Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Cincin Dimensi


__ADS_3

Kecurigaan tetua zhao mulai terlihat luntur. Namun terlihat sangat terkejut saat melihat dua keranjang tanaman obat yang keluar dari cincin nenek hong.


"walaupun ini tanaman yang banyak tumbuh dihutan tapi bagaimana kalian mengumpulkan segini banyak" tanya tetua zhao yang kecurigaannya muncul kembali.


Lalu chuan mengarang penjelasannya. Racun yang menimpa neneknya terjadi sudah beberapa tahun yang lalu.


Ada seorang pengelana yang merawat nenekku bahkan mengangkat dirinya sebagai murid meskipun tidak sampai setahun lamanya.


Setiap hari kami mencari tumbuhan obat, selain untuk mengobati nenek sebagian kami tanam dipekarangan rumah. Pesan guru agar nenek dibawa kesekte pasir putih mungkin tetualah yang bisa menyembuhkan.


Kedua cincin itu adalah kenang kenangan dari guru. "kalian ini" ucap tetua zhao saat chuan menyudahi ucapannya.


"apa yang salah" tanya nenek hong.


"cincin penyimpanan kalian harganya bisa sampai lima puluh koin emas, sedangkan isinya" ucap tetua zhao menggelengkan kepala.


"bagaimana kalau salah satu cincin itu saya beli" lanjutnya.


"gimana chuan" tanya nenek hong.


"tak apalah nek, lagipula kita perlu biaya untuk hidup disini" jawab chuan.

__ADS_1


"saya beli lima puluh koin emas dan tanda pengenal untuk kalian" kata tetua zhao.


"terima kasih tetua" ucap nenek hong lalu menyuruh chuan memasukkan keranjang dan pakaian dicincinnya.


Terdengar tetua zhao menjelaskan, saat ini chuan dan neneknya bermalam saja dikamar tamu yang letaknya dikanan balai tersebut. Karena tak mungkin melanjutkan perjalanan malam ini.


Sedangkan koin dan tanda pengenal besok pagi diantarkannya. Dan banyak lagi yang dijelaskannya. Saat dirasa cukup lalu menyuruh salah satu penjaga untuk mengantarkan.


Saat masuk dikamar tamu terlihat sebuah tempat tidur dan sebuah kursi.


"beristirahatlah nek" ucap chuan sedang dia langsung duduk santai dikursi yang tersedia.


"anak itu ditahap menegah" ucap sesorang.


"benar sepertinya masih tingkat dua" timpal yang lain.


Mereka merasa kasihan pada chuan dan neneknya. Berbagai komentar mereka lontarkan silih berganti. Seakan malam ini mereka menemukan topik yang menarik. Walau wajah seperti itu, baju dari kain kasar, bahkan harta yang tak seberapa. Dia rela menemani dan merawat neneknya.


"pernahkan kalian menyenangkan hati orang tuamu" terdengar tetua zhao.


Sesaat percakapan mereka terhenti, sepertinya lagi tenggelam dalam lintasan masalalu masing masing.

__ADS_1


"bukan hanya kalian, aku juga merasa malu melihat perjuangan chuan untuk neneknya" lanjut tetua zhao mencairkan keheningan. Kejadian malam ini adalah pelajaran yang berharga buatku dan kalian. "baik tetua" ucap mereka bersemangat.


Malam berlalu, pagipun menyambut dengan hangatnya mentari. Chuan masih tertidur dikamar tamu, namun nenek hong sudah terlihat duduk santai diteras balai.


"pagi tetua" sapa nenek hong saat melihat datang menghampiri.


"pagi, ini koin dan tanda pengenal yang aku janjikan" balas tetua sambil berdiri didepannya.


"terima kasih" ucap nenek saat menerima kantong kain berisi koin dan dua tanda pengenal.


"dihitung dulu" kata tetua.


"tak usah, saya percaya pada kebaikan tetua" jawabnya. "sebentar lagi ada pergantian jaga" kata tetua zhao lalu menjelaskan.


Sudah enam bulan tetua zhao dan murid intinya bertugas jaga disini. Walau terlihat seperti desa pada umumnya ternyata memang sebuah benteng keamanan klan chu.


Ketatnya keamanan saat ini dikarenakan beberapa sekte aliran hitam tumbuh dan berkembang diklan gu. Daerah hutan yang dilewati kemarin, dulu termasuk wilayah klan chu. Sekarang dikuasai beberapa sekte aliran hitam.


Beberapa tahun ini sering terjadi perampokan didaerah perbatasan. Tetua zhao juga minta maaf, sebenarnya meminta nenek hong dan chuan bermalam hanya alasan untuk lebih mudah mengawasi keduanya. Karena setelah masuk kamar keduanya tidur lelap sampai pagi maka hilang kecurigaannya.


Saat ini tetua zhao harus segera mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pergantian tugasnya. Siang nanti dia dan muridnya akan kembali kesekte. "pagi tetua, pagi nek" sapa chuan.

__ADS_1


__ADS_2