Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Surat Dari Rouyan


__ADS_3

"sebenarnya apa yang kalian inginkan" tanya Rouyan tenang. Dia berharap agar mereka tidak menyentuh Chuan dan orang orangnya. Itupun demi kebaikan semua orang.


"hahaha,,, meskipun hanya pendekar suci, kau cukup tenang dengan nama besar kami" jelas Wu Tong. Tahapan Rouyan bukan sesuatu yang bisa berunding dengan organisasi pembunuh. Namun dia diajak ketempat tersebut untuk menjelaskan maksudnya datang kewilayah mereka.


Selain itu, mereka meminta Rouyan untuk menjelaskan identitasnya. Serta identitas Chuan dan seorang anak yang bersamanya.


"hahaha,,, untuk apa aku harus menjelaskan pada kalian" ucap Rouyan sambil tertawa.


"tak pantas kau bicara seperti itu" teriak pembunuh topeng emas.


"kami sudah sabar dengan mengajukan pertanyaan padamu" sahut yang lain.


"maaf, aku tidak dapat menjelaskannya pada kalian" ucap Rouyan tenang.


"anjing, tak tahu diuntung" ucap pria paruh baya.


"paksa saja dia untuk bicara"


"hajar,, kalau tak mau bekerjasama"


"habisi saja" yang lain mulai bersahutan. Sedang Wu Tong melepaskan tahap kultivasinya, karena tersulut emosinya atas sikap Rouyan.


Tekanan yang kuat dirasakan ketiga pria paruh baya dan para pembunuh topeng emas. Mereka mengeluarkan energinya, untuk mrnghalau tekanan yang meluas.


"hahaha,,, aku sudah berbaik hati untuk mengajak berdamai" jelas Rouyan. Ketenaran telah membuat mereka sombong dan buta hatinya. Rouyan juga minta maaf kalau tak bisa membiarkan mereka terus merajalela.


"saatnya kalian tahu siapa anjing dan siapa yang singa" lanjut Rouyan sambil melepaskan tahap kultivasinya. Setelah itu aray formasi yang dipasang diaktifkan dan membuat orang yang diluar tidak bisa mendengar apa yang terjdi.


"sring,, sring,, dug,,," terdengar suara yang diikuti dua kepala pembunuh topeng emas yang jatuh kelantai.


"kau,,," teriak Wu Tong terkejut melihat kecepatan dan kekuatan Rouyan. Wajahnya menyiratkan rasa tak percaya akan apa yang dilihatnya.


"tak ada orang yang bisa mengancam orang yang aku lindungi, bahkan termasuk kalian" ucap Rouyan.


"sss sse se senior,,, maafkan kami" ucap Wu Tong bermuka memelas.


"apakah pernah kalian melepaskan target yang ditetapkan" ucap Rouyan.


"oohhhh,,," guman semua yang hadir terkejut dihatinya. Baru kali ini pemimpin organisasi dan para petingginya merasa keder berhadapan dengan orang lain.


"hiaatttt" teriak Rouyan sambil melancarkan serangan ganasnya. Tanpa basa basi dia langsung menghabisi semua yang ada ditempat tersebut. Wu Tong hanya sempat menahan beberapa jurus sebelum dia tewas.

__ADS_1


Setelah menggeledah mereka semua, Rouyan segera menghilangkan formasi yang dipasangnya. Lalu menyusuri semua ruang yang ada. Dari ruang belakang, dia menemukan lorong yang teesembunyi dibalik almari kayu.


Menyusuri lorong yang tak terlalu panjang, sampailah Rouyan dikomplek pertokoan yang dimiliki klan wu. Tak menunggu lama, dia menyatroni beberapa toko dan malam itu juga dia melesat kearah benua selatan.


Malam telah berlalu, pagi pun mulai beranjak siang. Kegemparan terjadi saat para pelayan melakukan pekerjaan rutin dirumah tersebut. Penatua klan wu yang masih hidup terlihat bingung hendak memutuskan tentang musibah tersebut.


"entah kita beruntung atau sial"


"dengan terbunuhnya patriak, pemimpin organisasi akan dikuasai oleh orang luar"


"klan kita hanya kamuflase untuk markaa besar"


"biarlah itu terjadi, tapi patriak dan enam penatua ikut terbunuh"


"iya, apa kita perlu membalasnya"


"meskipun akan banyak kecaman yang datang, tugas kita hanya membangun kembali prestise klan wu"


Keempat penatua terus berunding tentang langkah yang akan mereka ambil. Seorang penatua yang merangkap sebagai komandan prajurit, meminta untuk membenahi situasi dulu. Dua ribu prajurit klan tak bisa dibandingkan dengan sekte hutan suci.


