
Organisasi pembunuh dirumorkan berkaitan dengan klan wu.
"apa Tetua Chuan bersinggungan dengan salah satunya" ucap Tetua Tian saat mendengar penjelasan tersebut.
"mungkin identitas lain yang menyeret namanya" ucap Tetua Shusin.
"tetua mengetahuinya" tanya Tetua Tian.
"dia pernah sekali menyebutkannya disekte kami" ucap Tetua Shusin sambil tersenyum
"hahaha, benar benar singa yang tersembunyi" lanjut Tetua Shusin sambil tertawa.
Waktu terus berjalan, setelah kejadian tamu tak diundang semua orang beraktifitas dengan biasa. Seakan akan tak ada kejadian yang membebani mereka.
Haripun berganti. Pagi hari, semua tetua berkumpul mengelilingi dojo. Tetua Tian membuyarkan arai berlapis yang dibuatnya. Terlihat dua orang duduk dalam keadaan menyesal didalam dojo.
"apa yang kalian lakukan" ucap penatua tersebut tanpa arogansi yang diperlihatkan kemarin.
"siapa kalian berdua" tanya Tetua Shusin
"sudah aku sebutkan identitas kami" ucapnya.
"maaf kami tidak bermusuhan dengan klan wu, namun sikap kalian memancing kami untuk itu" ucap Tetua Tian
"aku ingatkan jangan macam macam dengan kami" ucapnya dengan sedikit takut.
Penatua tersebut merasakan qi nya terkuras, sehingga dia tidak dapat menggunakan kemampuan terbaiknya. Sebuah giok digenggamannya hancur saat dia menyebutkan 'sekte hutan suci'.
Sebuah titik cahaya samar melesat. Bersamaan dengan itu sebuah siluet dibelakang Tetua Tian melesat lebih cepat dan menangkap titik tersebut. Setelah titik cahaya hilang, lenyap pula siluet tersebut.
"giok komunikasi" ucap Tetua Shusin.
"kalian,,," ucapan penatua tersebut putus bersamaan dengan bayangan Tetua Tian membunuhnya.
"tehnik pembunuh bayangan, kita dari organisasi yang sama" ucap penatua tahap langit dengan ketakutan.
"apa maksudmu" tanya Tetua Tian
"pemimpin pembunuh iblis darah menyuruhku menyelidiki Chuan" ucap penatua tersebut.
"laporkan penemuanmu di neraka" ucap Tetua Tian lalu membunuh orang tersebut.
Tetua Gun dan Tetua Lifan mengeluarkan api ditelapak tangannya. Lalu melempar pada dua mayat didojo. Setelah lama terbungkus api, keduanya lenyap dan meninggalkan abu dibawahnya. Dengan sigap, beberapa keamanan sekte membersihkan dojo tersebut.
__ADS_1
Setelah bersih, para tetua mamasuki dojo dan duduk melingkar. Siluet samar muncul ditengah mereka.
"salam patriak sekte" ucap para tetua yang sudah mengetahui keberadaan roh Patriak Lion disekte mereka.
Dari tangannya muncul cahaya redup yang berubah menjadi sosok penatua yang ketakutan.
"sekte hutan suci" kata itu berulang tiga kali lalu sosok samar tersebut lenyap. Bersamaan dengan itu siluet Patriak Lion juga menghilang.
"patriak sekte" guman Tetua Shusin
"salah satu guru Tetua Chuan" sahut Tetua Gun
"oohhhhh" guman Tetua Shusin pelan.
"harap semua tetua tidak membicarakan kejadian tersebut" jelas Tetua Tian. Bukan mereka takut akan datangnya masalah, namun demi keamanan dan keselamatan murid sekte dan keluarga mereka.
Jika mereka terus membuat masalah, maka seperti biasanya kita akan berjuang bersama sama. Panjang lebar penjelasan Tetua Tian pada semua yang ada didojo.
Ada sedikit perubahan dalam rencana untuk para murid Tetua Shusin. Menurut jadwal, bulan depan mereka akan dibawa untuk pelatihan dibukit dekat pantai. Tapi karena kejadian tersebut, mereka akan berangkat besok.
Selain itu murid inti sekte juga akan diikut sertakan. Tetua Tian meminta dua wakil tetua untuk menyuruh muridnya menyiapkan diri.
Pengaturan yang cepat dan tanggap akan situasi membuat para tetua dan wakilnya sigap dengan kondisi yang sedang terjadi. Meskipun sedikit serius dalam memimpin sekte, ketepatan dalam mengambil keputusan membuat Tetua Shusin kagum.
Waktu terus berjalan, dan sekte hutan suci tidak berhenti.untuk terus berbenah diri.
