Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Kota Hindau


__ADS_3

Sementara kegemparan terjadi diluar dan dalam penginapan tersebut. Kedatangan gerombolan harimau hitam membuat warga disekitar penginapan menghindar dan melihat dari jauh. Sedang pemilik penginapan, para pelayan dan orang yang sedang didalam resah.


"kek, Chuan kog belum datang" tanya Luoyan. Keduanya masih didalam kamar menunggu kedatangan Chuan.


"dia punya rencananya sendiri, kita tunggu saja" ucap Rouyan.


"hahaha, apa kalian menungguku" terdengar suara Chuan sambil menerobos jendela kamar penginapan.


"para pelayan sudah dua kali meminta kita keluar" ucap Rouyan.


"Luosan tolong kultivasi dulu digiok dimensi" ucap Chuan sambil mengambil giok yang maaih dibawa Rouyan.


Luosan hanya tersenyum dan tak membantah saat Chuan memasukkannya digiok dimensi. Sebuah jubah hitam dan penutup wajah diserahkan pada Rouyan. Chuan juga memakai jubah seperti itu.


Kedua orang yang baru muncul dengan wajah yang setengah ditutupi menyulut kemarahan lima orang yang sedang memeriksa para tamu dan pelayan.


"itu orangnya" teriak pria gendut.


Pemimpin gerombolan dan seorang temannya terlihat geram melihat Chuan dan Rouyan. Ketiga orang yang sebelumnya melarikan diri kini terlihat beringas lagi.


"siapa kalian" tanya teman pemimpin tersebut.


"orang menjuluki aku, pendekar hitam" jawab Chuan santai dan tenang.


"tak perlu basa basi, bunuh saja keduanya" ucap pemimpin gerombolan itu dengan geram penuh amarah.


"hiaatttt,,,, mampus kau" teriak pemimpin itu disusul saudara angkatnya juga menyerang.


"serahkan keduanya padaku" teriak Rouyan sambil menanggapi serangan keduanya dengan pedang digenggamannya.


Karena pertempuran dua lawan satu yang cukup cepat membuat ruang depan penginapan tersebut berantakan. Serangan cepat dan brutal dari keduanya, ditanggapi dengan tehnik pedang yang terkesan lembut namun titik titik vital yang menjadi incarannya.


Sementara pertarungan sengit dan alot terjadi. Para warga yang berkumpul terlihat antusias mengikuti perkembangannya. Ternyata mereka juga merasa resah dengan adanya orang orang harimau hitam.


Mengetahui kesulitan keduanya untuk melumpuhkan Rouyan. Mereka berharap kekalahan terjadi pada keduanya.


"serang pemuda itu" teriak pemimpin gerombolan.

__ADS_1


"achhh" lanjutnya berteriak, saat sabetan pedang Rouyan menggores dadanya.


"beraninya tidak focus saat melawanku, hahaha" teriak Rouyan diikuti tawanya yang menggema.


Ketiga orang yang dimaksud, segera menyerang Chuan. Namun tak lama serangan ketiganya berakhir. Tiga orang pendekar langit melawan tahap kaiaar (suci mahir) ibarat domba gemuk melawan singa.


Sebuah lubang sebesar ibu jari terlihat menembus kepala ketiganya, lalu roboh bersimbah darah. Mengetahui cepatnya reaksi dan serangan Chuan. Saudara angkat pemimpin gerombolan sempat terkejut, yang berakibat fatal baginya.


Sebuah tebasan pedang Rouyan memanfaatkan moment yang terjadi. Dengan luka parah dilehernya, diapun roboh tak bangun lagi. Namun serangan Rouyan tidak berhenti dan terus mempermainkan pemimpin kelompok tersebut.


"paman,,, jangan terus main main, apa masa kecilmu kurang bahagia,,, hahahaha" teriakan dan tawa Chuan menggema sambil melesat dan berdiri diatap sebuah rumah.


"haahhhh"


"hahaha"


"huhhhh" gumanan dan tawa kecil warga yang menyaksikan kejadian tersebut terdengar, saat mendengar ucapan Chuan


"siapa kedua orang itu"


"darimana keduanya"


dari klan mana" tanya terdengar dari percakapan pelan mereka yang terus memperhatikan pertarungan tersebut.


"sleeppp,,,, acchhhhh" terdengar teriakan keras lalu sunyi.


"buckkk" hanya suara tubuh yang jatuh terdengar. Ternyata pedang Rouyan menembus leher pemimpin harimau hitam. Disusul lesatan Rouyan dan berdiri disamping Chuan.


