Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Asal Tidak Menyentuh Kita


__ADS_3

Dengan sumberdaya yang Chuan berikan, mereka semua sudah ditahap pendekar bumi. Kedepan Teikong, Teysan dan yang lain adalah ujung tombak dari keamanan sekte.


Untuk balai pil dan pengobatan masih belum berfungsi. Saatnya nanti Teysan dan yang lain juga akan sering sibuk diluar sekte. Pil yang dibuat para tetua nanti adalah tugas mereka untuk menyalurkan.


Nanti Ceiyun, nenek Hong dan Chufei yang akan mengelola keuangan sekte. Sedang istri yang lain tetap memasak dan sebagian membantu dikebun.


Namun sementara ini Teikong dan Teysan beserta yang lain masih ada pekerjaan lagi yaitu membangun rumah panjang untuk tempat murid sekte yang baru. Sedang lahan terbuka untuk tempat latihan, mereka akan membersihkan hutan didepan rumah para tetua. Jelas Chuan pada mereka semua.


"pernahkah aku memperlakukan beda pada kalian?" "adakah fasilitas yang mereka dapatkan berbeda dengan yang lain" pertanyaan Chuan keluar mengakhiri penjelasannya.


"tidak Chuan" jawab mereka.


"sebagai pelayan, perlakuanmu terlalu baik pada kami" ucap Sukai.


Tidak ada pelayan dan tuan disini, kita adalah keluarga. Masing masing punya tempatnya sendiri. Teysan dan yang lain belum tentu bisa sabar membimbing dan mendisiplinkan anak anak. Begitu juga sebaliknya.


Teikong belum tentu bisa merawat tanaman obat, dengan cara penanganan yang berbeda disetiap tanaman. Begitu juga sebaliknya.


"atau kalian ingin sepertiku yang hanya keluyuran kesana kemari" tanya Chuan. Tak satupun yang menjawab. Chuan lalu menjelaskan, dia sering keluar karena balai lelang mustika sedang sibuk mengembangkan sayapnya. Dia adalah pemilik 60% saham ditempat itu. Kata kata Chuan membuat semua orang tertegun dan bingung.


"kau,,," ucap Tetua Tian.


"diseluruh cabang serikat dagang bintang perak dibenua timur punya hampir 50%, gila anak ini" ucap Teysan membuat yang lain semakin bingung.


"benarkah Chuan" tanya Tetua Gun. Dengan terbuka dia lalu membenarkan semuanya. Lencana telik sandi kekaisaran benua timur dan lencana penatua kehormatan klan chu, dikeluarkannya. Dengan ini dia bebas keluar masuk benua timur dan selatan.


Plakat dari serikat dagang dan balai lelang, juga dikeluarkan. Ini pengenalku dikedua organisasi tersebut. "jadi dengan hasil itu kita membangun sekte ini" ucap Chuan mengakhiri ceritanya.

__ADS_1


"Chuan" ucap semua yang ada dirumahnya.


"sudahlah, tak perlu dipikirkan" ucap Chuan.


"maafkan kami" ucap seorang pekerja.


"sudahlah, yang penting tetap jaga rasa kekeluargaan dan saling bertanggung jawab pada posisi masing masing" ucap Chuan.


"menurut rencana awal, saat ini kita mulai buka penerimaan murid baru, namun fasilitasnya masih belum memenuhi" ucap Chuan


"kalau bangunan tempat murid baru mungkin bisa selesai dalam sebulan kedepan" jawab Teikong


"tapi masih ada sisa rumah kosong yang sudah dibangun" tambah Teysan.


"biarkan kosong dulu, untuk persiapan kalau ada yang warga yang ingin bergabung dengan kita" ucap Chuan


"memang beberapa hari yang lalu ada warga desa yang datang, besok rencana mereka datang lagi" ucap Teysan.


"ada berita diluar, sekte bulan merah sedang mencari orang ini" jelas Teikong sambil memberikan poster pendekar hitam. Beberapa hari yang lalu satu tetua tahap langit dan beberapa muridnya terbunuh. Sedang sebagian besar bangunan sekte dilalap api. Gudang penyimpanan dan barak para murid habis terbakar.


Saat ini para tetua dan ratusan murid sekte menyisir beberapa desa bahkan sampai didesa terdekat dengan tempat ini. Teikong memberi penjelasan.


"biarkan saja, asal tidak menyentuh kita" ucap Chuan santai.


"sekarang beraktifitas seperti biasa, tapi sebelumnya serap dulu energinya" ucap Chuan sambil memberikan masing masing satu buah persik.


"ini" ucap Tetua Tian.

__ADS_1


"bolehkah aku istirahat dulu, hehehe" ucap Chuan.


"baiklah kami pulang dulu" ucap Tetua Tian


"segeralah untuk menyerap energi buah persik disini, kalau sudah selesai tak usah membangunkanku" ucap Chuan


"baik" ucap mereka lalu mulai makan buah persik dan berkultivasi untuk menyerap energinya.


Siang berganti malam, saat ini semua anak dan para wanita sedang asyik menikmati malam. Chuan akhirnya mendekati mereka.


"ayo berkumpul didojo" ucap Chuan pada mereka.


"iya kak" ucap anak anak.


"sebelum masuk berbaris " lanjut Chuan.


"baik" jawab mereka serempak.


"setelah ini ambil tempat didalam untuk mencernanya" ucap Chuan sambil mengeluarkan apel emas.


"horeee"


"asyik"


"kak Chuan memang dech" celotehan anak anak terdengar. Satu persatu menikmati apel emas yang diberikan Chuan, selanjutnya hanya terlihat sekumpulan anak anak yang tenang dalam kultivasinya.


"sementara kita yang tugas jaga" ucap chuan pada semua wanita yang sedang santai didalam dojo.

__ADS_1


"iya Chuan" ucap Bibi Fei.


__ADS_2