Pelarian

Pelarian
Melarikan Diri


__ADS_3

Mendengar tangisan Niah yang makin mengiris hati sontak Reza memeluk tubuh wanita itu, ada perasaan bersalah menjalar di hati dan pikirannya, ia masih tak mengerti mengapa wanita yang pernah jadi kekasihnya itu ada di tempat seperti ini. 


Ingatannya kembali merambah ke kejadian dua tahun lalu saat ia harus meninggalkan Niah karena dipaksa menikah dengan wanita pilihan ibunya. Ia tidak pernah bermaksud meninggalkan Niah tapi karena ibunya tak henti-hentinya mendesaknya hingga mengancam untuk bunuh diri jika Reza tidak menuruti kemauannya.


“Ini semua gara-gara kamu…ini semua karena kamu!!” Niah berteriak-teriak sambil terus memukul-mukul dada bidang Reza diiringi tangis yang tak jua berhenti. Dua tahun tak cukup untuk melupakan pengkhianatan Reza padanya, dua tahun tak cukup untuk menghapus rasa sakit hati yang ditorehkan lelaki itu padanya.


 Tangisnya semakin menjadi tatkala Reza membenamkannya dalam dekapan hangat, ada rindu, cinta, amarah dan kecewa yang bercampur jadi satu dalam tangis yang terdengar sangat memilukan. Reza tak berkata apapun, ia membelai lembut rambut wanita yang pernah ia cintai itu bahkan sampai detik ini ia masih mencintainya.


Reza melepaskan dekapannya, di raihnya dagu wanita cantik di depannya itu kemudian perlahan menghapus air mata yang terus berjatuhan membasahi pipinya yang tirus.


“ Maafkan aku Niah…, tak pernah sekalipun aku berniat mengkhianati kamu” ucap Reza berbisik, ada embun yang menggantung di matanya yang sebentar lagi akan tumpah. Niah masih terisak, ada sesak yang menghimpit dadanya yang ingin ia tumpahkan pada lelaki yang telah merampas semua kebahagiaannya itu.


“ lalu kenapa saat itu kamu meninggalkan aku Reza?!...kenapa?!! , taukah kamu saat itu aku hamil anakmu?!” teriak Niah penuh emosi. “ Taukah kamu, karena itu aku harus lari dari rumah?!, dan menjalani hidup seperti sekarang ini?!” Niah masih berteriak meluapkan semua emosinya . Reza terkesiap mendengar penuturan Niah, embun yang sejak tadi menghias matanya akhirnya tumpah, ia kembali mendekap Niah degan erat  ada sesal yang teramat dalam memenuhi rongga dadanya mengetahui kenyataan pahit  yang harus dijalani kekasihnya itu karena dirinya.


“Lalu di mana anak kita Niah?...aku ingin menemuinya, aku ingin memeluknya, aku ingin menebus semua waktu yang telah aku abaikan dengannya” ucap Reza tak kuasa menahan tangis, ada rindu yang bersarang di dadanya untuk anak yang bahkan tak pernah ia ketahui keberadaannya.


“ Bintang…Bintang anak kita…telah tiada Reza… ia telah mendapatkan tempat terbaik di sisiNya….” tangis Niah kembali pecah bayangan wajah lucu Bintang kembali menari di pelupuk matanya, perasaan bersalah dan sesal yang mendalam kini bersarang di hatinya.

__ADS_1


“ Maksud kamu…anak kita meninggal?” Tanya Reza terperangah, hatinya nelangsa, hilang sudah harapannya untuk memeluk dan mencium putera yang bahkan belum pernah dilihatnya, hilang sudah harapan untuk menebus semua waktu yang telah terbuang tanpanya. Reza menangis pilu sambil mendekap Niah , mereka berdua larut dalam kesedihan yang mendalam.


“ lalu kenapa kamu ada di sini Reza?!” Tanya Niah setelah mampu sedikit meredam emosinya. “Apakah kamu mau menghianati istrimu lagi?” sambungnya.


Reza menghela nafas berat , ia menundukkann kepalanya, dadanya kembali sesak mengingat takdir pernikahannya yang  telah usai karena perselingkuhan istrinya.


“ Istriku selingkuh Niah…dan aku tau itu salahku, aku tak pernah memberikan hatiku untuknya…aku tidak mencintainya, sepenggal hatiku ikut bersamamu, aku tak bisa mencintai wanita lain selain kamu” ucap Reza menatap mata Niah sayu. Rindu yang selama ini ia bendung akhirnya tumpah ruah. Ia menatap Niah lekat mencoba mencari binar rindu yang mungkin tersisa untuknya di mata indah dengan bulu mata lentik itu, masihkah ada pancaran cinta dari bola mata bulat milik kekasihnya itu.


“ Itu karma buatmu Reza….”  terdengar ucapan lirih dari bibir mungil bergincu merah milik Niah. Reza hanya tertunduk lesu mendengar perkataan Niah. “Niah…aku dulu terpaksa ninggalin kamu…ibuku tidak setuju hubungan kita, beliau menjodohkan aku dengan  anak temannnya, tapi hingga hari ini aku tidak pernah memberikan hatiku untuknya sampai akhirnya ia selingkuh” jawab Reza masih masih menunduk, wajahnya muram mengingat perjalanan rumah  tangganya yang telah kandas. “Karena rasa putus asa sehingga aku ada di sini…aku mendatangi rumahmu tapi kamu sudah tidak ada di sana…bahkan aku di seret oleh satpam rumahmu saat aku memaksa masuk” penjelasan Reza membuat Niah terenyuh.


