
Selesai mempersiapkan tempat latihan, chuan melesat kembali kerumah. Tiba didepan rumah terdengar anak anak yang ramai didalam menunggu sarapan yang sedang disiapkan.
"pagi semua" ucap chuan saat didepan pintu. Sebagian anak yang terkejut menjadi bahan tertawaan yang lainnya. "pagi juga kak" jawab mereka.
"biasanya apa yang kalian kerjakan dipagi hari" tanya chuan setelah duduk diantara mereka.
Pakaiannya yang tadi basah sudah kering karena energi panas yang dikeluarkan saat membersihkan tempat latihan.
"setelah sarapan kami belajar dengan bibi fei" jawab lumonk salah satu anak yang berusia sembilan tahun. "kalau sekarang berlatih dulu baru makan bagaimana" tanya chuan.
Kalau makan dulu maka akan mengganggu proses pencernaanya. sebaiknya berlatih dulu dan membawa bekal minum saja. Jelas chuan pada anak anak.
"baik kak" ucap mereka senang.
"sekarang ajak nenek sama bibi fei, dan jangan lupa minta air minum buat bekal" ucap chuan.
Diikuti dua anak yang bergegas kedapur. Tak lama mereka kembali membawa dua gelas bambu ditangannya, juga nenek dan bibi fei yang masing masing membawa dua kendi air minum.
"aku akan melatih fisik mereka" ucap chuan.
"mereka sudah mengatakannya kepada kami" kata bibi fei.
__ADS_1
"apa bibi keberatan" tanya chuan.
"tidak apa apa, lagian siapa lagi yang melatih mereka" jawabnya.
Chuan mengajak semuanya berangkat menuju tempat latihannya.
"kalian tidak usah takut" ucap chuan saat kelima anak berusia lima tahun menempel terus padanya.
Dua ratus meter menyusuri jalan setapak tibalah mereka ditempat yang dituju.
"kog bersih, siapa yang membersihkannya" tanya he tan penasaran.
"aku yang menyiapkan, tadi malam ketika kalian tidur" jawab chuan membuat semua disekiratnya melotot tidak percaya.
"bibi dan nenek langsung saja dan tunggu kami ditepi sungai" ucap chuan pada keduanya. Nenek dan bibi fei terus melangkah menuju tempat yang dimaksud chuan.
Chuan lalu mengatur posisi anak anak sesuai usianya. "sekarang kalian lari dari sini sampai tepi sungai" ucap chuan sambil menjelaskan.
Semua anak anak usia tujuh dan delapan tahun berlari santai saja. Sedang yang berumur enam tahun berusaha mengikuti dengan diawasi anak yang berusia sembilan tahun dibelakangnya.
Keempat anak umur sembilan tahun hanya ditugaskan mengawasi adik adiknya. Setelah sampai tepi sungai chuan pesan untuk tidak terlalu mendekat. Disana tidak boleh duduk, harap berdiri menunggu temannya semua tiba.
__ADS_1
Lama juga chuan menjelaskan pada mereka sambil mengulur waktu supaya nenek dan bibi cukup jauh. Juga tak lupa chuan jelaskan selama dijalur yang sudah dibersihkannya maka mereka tetap aman.
"mengerti kalian" ucap chuan.
"mengerti kak" jawab mereka.
"sekarang,, pemanasan dulu" teriak chuan memberi semangat.
"siap kak" jawab mereka serentak.
"sekarang ikuti gerakanku sambil mengambil nafas ketika aku teriak tarik dan keluarkan ketika aku teriak lepas" ucap chuan lalu mulai merentangkan tangannya.
"tarik" "lepas" ucap chuan berulang ulang disertai memperagakan gerakannya. Terlihat mereka semangat mengikuti semua arahan chuan.
"cukup" teriak chuan.
"sekarang persiapan,,, lariii" lanjutnya. Berhamburan anak anak itu berlari. Lima anak perempuan usia enam tahun tertinggal dibelakang.
Sedang empat anak sembiilan tahun tetap mengawasi dibelakang mereka. Saat mereka cukup jauh chuan lalu melesat melalui pucak pepohonan, tanpa disadari anak anak itu. Bahkan dia melewati nenek dan bibi fei yang tetap asyil berjalan sambil bercakap cakap.
Sampai ditepi sungai dia langsung duduk dibawah pohon lalu mengeluarkan dua botol pil nutrisi putih. Berisi masing masing dua puluh pil.
__ADS_1
"nek, bibi sudah sampai ya" ucap chuan saat keduanya meletakkan guci air minum. Teguran chuan yang tetap duduk dibawah pohon membuat keduanya terkejut.
"huh" guman mereka tanpa kata, sambil menata nafasnya yang masih ngos ngosan. Meskipun berjalan, keduanya terlihat sedikit kelelahan. Chuan mengisi satu gelas bambu dengan air dari guci yang keduanya bawa sebelumnya