
Pagi yang cerah, dua puluh orang dari sekte rawa angin keluar dari sektenya. Dua tetua dan muridnya berangkat menyusuri sungai. Dua atau tiga desa telah mereka lewati. Saat mampir dikedai mereka mendapatkan berita yang mengejutkan. Sekte bulan merah diobrak abrik oleh pendekar hitam.
Keseruan kabar yang mereka terima menimbulkan tanya dan keresahan. Bahkan para tetua dan murid sekte tersebut saat ini menyebar kewilayah klan wang dan sebagian memasuki wilayah klan tian.
"setidaknya ada tiga pendekar langit disekte itu" guman seorang tetua sekte rawa angin. Banyak tanya yang terpendam dipikiran mereka. Bagaimana seorang diri bisa menyatroni sekte.tersebut.
*****
Sementara sekte hutan suci didatangi dua kepala desa dan beberapa perwakilan warga. Desa mereka berada ditepi hutan dan termasuk desa miskin diklan tian. Sebagian besar warganya berprofesi sebagai pemburu, tapi ada juga yang bekerja diladang. Namun akhir akhir ini ada sekelompok perampok yang menjarah warga.
Meskipun sebagai pemburu namun tahap pendekar mereka hanya tahap awal. Jadi mereka tidak sampai masuk hutan yang lebih dalam.
"saat ini kami tidak bisa menyediakan rumah untuk kalian" ucap Chuan setelah mendengar penuturan mereka.
"kami hanya minta diijinkan tinggal diwilayah tuan muda" ucap kepala desa.
"bagaimana saran para tetua" ucap Chuan.
Para tetua yang ditanya, kemudian saling berunding. "seandainya mereka tinggal dipinggir hutan bagaimana?" Tanya Tetua Tian mewakili tetua yang lain.
"bagaimana jawaban kalian" Chuan melempar pertanyaan para tetua kepada orang orang tersebut.
__ADS_1
"bagaimana keputusannya kami terima" jawab wakil mereka.
"seandainya tidak semua warga, kami perbolehkan bagaimana" tanya Chuan.
"kami terima keputusan Tuan Muda, kalau boleh kami ingin tahu alasannya" ucap seorang kepala desa penasaran.
"baiklah, besok kami akan kedesa kalian" ucap Chuan. "sebelum aku putuskan, harap tidak masuk ke hutan suci kecuali hanya berkunjung" lanjut Chuan.
"baik, tuan muda" ucap mereka.
"panggil aku Chuan saja" kata Chuan membuat mereka bingung.
"dia tidak mau segala penghormatan dari kita semua" jelas Teikong.
"siapkan dua rumah kita untuk menginap tamu lain yang akan datang" ucap Chuan yang telah diberitahu Patriak Lion tentang tetua dari sekte lain yang menuju tempat ini. Ucapan Chuan membuat mereka semua bengong. Namun Chuan hanya beranjak dari dojo dan menuju rumahnya dengan santai.
"guru darimana saja" tanya Chuan.
"menyusuri sungai" ucap Patriak Lion.
"adakah yang membuat guru penasaran" tanya Chuan.
__ADS_1
"tak ada, selain berita yang aku berikan" ucap Patriak Lion. "namun aku ada permintaan untukmu" ucap Patriak Lion.
Dia ingin Chuan memasukkan kotak ruang dimensi kedalam cincin dimensi dan menanamnya dimeja. Untuk sekitar lima atau enam bulan kedepan, dia perlu memantapkan tingkat jiwanya.
Sementara itu, Chuan harus memikirkan semuanya sendiri. Sering ajak yang lain untuk mengutarakan pemikiran mereka. Banyak yang Patriak Lion sampaikan, karena sudah saatnya untuk Chuan mulai berpikir dewasa.
"iya guru, aku mengerti" ucap Chuan.
"tapi tetap bimbing dan tegur segala Kesalahan dan kekuranganku" lanjutnya
"mulailah untuk waspada pada setiap perubahan di alam ini" jelas Patriak Lion.
Semakin sering Chuan mengedarkan kekuatan jiwanya, maka secara tak langsung akan membantunya untuk lebih kuaat. Setiap hatinya merasakan sesuatu yang janggal, langsung saja untuk melepaskan kekuatan jiwa dan ilmu menembus samudra yang telah Chuan kuasai. Dan banyak lagi pesan dalam penjelasan yang Patriak Lion sampaikan.
"terima kasih guru" lanjutnya sambil melaksanakan perintah Patriak Lion. Meja itu ditata rapi, diletakkan dibawah jendela dengan diberi satu kursi. Mulai saat ini kamar tersebut selalu tertutup, dan hanya dimasukinya saat hendak kultivasi. Sedang untuk beristirahat dikamar satunya.
Hari berlalu dengan damai di sekte hutan suci. Saat senja beranjak malam, sekte hutan suci kedatangan tamu. Para tamu diterima para tetua didalam dojo. Ternyata tetua dan murid sekte rawa angin bersikap sopan dan bersahabat. Terlihat mereka berbincang santai sambil duduk dilantai dojo yang terbuat dari kayu halus.
Mereka memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud kunjungannya. Sekte mereka berdiri didaerah rawa seluas 5km2. Sedang yang didirikan sekte hanya 1km2, karena hanya seluas itu yang tanahnya padat dan bisa didirikan bangunan diatasnya. Dan juga diceritakan penemuan mereka tadi pagi.
"sebaiknya tetua dan para murid tidak meneruskan penelusurannya" ucap Tetua Gun setelah mendengar penjelasan mereka.
__ADS_1
"kami ada kepentingan lainĀ untuk itu" jelas tetua satu sekte rawa angin.
Siapapun yang sudah melakukan perbuatan tersebut. Pihak sekte akan mengajak untuk kerjasama. Saat ini diklan wang sebagian besar sekte menengah dan kecil sedang krisis keamanan.