Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# hancurnya Dua Sekte


__ADS_3

Barang berharga, kitab dan koin telah dikuras oleh Chuan. Terdapat pula tumpukan kertas berlogo kekaisaran benua selatan.


Setelah memakai kain segitiga untuk menutupi wajahnya dia menghilangkan ilmu bayangan naga. Dia juga membuka tahapannya dipendekar bumi.


"hiaattt" "bummm" dengan ilmu naga api dia membakar rumah tersebut. Dia lalu melesat keluar, dan disambut puluhan murid sekte.


"siapa kamu" tanya seorang murid sekte.


"aku pendekar hitam, yang akan menghancurkan sekte kalian" jawab Chuan.


"bangs**,, serangg!" Teriak murid tahap mahir mengerahkan teman temannya.


Chuan menghadapi mereka dengan tongkat hitam ditangan kanannya. Dengan ilmu pedang naga api, gerakan Chuan meliuk liuk meninggalkan luka pada mereka.


Tahap pendekar Chuan yang berbeda jauh, dengan mudah dapat melumpuhkan sebagian dari mereka. Sedang tangan kirinya melemparkan api biru kearah bangunan bangunan sekte.


"cukup Chuan" terdengar Patriak Lion mengirim suara kepikiran Chuan.


"whahaha" Chuan tertawa dengan keras sambil melesat pergi.


"jangan kejar, kita bukan tandingannya" teriak seseorang menghentikan temannya yang akan mengejar Chuan.


Separuh murid sekte terluka, ada yang tertusuk, ada yang tangannya patah karena pukulan tongkat Chuan. Tetua Lion terlihat samar didepan Chuan.

__ADS_1


"kenapa tidak boleh menghabisi mereka" tanya Chuan saat tiba dihadapan gurunya.


"nanti aku jelaskan, masih satu lagi yang sering berbuat ulah" ucap Patriak Lion lalu melesat, dan diikuti oleh Vhuan. "lihat dilereng gunung itu" ucap Patriak Lion.


"iya guru, aku melihatnya" jawab Chuan.


"itu sekte bunga racun, berhati hatilah" kata Patriak Lion.


Chuan disuruh menelan dua pil penawar racun. Seperti sebelumnya dia hanya perlu melumpuhkan kekuatan sekte tersebut.


Penyimpanan mereka ada disebuah gua dibelakang bangunan sekte. Ambil hartanya dan bakar racun ataupun tanaman racun yang mereka simpan.


"setelah itu pergi kekota Tiangkun" ucap Patriak Lion sambil menunjukkan arah kota tersebut.


Chuan menelan dua pil penawar racun, lalu melesat ke gua yang disebutkan Patriak Lion. Sambil mengeluarkan ilmu bayangan naga, Chuan sampai dipohon rindang yang tak jauh dari gua.


Wajah dibawah matanya tetap tertutup kain hitam. Dengan cepat dia melesat dan melumpuhkan empat penjaga. Gua tersebut lima puluh meter dalamnya. dibagian dalam terdapat tumpukan harta, puluhan guci besar arak dan banyak peti berisi tanaman dan ular beracun.


Harta berharga Chuan masukkan kecincin naganya. Memeriksa sisi yang lain, ada sebuah kurungan besar. Saat Chuan mendekatinya, ada sepuluh orang yang sedang ditahan.


"siapa kalian" tanya Chuan pelan.


"kami tahanan mereka" ucap seorang diantara mereka. "kalian kuat berjalan" tanya Chuan.

__ADS_1


"tak perlu memikirkan kami, tolong buka surat ini dan sampaikan wasiat kepada keluarga kami" jawabnya sambil menyodorkan surat kepada Chuan.


"surat saya bawa, tapi wasiatnya sampaikan sendiri, dan sekarang telan pil ini" ucap Chuan sambil menyerahkan pil nutrisi hijau.


Semuanya menelan pil yang diberikan chuan.


"trankkk" terdengar Chuan mematahkan kunci kurungan tersebut.


"cepat keluar dan bersembunyi, empat penjaga didepan gua sudah aku lumpuhkan" lanjut Chuan.


Dengan rasa takut, kesepuluh orang yang masih lemah itu meninggalkannya. Saat mereka sudah keluar gua, Chuan lalu membakar tumpukan peti berisi bubuk racun dan bahan racun yang belum dibuat.


Api masih belum membesar, Chuan lalu melesat keluar. Pendekar hitam, kata yang ditulisnya pada dinding bangunan sekte yang akan dibiarkan utuh.


Mengeluarkan ilmu naga api, Chuan membakar empat bangunan besar lainnya. Kemudian melesat lebih keatas dari lereng tersebut.


Dari sebuah pohon yang tinggi sejauh satu kilometer, dia melihat keributan yang dibuatnya. Mata tajamnya dengan jelas melihat dari tempat itu.


"bommbbbb" terdengar letusan yang guncangannya terasa sampai tempat chuan. Api yang membakar peti sudah menyulut arak arak itu. Gua dan sekitarnya longsor karena letusan tersebut.


Longsoran itu menghancurkan beberapa rumah disekte bunga racun. Murid murid sekte yang siaga banyak yang selamat, namun ada juga yang cidera ringan.


Ditempat itu dia membuka surat yang diterimanya. Ternyata isi surat tentang penerus sekte mereka. Dan beberapa penjabaran lain. Bahkan letak kekayaan yang mereka sembunyikan terpapar jelas

__ADS_1


__ADS_2