Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Patriak Sekte


__ADS_3

"huhhh" guman Nenek Hong terdengar.


"bercanda nek, jangan marah nanti cepat tua lho" lanjut Chuan.


Kata kata seenaknya dari Chuan membuat mereka semua tertawa.


"Chuan" panggil bibi fei.


"ada apa bi kog kelihatan serius, bikin aku merinding saja" ucap Chuan.


"serius dikit apa gak bisa" guman Nenek Hong sedikit kesal.


"whahaha" tawa Chuan pecah.


"sudah, lihat Chufei malah gak jadi bicara sama Chuan" ucap Tetua Lifan.


"ada apa bi" tanya Chuan.


"kami semua akan ikut bersamamu, bahkan semua anak juga" kata Bibi Fei.


"ooo,,, baiklah, tapi ada sedikit masalah" ucap Chuan lalu menjelaskan.


Dalam dokumen yang Chuan terima, hutan tersebut adalah hutan suci. Sebagai hadiah dari raja Tian Lang untuk walikota, karena menikahi putrinya. Bahkan wilayahnya lebih luas dari yang disampaikan walikota kemarin.


Yang menjadi masalah adalah, adanya penatua dan tetua tiga yang ingin merebutnya dari kita. Lalu mereka menjelaskan garis besar informasi yang didapatnya hari ini.


Semua terdiam mendengar berita yang begitu mengejutkan.


"lalu apa rencanamu selanjutnya" tanya Tetua Tian.


"aku hanya mengkhawatirkan keselamatan anak anak" ucap Chuan.

__ADS_1


Selama ini dia hanya ingin semua anak anak itu ada yang membimbing dan mengarahkannya. Dia juga pernah kehilangan arah seperti mereka. Ucapan Chuan membuat mereka semua larut dalam pikirannya masing masing.


"bagaimana perkembangan tetua dan yang lain dalam mempelajari kitab pedang naga" tanya Chuan.


"sebetulnya kami pernah mempelajarinya, namun belum menguasai" jelas Tetua Tian.


Setelah mendapat kitab dari Chuan, mereka telah mahir menguasainya. Namun perlu mengembangkannya hingga sempurna.


"apa tahapan kalian semua" tanya Chuan lagi.


"aku ditahap langit tingkat awal" jelas Tetua Tian.


Tetua Lifan dan Gun ditahap bumi, sedang kelima lainnya tahap mahir tingkat akhir. Nenek Hong yang sudah sembuh sekarang tahap mahir juga. Sedangkan Bibi Fei dan anak anak semuanya ditahap menengah.


Tetua Tian menjelaskan semuanya ke Chuan.


"malah tahapanmu yang kami ragukan" lanjutnya. "whahaha, seperti yang tetua ketahui saja, itulah tahapanku" ucap Chuan seenaknya.


"karena tempat baru kita dihutan suci mungkin itu yang akan dipakai untuk nama sekte" ucap Chuan.


"kami setuju pada patriak sekte" ucap Tetua Gun.


"bukan, bukan aku, biarkan aku tetap chuan seperti yang kalian kenal" jelas Chuan.


Patriak Lion adalah yang tepat, karena saat ini Chuan masih dalam bimbingannya. Dan juga karena jasa Tetua Tian yang pernah menolongnya maka ini hadiah darinya.


"sekte hati suci" ucap Tetua Tan terkejut. Chuan hanya mengangguk dan tersenyum.


"kami setuju" lanjutnya dan menjelaskan kebulatan tekadnya.


"tetua satu akan dipegang Chuan, dan tiga tetua lain berurutan setelahnya" ucap Tetua Tian membuat Chuan terkejut.

__ADS_1


"baiklah tapi dengan syarat tetap panggil Chuan seperti biasanya" ucap Chuan memberi penjelasan.


Kalau kedepannya, kelima murid tetua juga menjadi para tetua sekte. Untuk peraturan sekte ditentukan oleh Tetua Tian dan yang lain. Sedang Chuan tidak pernah masuk sekte manapun.


Disekte kita nanti selalu menanamkan kekeluargaan dan kejujuran. Karena slogan anak anak yang sekarang adalah, melindungi orang orang yang kami sayangi. Jelas Chuan panjang lebar.


"baiklah kalau Chuan sudah merencanakan dengan matang" ucap Tetua Lifan.


"lalu rencana kita kesana bagaimana" tanya Nenek Hong.


"aku masih memikirkan hal tersebut nek" jelas Chuan ditambahkan dengan rencananya yang lain.


"mana keranjang yang nenek bawa" tanya Chuan, lalu dua keranjang berisi tanaman obat dikeluarkan Nenek Hong dari cincin dimensinya.


"darimana kalian dapat" ucap Tetua Tian terkejut.


"tapi tanpa tungku kami tidak bisa merubahnya menjadi pil" lanjut Tetua Tian.


Dari cincin naga, Chuan mengeluarkan delapan tungku untuk membuat pil.


"haahhhh" terdengar semua terkejut melihatnya.


"mulai sekarang kami bisa membuat pil" ucap Tetua Gun. "sekarang yang penting untuk yang tahap mahir berkultivasi" ucapnya sambil mengeluarkan apel emas. "apel emas" Tetua Tian terkejut.


"Patriak Lion telah menyiapkan untuk meningkatkan tahapan semua orang yang masih setia pada sekte paair putih" ucap Chuan sambil membagi masing masing satu apel.


"terimakasih, bahkan aku juga akan berkultivasi juga" ucap Tetua Tian.


"untuk paman berlima dan nenek, setelah makan apel minum arak ini" ucap Chuan menyerahkan guci arak yang terdapat qi murninya. Nenek Hong menerimanya, dan selanjutnya semua orang sedang serius berkutivasi. Chuan lalu masuk kamarnya.


# TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANNYA SELAMA INI #

__ADS_1


Maaf tidak dapat menyebutkan nama satu persatu.


__ADS_2