Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Klan Wu


__ADS_3

"bagaimana pendapat pemimpin Wu Tong tentang ketiganya" tanya seorang pria tua pada orang yang bernama Wu Tong. Dan dialah pemimpin utama dari organisasi pembunuh iblis darah.


"orang orang yang aneh" komentar Wu Tong. Sepertinya, ketiga orang tersebut sukses mengelabuhi orang orangnya. Namun aktifitas ketiganya juga dibenarkan jika Chuan sedang membimbing anak muda dalam pendalaman tentang tanaman obat.


Bahkan mungkin orang tua tersebut juga magang pada Chuan. Serta cara pembelajaran yang unik, karena menggunakan diri mereka sendiri untuk mengetahui efek dari pil yang dibuatnya.


"aku perlu penyelidikan yang lebih jauh" lanjut Wu Tong. Kematian anak buahnya dan banyak harta yang dikuras saat pendekar hitam beraksi membuatnya geram. Seseorang yang disuruhnya menyelidiki diistana Kaisar Jing juga tak bisa memberikan kepuasan padanya.


Setelah terbunuhnya ratu selir dan putranya, sistem pengamanan di istana semakin ketat. Bahkan saat pejabat istana menerima tamu, selalu ada prajurit yang menjaganya. Keamanan mereka cukup baik, namun kebebasannya banyak yang hilang.


***


"pelatihan ilmu bayangan naga harus ditempat tertutup" ucap Tetua Tian pada semua tetua dan wakil tetua. Mereka saat ini sedang berkumpul diaula latihan sekte hutan suci.


Semua yang hadir sedang membicarakan para prajurit yang sedang melakukan pelatihan disekte tersebut. Bimbingan yang diberikan oleh para tetua membuat kemampuan para prajurit meningkat pesat.


Mereka tinggal mempelajari ilmu bayangan naga, agar kemampuannya bisa melebihi para telik sandi kaisar. Kedepan, para prajurit tersebut akan menjadi prajurit khusus yang akan dirahasiakan eksistensinya.


"kenapa tidak disatukan dengan latihan murid inti" tanya Tetua Lifan.


"ada dua orang yang selalu mencari informasi tentang Tetua Chuan" jelas Tetua Tian.


Keduanya dari rombongan klan wu. Wilayah klan wu dan sekte hutan sucu hanya dibatasi oleh sungai. Namun keberadaan dua orang tersebut menandakan kalau klan kecil tersebut tidak sesederhana seperti yang diperlihatkan.


Seorang tahap langit dan suci tingkat satu, mau sukarela membantu pembuatan pagar disekte hutan suci membuat keduanya perlu dicurigai. Meskipun selalu menekan tahap kultivasinya, tapi para tetua yang sudah ditahap suci menyadari hal tersebut.


Pembangunan yang telah berlangsung beberapa bulan tersebut saat ini hampir selesai. Selain dari sekte macan putih, yang lain akan meninggalkan sekte hutan suci dalam tujuh hari lagi.


Tetua Tian sudah membuat kesepakan dengan penanggung jawab rombongan tersebut. Tiap rombongan yang datang membantu akan mendapat setengah dari pil yang bahannya disiapkan oleh mereka.


Sekte teratai merah, klan tian serta klan wu mendapatkan banyak pil karena bahan yang mereka bawa cukup berlimpah. Semua pil dibuat oleh murid inti sekte. Meskipun hasilnya hanya pil tingkat rendah, tak ada yang mengeluh untuk itu.

__ADS_1


Memang ada beberapa pil tingkat tiga yang terbentuk, namun tak banyak yang berhasil untuk itu. Terdapat lima belasan murid yang tiap hari mengasah kemampuannya. Jadi bahan yang dibawa orang orang tersebut tidak menjadi beban buat para murid.


Hari terus berganti, dan sang waktu seakan berlalu dengan cepat. Sepuluh hari telah berlalu, kini semua rombongan mulai persiapan untuk kembali ke klan atau sekte masing masing. Jadwal mereka mundur tiga hari, karena Tetua Tian menghadiahkan masing masing sebutir pil emas dan pil pengumpul qi.


Selain itu, selama tiga hari orang orang tersebut diperbolehkan untuk berkultivasi diwilayah sekte. Hutan yang sebelumnya dibiarkan alami kini mulai dilakukan penjarangan. Dan tempat tersebut sudah rapi dan dibersihkan.


Tempat yang luasnya puluhan kilometer persegi tersebut akan menjadi kebun obat terluas diwilayah klan tian. Bahkan mungkin juga terluas dibenua selatan. Ditempat tersebut ratusan suka relawan berkultivasi.


Pagi yang cerah, pelepasan para suka relawan terlihat ramai dan penuh dengan ucapan terima kasih diantara kedua pihak. Semua pihak yang membantu sekte hutan suci juga terlihat bersemangat saat berangkat pulang.