Meskipun jumlah yang sama dimiliki sekte tersebut, tetapi masih ada ratusan yang tersebar dibeberapa sekte besar. Penyelidikan prajurit khusus klan wu pernah melaporkan hal tersebut. Ditambah lagi ada seratus pasukan khusus dari kekaisaran yang setia pada sekte hutan suci karena pernah dilatih oleh mereka.


"gila,,, benua selatan juga punya sekte seperti itu"


"kalau Rouyan, apakah dia pendekar hitam yang kita cari"


"mungkin, namun patriak saja terbunuh olehnya, apalagi kita"


"informasi yang baru, Chuan saat ini sedang disekte" ucap penatua tersebut. Chuan baru saja menikah, jadi masalah yang sedang kita hadapi sepertinya tidak ada hubungan dengan anak itu.


Informasi terus digali oleh organisasi tersebut. Sikap santai Chuan dan sekte hutan suci membuat para telik sandi tak bisa memutuskan perkara dengan acak. Keberadaan Chuan disekte dan kerusuhan yang terus terjadi membuat namanya mulai diabaikan.


Hari terus berjalan tanpa henti. Chuan sudah enam bulan disekte hutan suci. Pembaruan disekte tersebut sudah berjalan dengan baik. Kehidupan dalam sekte berjalan stabil dan semakin berkembang.


Senja yang cerah, Chuan, para tetua dan istri tetua sedang bersantai didalam dojo. Mereka membahas tentang Rouyan menitipkan surat pada Komandan Xhuan.


Didalam surat tersebut, Rouyan menyampaikan kalau dirinya kembali kegunung suci. Sebab ada perasaan tidak enak tentang Luosan dan gunung suci.


"kapan kau akan pergi" tanya Tetua Tian pada Chuan.


"ohhh, tetua mengusirku yaaa" goda Chuan dalam jawabannya.

__ADS_1


"e e ehhh" guman Teua Tian


"hahaha,,,, bercanda tetua, aku menunggu Mei'er selesai berkultivasi" tegas Chuan.


"memang aneh bukannya berbulan madu, malah istrinya disibukkan dengan kultivasi" ucap Nenek Hong.


"iya nek, emang pemuda gak tahu diuntung" timpal Chu fei disambut tawa yang lain.


"sepertinya dalam beberapa hari lagi istrimu akan menembus tahap langit" ucap Nenek Hong.


"terima kasih nek" ucap Chuan


"memang ada terima kasih untuk itu, apa yang kau berikan pada kami lebih besar dan kami tak akan pernah bisa untuk membalasnya" jelas Nenek Hong.


"tidak nek, kita yang sekarang dan sekte ini adalah hasil perjuangan semua orang" ucap Chuan. Jadi jangan peenah ada yang merasa lebih berjasa. Dengan porsi masing masing, mereka berjuang. Setiap tetes keringat yang keluar untuk membangun sekte harus kita hargai.


"setelah aku meninggalkan sekte, tolong tetap jaga kekeluargaan yang sudah terjalin" jelas Chuan.


"kau tak perlu mengkhawatirkan kami" ucap Tetua Tian. Semua tetua bertekat untuk terus mengembangkan sekte agar menjadi pusat pengobatan dan kota suci pil dibenua selatan.


Bahkan Tetua Tian sudah memesan beberapa kristal unsur api yang akan diberikan pada murid yang berbakat dalam pembuatan pil.


"maaf kami tidak merundingkan hal tersebut denganmu" ucap Tetua Tian diakhir penjelasannya.


"tak apa tetua, untuk kepentingan sekte apapun boleh diputuskan oleh para tetua tanpa harus melibatkanku" jawab Chuan santai.


"ohhh hampir lupa, tolong berikan pada Mei'er agar disempurnakannya" ucap Chuan sambil menyerahkan botol kecil pada Nenek Hong.


"esensi darah apa ini" tanya Nenek Hong terkejut saat menerima botol yang mengeluarkan riak kecil dari esensi darah.


"itu hadiah dari ratu lebah hitam" ucap Chuan


"hahaha kau memang beruntung, dengan esensi ini Putri Meilin akan kebal dengan racun" ucap Nenek Hong sambil tertawa riang.


"ini untukmu" sela Tetua Gun sambil menyerahkan kantong penyimpanan pada Chuan.


"tetua,,,,," ucap Chuan terkejut saat memeriksa isi dalam kantong tersebut.


"didalam tabung bambu ada eleksir anti racun yang aku sempurnakan dengan bantuan Nenek Hong" jelas Tetua Gun.


Sedang didalam botol terdapat berbagai pil yang disempurnakan oleh para murid. Mereka meminta Tetua Gun untuk menyerahkan pada Chuan. Ada juga catatan bahan dari eleksir tersebut agar Chuan bisa membuat sendiri saat membutuhkan.

__ADS_1


"sampaikan rasa banggaku pada mereka" ucap Chuan pada Tetua Gun.


"pasti, nanti aku sampaikan" balasnya.


__ADS_2