
Meskipun segala pengelolaan sudah diserahkan pada orang orang yang ditunjuk Chuan, namun setiap bulan selalu kumpul bersama untuk membahas masalah yang ada.
Teysan yang sering keluar untuk mengurusi balai lelang bersama Tian Sun menyampaikan, adanya seleksi wakil Klan Tian untuk turnamen kekaisaran. Delapan bulan lagi seleksi tersebut diselenggarakan.
Sedang tournamennya akan diselenggarakan tahun depan. Turnamen sepuluh tahunan tersebut merupakan ajang bergengsi untuk mengangkat nama sekte. Hanya pendekar tahap mahir kebawah dan berusia dibawah 20th yang diperbolehkan mengikuti turnamen tersebut. Untuk pemilihan murid yang berpartisipasi, Chuan menyerahkan pada para tetua.
Chuan juga meminta tiga tetua, agar mulai nanti malam bersama Chuan berlatih ilmu membelah samudra. Dan perpaduannya dengan ilmu pedang naga bisa biar tiga tetua yang mengolahnya untuk diajarkan pada murid inti. Dua tetua baru yang sebelumnya tetua sekte rawa angin juga diajak dalam pertukaran tersebut.
Pertemuan rutin sebulan sekali, selain untuk memantau perkembangan juga sebagai wadah agar saling bertukar pikiran. Bahkan ditiap kelompok masing masing malah sering berkumpul. Dan semua murid sekte tiap selesai makan malam selalu menyempatkan diri untuk saling bertukar pikiran.
Waktu terus berjalan, Chuan dan para tetua setiap malam selalu latihan bersama. Yang sebelumnya hanya lima tetua, akhirnya Chuan meminta semua tetua untuk ikut latihan. Selain itu, Chuan juga mendapat tambahan teknik pedang yang para tetua kuasai.
Para tetua dengan seksama melihat Chuan yang sedang latih tanding dengan tetua lainnya. Perlahan demi perlahan mereka mulai memahami gerakan gerakan yang dimainkan Chuan.
Puluhan Jurus terpadu menjadi satu teknik pedang yang baru. Begitu indah seperti sedang menari ciri ilmu membelah samudra. Juga halus seakan sunyi dan tak bertenaga ciri teknik pedang angin dari sekte rawa angin. Bahkan bisa ganas dengan seakan sedang memburu mangsa ciri dari ilmu pedang naga api dan beberapa teknik pedang lainnya.
Para tetua diminta Chuan untuk membuat kitab baru dari gabungan beberapa teknik mereka. Chuan berkali kali memperagakan teknik baru yang tercipta.
__ADS_1
"apa nama teknik pedang ini" tanya Tetua Gun
"karena teknik perpaduan dari kita semua, seandainya dinamakan teknik pedang suci bagaimana" ucap Chuan
"baik"
"setuju" jawab para tetua
Meskipun cuma seratus gerakan namun pengembangannya begitu luas. Mereka tidak tahu kalau Chuan selalu dibantu Patriak Lion dalam semua prosesnya.
"empat bulan berlatih bersamanya, telah membuka mata kita" ucap tetua lima.
"ilmu dan teknik yang diciptakan begitu sempurna" ucap tetua Lifan.
"padahal kita tidak pernah melihatnya berlatih" lanjut tetua Gun.
"iya, paling keluar sekte, meditasi dan tidur" sambung tetua tujuh.
__ADS_1
"hahahaha" terdengar para tetua tertawa. Begitu asyiknya membicarakan Chuan.
Sedang yang dibicarakan mereka, saat ini asyik bertukar cerita dengan para murid sekte. Tawa canda anak anak memberikan hiburan dan kebahagian tersendiri bagi Chuan.
Untuk para warga yang lain sudah menerima pembagian tugasnya. Yang menguasai pertanian membantu mengelola kebun obat. Sebagian anak buah Teysan mengurusi penginapan dan kedai. Dan sisanya membantu Teysan mengurusi balai lelang. Teikong dan temannya tetap disibukkan dengan pembangunan yang seakan tak ada hentinya. Para pemburu membantu dimana saja tenaganya dibutuhkan. Semua kebutuhan saat ini tetap ditanggung bersama sama. Untuk para wanita juga terjalin persaudaraan yang kuat diantara mereka.
Beberapa warga baru yang ingin bergabung diseleksi dengan sangat ketat bahkan akhir akhir ini Chuan menolak mereka. Hanya anak anak yang ingin menjadi murid sekte yang diterima.
Tinggal enam bulan lagi seleksi tournament kekaisaran dilaksanakan. Tetua Tian yang ditugaskan membimbing anak anak yang akan diikutkan. Lima belas anak usia 12dan 13th dilatihnya dengan keras, dibantu tetua lain.
Teknik dan gerakan mereka berkembang sangat pesat. Bahkan mental mereka mulai terasah. Yang sebelumnya tak ada luka serius saat latihan, sekarang mendapat luka berat sudah menjadi hal biasa bagi mereka. Hampir tiap hari ada yang masuk balai pengobatan.
Sebulan lagi seleksi yang akan mewakili klan tian akan diselenggarakan. Dengan kereta mereka butuh waktu paling lama seminggu. Saat ini ada lima belas anak yang sudah siap untuk berpartisipasi. Tetua Gun dan lima tetua lainnya mendampingi murid mereka kepusat kota klan tian untuk ikut seleksi.
Haripun berganti, hari keberangkatan tetua dan murid murid sekte telah tiba. Tiga kereta kuda meluncur meninggalkan sekte hutan suci. Menyusuri hutan kecil dan beberapa desa, mereka terus belajar dalam meditasinya.
Bahkan saat memasuki hutan semua murid minta para tetua untuk menyempatkan waktu sebentar, untuk menyusurinya, mengumpulkan beberapa tanaman herbal yang ditemui. Tak terasa sudah lima belas hari perjalanan mereka. Sedikit molor dari yang dijadwalkan. Memasuki kota, rombongan tersebut mulai mencari penginapan.
__ADS_1