
"Jdeerrr, jdeerrrrr" terdengar dua sambaran yang menyapanya. Diiringi tetes air dari langit, membasuh peluh yang membasahi tubuh chuan.
Energi yang lebih besar menyelimuti tubunya.
"serap habis energinya dan putar dulu didalam tubuhmu" ucap patriak lion.
Dengan hati hati chuan menyerap energi petir suci kedalam tubuhnya. Memutarnya diseluruh tubuhnya serta membantu menyembuhkan beberapa luka akibat sambaran yang kedua dan ketiga.
Tak lama lukanya hanya menyisakan bekas goresan dibeberapa titik.
"sudahi dulu chuan masuklah kedalam laut, sebab ada yang datang menuju kesini" teriak patriak lion.
Chuan lalu menyudahi kultivasinya dan segera melesat kearah laut lepas. Setelah sampai diujung berlawan dari arah datangnya, dia lalu melompat kedalam air.
"menyelam lebih dalam agar orang yang datang tidak merasakan energi yang masih terkumpul ditubuhmu" ucap patriak lion.
"baik guru" jawab chuan lalu menyelam mengambil arah kekanan dan mulai menjauh dari pulau tersebut.
__ADS_1
"berapa lama kamu kuat bertahan didalam air" tanya patriak lion.
"sepertinya lebih lama dari sebelumnya" jawab chuan. "berputarlah kearah kananmu, dan teruslah untuk sampai didaratan" lanjut patriak lion.
Chuan kemudian melesat lebih cepat didalam air. Setelah cukup jauh dia belok kekanan lagi menuju arah daratan.
Tak ada tujuan kemana dia untuk mendarat, yang terpikirkan chuan hanya secepatnya sampai didaratan. Setelah lama menyelam, chuan mulai sedikit kepermukaan.
"hati hati chuan" sapa patriak lion.
"ada apa" tanya chuan penasaran.
Daratan sudah tidak jauh lagi, chuan mencari tempat yang sepi untuk keluar. Pantai yang membentang saat ini ada perkampungan pantai yang masuk diwilayah klan tian.
Sedikit kearah kiri ada hutan kecil ditepi laut. Chuan lalu mengarah ketempat itu. Sesampai dipantai yang sepi, dia lalu melesat cepat kearah hutan.
Memasuki hutan dengan hati hati, chuan mencari tempat yang nyaman untuk berkultivasi. Saat mendapati pohon besar yang sangat rindang dia lalu melompat dan duduk didahan.
__ADS_1
"stabilkan dulu energimu" kata patriak lion. Chuan kemudian duduk dan berkultivasi didahan yang cukup tersembunyi. Energi yang berputar didalam tubuhnya masih cukup besar, walaupun sebagian sudah termurnikan secara alami saat dia menyelam.
Waktu telah berganti kala senja dia mendarat, sekarang mentari menyapanya untuk menyudahi kultivasinya. Semalam dia memurnikan energi petir yang tersisa. Dentiannya sekarang terisi separuh lebih dengan qi murni.
Chuan lalu mengganti pakaiaannya karena rusak saat terkena petir. Sesudah itu tak lupa meneteskan cairan hitam dipipinya dengan mengalirkan qi. Pipi sebelah kiri sudah terlihat hitam dan membuat wajahnya tidak menarik.
Melompat dari satu pohon kepohon yang lain, chuan berusaha keluar dari hutan. Tahap pendekarnya sudah disembunyikan sampai tahap menengah.
"nikmati perjalananmu" ucap patriak lion, saat sampai disebuah desa atau kota bersikap biasa dan berusaha menghindari masalah.
Klan tian adalah salah satu dari empat klan bangsawan dibenua selatan. Wilayahnya cukup luas, ada dua sekte besar aliran putih dan banyak sekte kecil berdiri diwilayah ini. Bahkan beberapa sekte kecil aliran hitam seakan tak terusik keberadaannya.
Klan tian juga mempunyai pasukan keamanan sendiri yang cukup besar untuk menjaga wilayahnya. Dan berbagai penjelasan lain disampaikan oleh patriak lion. Bahkan klan chu sebagai klan kelas satu dibawah otoritas klan tian tak ketinggalan dijelaskannya.
"didepan ada desa, nanti kita bisa mencari informasi tentang keadaan saat ini" ucap patriak lion mengakhiri ceritanya. Kemudian chuan turun dijalan yang mengarah kedesa. Dengan santai dia melangkahkan kakinya menyusuri jalan tersebut.
Tongkat hitam dan koin perak serta perunggu dikeluarkannya dari cincin dimensi.
__ADS_1
Koin dimasukkan dikantong celananya, sedang tongkat dipakai untuk pegangan agar terlihat seperti seorang pengelana. Dengan tongkat hitam ditangan dia melenggang santai memasuki desa yang cukup besar.