
"hancurkan mereka dan jangan biarkan lolos" ucap Chuan. "hiaatttt" lima pasukan keamanan sekte menyerang lima belas tamu yang lain. kesombongan mereka saat baru tiba disekte hutan suci, kini menyebabkan penyesalan dihati mereka.Kelincahan kelimanya membuat mereka semua tak berkutik. Satu persatu mereka mematung karena tertotok.
Tinggal tiga pendekar bumi melawan Teysan dan dua temannya. Yang semula merela bertarung dengan tangan kosong, sekarang pedang mereka sama sama sudah terhunus. Jurus demi jurus telah berlalu, dan lebih lima puluh jurus sudah mereka mainkan.
Kenekatan ketiga orang tersebut membuat banyak celah untuk tiga keamanan sekte. Para tetua yang melepaskan tingkat kultivasinya, membuat ketiganya terkejut. Ketiganya merasa semakin putis asa.
Pedang tumpul milik sekte yang Chuan bagikan membuat beberapa luka. Semakin lama semakin terdesak membuat mereka hanya bertahan. Makin lama, banyak celah tercipta dalam serangan ketiganya.
"krackk" terdengar tulang patah dan menyebabkan seseorang roboh. Karena terkejut oleh jatuhnya teman mereka, keduanya jadi lengah dan totokan mendarat ditubuh keduanya.
"ampunkan kami" ucap seorang pendekar bumi.
"kalau kami yang kalah, apa kalian mau mengampuni nyawa lami" tanya Chuan. keduanya hanya diam mendengar pertanyaan itu. Karena tak pernah mereka mengampuni siapapun yang disatroninya.
"hancurkan kultivasi mereka semua" lanjut Chuan. Tetua Tian yang melesat menghancurkan dentian mereka semua. Tujuh orang ditunjuk Chuan untuk dilepaskan totokannya.
"kalian punya keluarga yang menunggu dirumah, pulanglah dan jadilah orang baik baik" ucap Chuan. "terimakasih tuan muda" ucap mereka semua.
"salah satu dari kalian ambil cincin penyimpanan mereka bertiga" lanjut Chuan
"baik" ucap seseorang yang melangkah dan melepas cincin dua orang yang tertotok dan seorang yang sudah meninggal.
__ADS_1
Setelah diserahkan pada Chuan, lalu semua isi dikeluarkan. Tumpukan koin emaa dan perak serta berbagai pil terdapat didalamnya. Silahkan bagi rata untuk bekal kalian. Ketujuh orang tersebut dengan ketakutan mengambil koin tersebut.
"kenapa tidak dihabiskan" tanya Tetua Tian.
"ini sudah cukup untuk kami memulai hidup baru" ucap seseorang mewakili temannya.
"pergilah kalian" ucap Chuan.
"sekali lagi terimakasih" jawab mereka lalu meninggalkan tempat itu.
Sisa orang yang masih tertotok dan dentian mereka sudah hancur. Mereka semuanya memohon pengampunan sambil merintih kesakitan.
"baik, Chuan" jawab mereka. Setelah kantong penyimpanan diambil, dan masih dalam keadaan tertotok, orang orang itu diangkat dan dibawa kesungai.
Umpatan mereka semua terdengar dalam keputus asaannya, namun Chuan dan yang lain tidak mempedulikannya. Para tetua dan yang lain terkejut mendengar keputusannya yang begitu kejam. Namun para tetua juga sadar, seandainya mereka yang kalah maka kejadian yang lebih kejam akan menimpa semua anggota sekte hutan suci.
"kepada siapapun yang menyentuh sekte ini, jangan harap balasannya ringan" ucap Chuan menjelaskan. Ketujuh orang sudah punya keluarga, mereka tak pernah kejam pada musuh musuhnya. Sedang yang lain, sudah bukan manusia lagi. Saat kita bisa terkalahkan maka istri istri kalian akan jadi budak mereka semuanya. Penjelasan Chuan membuat yang masih ditempat itu meradang dengan kemarahan.
"mereka semua dari sekte bulan merah" ucap Chuan mengakhiri penjelasannya. Saat melihat anak anak dan para wanita berhamburan keluar. Chuan meminta Tetua Tian untuk memberi pengarahan pada mereka. Terutama tentang sikap saat bertarung tadi. Semuanya diajak memasuki dojo, dan Tetua Tian memulai pengarahannya.
"mereka semua mati tenggelam dan terbawa arus" ucap Teikong pada Chuan saat kembali bersama yang lain. "saatnya kita mulai membangun pos jaga dan menggilir petugasnya, dan jangan lupa libatkan anak anak juga" ucap Chuan.
__ADS_1
"baik Chuan" ucap Teikong.
"sekarang istirahat dulu bersama yang lain" ucap Chuan.
Mereka semua dan Chuan melangkah memasuki dojo, lalu mendengarkan pengarahan Tetua Tian.
*****
Hari telah berganti, jauh dari lokasi Chuan terjadi kegemparan. Tepatnya dipinggiran wilayah Klan Wang, disekte Rawa Angin terdapat sebelas mayat tersangkut semak disungai belakang sektenya. Puluhan murid sekte mengangkat mayat mayat itu.
"tetua dan murid inti sekte bulan merah" ucap tetua yang mengenali mayat mayat itu.
"segera kuburkan mereka, supaya kita tidak kena imbasnya" ucap tetua yang lain.
Sebagai sekte menengah aliran netral yang sudah lama berdiri. Sangat mengenal sekte besar seperti bulan merah. Kekejaman sekte tersebut dan ada beberapa tetua tahap langit membuat mereka tidak tersentuh.
Mayat beberapa tetua dan muridnya membuat mereka bertanya tanya. Siapa yang membunuhnya?Beraninya dia berurusan dengan mereka?Bagaimana nasibnya? Semoga sang dewa melindungi mereka.
"melihat kondisi mayat mereka, sepertinya sudah dua atau tiga hari meninggalnya" ucap tetua sekte.
"besok beberapa orang ikut menyusuri sungai ini" lanjutnya.
__ADS_1