Dalam temaram lampu kamar hotel, keduanya larut dalam fikiran dan perasaan masa lalu, masih tergambar sangat jelas segala kenangan indah yang pernah mereka lalui bersama, hampir saja mereka melakukan dosa itu lagi, namun segera tersadar bahwa dosa itulah yang membawa mereka dalam situasai menyakitkan seperti sekarang ini.


“ Niah…kamu harus berhenti sekarang…mari kita rajut kembali kisah yang dulu pernah putus” ucap Reza membelai rambut yang menutupi wajah wanita yang dua tahun ini dalam pencariannya.


“Aku tidak bisa Reza!!...Ninis telah membawaku dalam perangkap yang mustahil aku dapat keluar dari jeratannya” ucap Niah kembali terisak. “ Tapi kenapa?!” sahut Reza mengerutkan dahinya . “ Ninis …teman kita waktu di universitas …ingat kan?!” Reza mengangguk mendengar nama itu. “ Ia banyak memiliki Video tak senonoh ku dengan pria langganannya” suara Niah seperti tercekat di kerongkongan mengatakan hal itu, ada sesal yang menggelayut di hatinya karena telah begitu mudah percaya pada wanita itu, ada amarah  yang begitu besar pada wanita yang telah membawanya pada dunia kelam ini, wanita yang telah memisahkannya dengan sahabatnya Rini, wanita yang membawanya pada lumpur dosa yang tak berkesudahan.


“Apakah seumur hidup kamu mau di sini Niah?!...jika kamu terus-terus tak melawan selamanya kamu akan ada di sini, terperangkap dalam dunia yang gelap ini” tegas Reza. “ lalu apa bedanya sekarang atau nanti ?  semakin lama kamu di sini, semakin banyak sampah yang dia timbun untukmu…berhenti sekarang, atau kamu akan jadi budaknya selamanya !” ucap Reza berusaha merubah pendirian Niah.

__ADS_1


“ Aku ingin sekali pergi dari sini Reza! Tapi bagaimana caranya?,  bagaimana jika Ninis benar- benar menyebarkan Video-video itu, orang-orang akan memandangku jijik dan selamanya akan menghujatku. Bagaimana aku hidup dalam dunia seperti itu Reza?” tangisnya kembali pecah membayangkan keadaan yang harus ia hadapi jika sampai itu terjadi , dan bagaimana dengan orang tuanya? Mereka pasti akan lebih malu lagi.


“ Cepat atau lambat mereka akan melakukan itu juga Niah…saat mereka tak membutuhkanmu lagi, mereka pasti akan bertindak” tegas Reza.


Reza terdiam sejenak, memikirkan jalan apa yang harus ia tempuh, apapun yang terjadi ia akan membawa Niah keluar dari lembah dosa ini. ia yakin kejahatan ini terorganisir dengan baik dan pasti ada pihak yang kuat melindungi mereka.


“Aku akan membawamu keluar dari sini bagaimanapun caranya” ucap Reza “ nggak Za, jumlah mereka tidak sedikit, bodyguardnya di mana-mana, bahkan aku yakin sekarang pun mereka mengawasi kita” ucap Niah pelan.


“ Dan bagaimana jika aku berhasil keluar dari sini?! bagaimana aku menjalani hidupku nanti?” tanya Niah lirih. “jangan khawatir…aku akan terus bersamamu, kita bangun mahligai rumah tangga seperti impian kita dulu Niah…aku tak akan peduli apapun sekarang” ucap Reza bersungguh-sungguh.


Reza segera menarik Niah keluar dari kamar itu, Ia benar-benar nekat, ia tidak menduga kalau di luar hotel tiga orang pemuda bertubuh kekar tengah menanti mereka. Rencana mereka sudah tercium karena anak buah Ninis selalu memasang kamera pengintai untuk setiap tamu yang dilayani Niah dan wanita-wanita lain yang berada dalam jeratannya.


Setelah keluar dari hotel, aksi kejar-kejaran tak dapat dihindarkan, tiga orang pemuda yang sejak tadi mengawasi mereka berusaha mencegat mereka dan mengejar mereka di depan hotel. Reza agak kesusahan menuntun Niah karena pakaian Niah yang sempit dan pendek membuatnya tidak leluasa untuk bergerak. Namun Reza berusaha keras untuk terus berlari, tidak peduli kaki Niah yang terseok karena terbentur pot buga besar depan taman hotel, kakinya yang telanjang karena telah melempar jauh sepatu tinggi yang dipakainya sejak tadi.


Reza berhasil lari hingga pinggir jalan raya , keduanya ngos-ngosan karena kelelahan, mereka berhenti sejenak untuk istirahat, namun tak jauh  dari mereka ketiga pemuda suruhan Ninis itu melihat mereka. Reza kembali menarik tangan Niah segera menyeberang jalan raya tapi naas sebuah truk berkecepatan tinggi datang dari arah barat “ Rezaaaaaaaaaa” teriak niah “bugh” badan Reza terpental ke ujung jalan, sementara Niah hanya bisa berdiri mematung menyaksikan peristiwa tragis yang baru saja terjadi, kerumunan orang mebuat tiga pemuda itu menghentikan pengejarannya terhadap Niah.


“ lari niah…lari!” kata itu yang terakhir keluar dari mulut penuh muntahan darah milik Reza, tubuhnya lunglai terkapar penuh luka, darah berceceran di aspal hitam jalana raya.

__ADS_1


__ADS_2