Sebulan lebih Chuan memperabukan murid sekte pagoda suci. Guci kosong bekas arak telah penuh dengan abu tersebut. Rouyan lalu menyimpan dicincin dimensinya.
Sosok Qin Ming yang telah meninggalkan ketiga orang itu, kini muncul kembali.
"terimakasih sudah menyempurnakan mereka" ucapnya.
"sama sama, karena kami juga menghormati pengorbanannya" ucap Chuan.
"dibelakang pagoda ada sebuah gerbang, itulah gerbang teleportasi kenegeri awan" jelaa Qin Ming. Namun dibawah tahap surga tidak mampu untuk melewatinya. Lamanya waktu dan jauhnya jarak tempuh akan membahayakan bagi yang menggunakannya.
Meskipun Rouyan sudah ditahap surgawi, namun karena kondisinya, saat ini dia masih setara dengan kaisar suci.
"tahap surgawi dan kaisar suci" guman Chuan membuat Qin Ming tersenyum.
"tahap suci dan surga terbagi menjadi tiga" jelas Qin Ming.
- tahap suci awal tetap dalam sebutanya
__ADS_1
- tahap suci menengah disebut kaisar
- tahap suci mahir disebut kaisar suci
- tahap surga awal tetap tahap surga
- tahap surga menengah disebut tahap surgawi
- tahap surga mahir disebut tahap nirwana
Penjelasan Qin Ming memberikan pengetahuan baru bagi Chuan. Selanjutnya ketiga orang itu diminta untuk berlatih terlebih dahulu ditempat tersebut.
"bisakah hanya satu saja yang ditahap tersebut" tanya Chuan karena berpikir akan waktu yang panjang untuk Chuan dan Luosan untuk sampai tahap tersebut dengan stabil.
Meskipun dia mempunyai cara untuk menyingkat waktu, tapi pondasi mereka perlu ditingkatkan dengan latihan fisik.
"asalkan kalian punya giok dimensi yang manusia bisa masuk itu akan lebih mudah" jelas Qin Ming. Sebab jika ada kesalahan pada teleportasinya maka kalian tidak akan terpisah.
"baiklah, kalau begitu biar Paman Rouyan yang berkultivasi" ucap Chuan.
"siapa yang bisa arai formasi berlapis" tanya Qin Ming,
"Kak Chuan sudah mempelajarinya" ucap Luosan.
"dibelakang gerbang teleportasi ada arai tiga lapis" jelas Qin Ming. Chuan diminta untuk memecahkan dan menghancurkan arai tersebut, dan akan terlihat lembah sunyi ditempat itu.
Chuan diminta untuk memindahkan pagoda suci kelembah sunyi dibelakang sekte. Dilembah tersebut muncul energi bumi yang cukup kuat.
Namun mereka bertiga tidak boleh berkultivasi ditempat tersebut karena energinya cukup keruh. Setelah pagoda dipindahkan ketempat tersebut, maka bisa berkultivasi didalam pagoda.
Pagoda suci dapat memurnikan energi bumi yang masih keruh tersebut. Rouyan persilahkan untuk berkultivasi didalamnya. Namun Qin Ming tidak dapat membantu, karena dia juga perlu menyerap energi spiritual agar rohnya bisa muncul dihadapan mereka bertiga.
"kalian berdua bebas melakukan apa saja disini" ucap Qin Ming. Jika keduanya beruntung maka akan menemukan sesuatu yang berguna untuk mereka.
"terima kasih tuan" ucap Luosan.
Sepeninggalan sosok Qin Ming, Chuan mulai mencoba memecahkan arai tersebut. Lama Chuan merasa linglung saat mengedarkan energi spiritualnya untuk menemukan titik lemah tiga arai secara dan menghancurkannya bersamaan.
"huhhh" guman Chuan menghela nafasnya. Dia menggelengkan kepala sambil terus menatap kearah lembah yang ditutupi kabut.
"kita lakukan bersama" ucap Rouyan yang juga mengetahui kerumitan dalam menghancurkan arai tersebut.
"satu simpul besar ditengah dua simpul lain yang berdekatan" ucap Chuan sambil menunjuk kearah titik perainggungan ketiga arai tersebut. Dua titik yang dimaksud masing masing adalah persinggungan dari dua arai yang berbeda.
__ADS_1
Jika ketiga titik dihancurkan bersamaan maka arai tersebut akan hancur. Namun jika satu persatu maka yang lain akan saling menguatkan arai. Selain itu ada serangan balik yang akan muncul dari arai tersebut.
"baik,,,,ayo kita hancurkan" ucap Rouyan bersemangat.