga dengan aktivitasnya bersama komunitas taman siswa yang berjalan dengan lancar. Bahkan belakangan, komunitas taman siswa yang merupakan gerakan sosial yang digagas oleh teman-teman kampusnya untuk memberikan pendidikan gratis pada anak-anak kaum marginal, mendapatkan banyak sekali donasi.


"Alhamdulillah," ujar Nadine saat mengingat apa yang ia rasakan akhir-akhir ini.


Saat ini, Nadine tinggal menunggu waktu wisuda. Untuk mengisi hari-hari selama masa tunggu, Nadine mencari informasi pekerjaan yang sesuai dengan passionnya. Nadine merasa ia harus memiliki pekerjaan sebelum di wisuda. Karena jika tidak, ayahnya pasti akan memaksa Nadine untuk bekerja di kantor ayahnya. Sedangkan Nadine tidak berminat bekerja di kantor.


Nadine menyusuri dengan teliti lowker di situs penyedia lowongan kerja. Ia mengcapture beberapa lowker yang sesuai passionnya. Penyusuran Nadine berhenti saat tiba-tiba terdengar salah satu penghuni kos meneriakkan namanya.


"Mbak Nadiiiinnnnneeee, ada yang nyari di depaaaannnn,"


"Iyaaaa," jawab Nadine tak kalah seru.


"Siapa ya" batinnya. Yang pasti bukan Kian, karena mereka sudah tidak berkomunikasi sejak kejadian di penginapan itu. Heru juga bukan, karena Heru ada tugas keluar kota. Lalu siapa?

__ADS_1


Nadine melongokan kepalanya, nampak seorang wanita yang tengah berdiri membelakanginya. Nadine memperhatikan dengan seksama sosok tersebut. Namun sayang, ia tetap tidak bisa mengenalinya.


"Mohon maaf, mbak siapa ya? Ada perlu apa dengan saya?" Tanya Nadine, ia berdiri tepat di belakang wanita itu. Karen mendengar suara Nadine, wanita itu pun berbalik dan seketika itu juga Nadine menutup mulutnya. Ia terkejut melihat sosok wanita di depannya yang tak lain adalah...


"Ria," ucap Nadine samar.


"Dasar Pelakor," ucap Ria.


PLAK


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Nadine. Nadine membelalak terkejut dengan apa yang baru saja ia alami.


"Perlu anda catat, saya tidak pernah mendekati suami anda, suami Anda yang datang sendiri ke saya, lagipula kami cuma berteman, tidak lebih dari itu, jadi Anda tenang saja, saya tidak berminat mengambil suami Anda," Nadine mencoba tetap tenang. Ia menghela nafas berkali-kali untuk menghalau emosinya. Nggak lucu baginya, kalau ia dan Ria saling baku hantam hanya karena laki-laki.


"Halah, jangan ngeles, saya tahu, kamu belum move on dari suami saya, sudahlah, mengaku saja,"


Nadine mengepalkan tangannya. Ia seketika sadar akan sebuah fakta setelah mendengar ucapan Ria, bahwa Heru belum menjelaskan yang sebenarnya soal status hubungan Nadine dan Heru kali ini yang tak lain hanyalah sekedar teman saja, bagi Nadine.

__ADS_1


"Saya sudah ikhlaskan Mas Heru menikah dengan Anda, apalagi pernikahan Anda dan Mas Heru adalah bentuk bakti mas Heru ke orangtuanya, saya tidak keberatan sama sekali,"


"Bentuk bakti?" Ria mengulang perkataan Nadine. Ia tak paham dengan penjelasan Nadine..


"Iya, bentuk bakti Mas Heru kepada orangtuanya, makanya mas Heru menerima dijodohkan dengan Anda," jelas Nadine.


Sejenak, Ria mengerutkan dahinya, ia nampak berusaha memahami penjelasan Nadine.


"Kami menikah karena keinginan kami masing-masing, bukan karena dijodohkan,"


Satu kebohongan terbongkar.


Nadine tak menyangka Heru membohonginya.


"Sudahlah, pokoknya aku mau kamu berhenti menjalin hubungan dengan suami saya, dalam bentuk apapun,"


"Oke, dengan senang hati,"

__ADS_1


"Baik, saya pegang kata-kata Anda, tapi jika Anda melanggar, ingat saya bisa melakukan sesuatu hal yang lebih dari ini. Camkan itu," ancam Ria seraya mengarahkan telunjuknya ke wajah Nadine. Kemudian ia pun beranjak pergi dari kos Nadine. Sementara itu, Nadine masuk ke dalam kamarnya, ia bergegas memblokir sebuah nomor yang bernama 'Mas Heru'.


__ADS_2