Selain pil yang mereka bawa, kenangan dan pengalaman saat disekte hutan suci sesuatu yang berharga bagi sebagian besar orang orang tersebut.


Keramahan, kebersamaan, kekeluargaan, dan kerendahan hati semua anggota sekte hutan suci, tak pernah dirasakan ditempat mereka sendiri. Persaingan dan intimidasi, baik yang terang terangan ataupun tersembunyi hampir selalu mengincar mereka ditempatnya sendiri.


Namun bagi sebagian orang yang ingin mengenal sosok Tetua Chuan, mereka akan gigit jari. Tak ada hal buruk atau apapun yang keluar dari cerita semua anggota sekte.


Dari warga yang bekerja untuk sekte, murid, keamanan bahkan para tetua sangat menghormati Tetua Chuan dalam cara mereka bercerita. Tak ada yang bercerita satupun sisi buruk dari tetua satu tersebut.


Didalam dojo para tetua dan pemimpin dua rombongan tersebut berkumpul. Para wakil tetua, ketua dan wakil keamanan dan wakil para pekerja sekte duduk dibagian tepi didalam dojo.


Tetua Lifan mendapat tugas dalam pelatihan tertutup bagi para prajurit. Untuk Tetua Gun melanjutkan pembuatan kebun obatnya. Teikong dan para pekerja membagi tugas, satu sisi dia membuat pemukiman ditengah kebun obat dan membantu Tetua Gun.


Pemukiman tersebut akan ditempati para pekerja diperkebunan tersebut. Juga balai pil akan dibuat ditempat itu. Sedang tetua yang lain dan wakil tetua kembali keaktifitasnya seperti biasa.


"kalian berdua bisa keluar, tak perlu bersembunyi disekte kami" ucap Tetua Tian bergema. Ucapannya yang tiba tiba saat menguraikan pengaturannya membuat semua orang terkejut.


"hahaha, memang pantas sebutan singa yang tersembunyi disematkan untuk sekte ini" terdengar suara seseorang. Muncul dua orang diantara para anggota sekte yang berada diluar dojo.


Keduanya terlihat santai berjalan memasuki dojo. Sedikit arogan terlihat dari sikap keduanya.


"ada apakah yang membuat tuan berdua menyusup disekte kami" ucap Tetua Tian dengan tenang.

__ADS_1


"kami penatua klan wu" ucapnya sedikit sombong saat telah duduk didalam dojo. Keduanya penasaran dengan Tetua Chuan. Bagaimana pemuda itu bisa mendirikan sekte ini. Serta berbagai keraguan terucapkan oleh keduanya.


Tetua Tian dengan tenang tetap diam tanpa kata. Tapi dia sedang berbicara dengan Patriak Lion lewat pikirannya. Patriak Lion menyuruh Tetua Tian untuk membuat pola arai dimensi, arai ilusi dan arai pemusnah qi. Ketiga pola arai tersebut disembunyikan Tetua Tian dibawah lantai dojo.


"maaf kami tidak bisa memuaskan rasa penasaran tuan berdua" ucap Tetua Tian.


"kami akan memaksa tinggal jika kalian semua diam saja" balasnya.


"kau,,,," terdengar beberapa orang yang geram. Tetua Shusin juga terlihat menahan amarahnya.


"kalian semua kembali beraktifitas, biar tuan berdua ini yang ada di dojo" ucap Tetua Tian pada semua orang.


Semua anggota sekte hutan suci keluar dari dojo.


"silahkan Tetua Shusin dan komandan" ucap Tetua Tian pada keduanya, dan mengantarkan keluar dojo.


Sampai diluar dojo para tetua mengelilingi dojo dan melepaskan tahap kultivasi mereka.


"tahap suci lemah sepertimu mau berlagak disekte hutan suci" ucap Tetua Tian


"kalian semua ada ditahap suci" ucap penatua yang juga ditahap suci.


"aku ingin tahu apa kalian bisa keluar dari dojo ini" ucap Tetua Tian tegas dan tetap tenang. Namun senyum keramahannya sudah menghilang. Bersamaan dengan ucapannya, Tetua Tian melemparkan beberapa batu roh hadiah dari Kaisar Jing.


"wuussss" bersama suara desiran angin tiba tiba muncul kabut asap memenuhi dojo. Sebuah batu roh juga dilemparkan Tetua Tian kebagian tengah atap dojo.


"kita sulit berhadapan dengan orang orang dibelakang mereka" ucap Tetua Shusin.


"maksud tetua" tanya Tetua Tian.


"klan wu termasuk salah satu klan besar dibenua tengah" jelas Tetua Shusin

__ADS_1


Untuk disetiap benua ada keturunannya yang mendirikan klan dan menjadi anak cabang dari klan tersebut. Menurut rumor yang diterima sekte macan putih, ada organisasi yang mendukung mereka.


__ADS_2