"aku 'pendekar hitam' tak mencari masalah, namun juka datang aku siap menghancurkannya" teriak Chuan dari atap seorang warga. Dia juga meminta para anggota gerombolan tersebut membubarkan kelompoknya.


Untuk kelompok yang saat ini sedang mencari kesempatan, Chuan meminta untuk secara adil membagi wilayah kelompok harimau hitam.


"jika kalian bertingkah seperti mereka, tunggulah kedatanganku" ucapan Chuan jelas dan menggema.


Keheningan terjadi saat Chuan dan Rouyan melesat pergi meninggalkan tempatnya. Para anak buah gerombolan harimau hitam bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut. Mereka tak lupa membawa mayat pemimpin dan temannya.


Kegemparan ditempat wilayah tersebut tersebar luas. Tiada henti semua orang menceritakan peristiwa berdarah itu. Nama pendekar hitam menggema disemua tempat.

__ADS_1


Keesokan hari penguasa wilayah tersebut, mendatangi markas harimau hitam. Rumah yang besar telah sepi tidak seperti biasanya. Hanya tinggal beberapa anggota yang memang asli warga diwilayah tersebut.


Menurut mereka, tak ada yang tersisa didalam rumah itu. Semua yang ada didalamnya telah hilang dan hanya menyisakan identitas pendekar hitam yang tertulis didinding.


***


Chuan dan Rouyan meskipun melesat cepat, ternyata keduanya masih dipinggiran kota hindau. Luosan juga dikeluarkan dari giok dimendi ruang. Setelah jubah disimpan, ketiganya terus berjalan santai.


Disebuah kedai arak yang bagian belakang menyediakan kamar untuk menginap. Ketiganya bermalam di tempat tersebut.


Hari berikutnya, ketiganya berkeliling kota. Mereka mencari informasi arah kewilayah liar bekas benua utara. Selain itu tentang akibat yang muncul setelah bubarnya kelompok harimau hitam.


Hari ketiga, mereka berencana untuk melanjutkan perjalanan. pagi yang cerah terlihat dua orang yang asik menikmati araknya.


Sedang Luosan memesan beberapa menu karena penasaran. Dia asyik mencoba rasa dari tiap menu yang dipesannya. Melihat hal tersebut, Chuan dan Rouyan hanya tersenyum.


Dimeja lain terdengar para pengunjung yang sedang asyik membicarakan kelompok harimau hitam. Nama pendekar hitam juga terdengar menjadi topik pembicaraan itu.


Tak ada yang menyangka jika pendekar hitam yang mereka maksudkan, ada ditempat tersebut. Chuan dan Rouyan hanya mendengarkan percakapan mereka.


Luosan tidak bisa menghabiskan semua yang dipesannya. Dia meminta Rouyan untuk menyimpannya, untuk dimakan diperjalanan.


Luosan kini menunggu kedua orang yang dihormatinya, menghabiskan arak mereka. Sedang pengunjung lain terus menceritakan kejadian sesuai pengetahuan mereka.


Ada yang mengusik telinga Chuan dan Rouyan dalam percakapan orang orang tersebut. Kedatangan walikota, tetua klan sin dan patriak sekte matahari. Ketiganya mencari tubuh adik pemimpin harimau hitam.


Mereka mendapat informasi dari interogasinya pada anggota harimau hitam. Didalam cincin penyimpanan orang itu ada peta yang menunjukan letak sekte tua.


Satu sekte besar aliran putih yang hancur karena mempertahankan benua utara. Semua anggota sekte tersebut memilih untuk gugur dalam perjuangan. Meskipun hanya sebuah sekte, namun mereka menguasai hampir sepertiga benua utara.


Namun saat ini tinggal reruntuhan yang berserakan dihutan belantara. Juga induk bangunan sekte belum diketemukan. Sedang menurut berita yang beredar, selain sebuah peta ada juga tehnik untuk menghilangkan ilusi yang tertulis dibelakan peta tersebut.


Ketiga orang berpengaruh dikota hindau, bergerak saat sekte matahari memastikan bahwa salah satu yang terbunuh adalah pengkhianat yang mereka cari.


Ternyata saudara angkat pemimpin harimau hitam adalah pelarian dari sekte matahari. Dia adalah seorang wakil tetua disekte tersebut. Setelah dapat menerobos ruang harta karun sekte, dia lalu mencuri beberapa barang langka yang sangat berharga.


Salah satunya adalah peta tersebut. Patriak sekte saat itu belum mempelajari tehnik yang tercatat. Dikarenakan hanya pendekar suci tingkat sembilan yang akan mampu menguasainya.

__ADS_1


Selama ini diaterus bersembunyi dikelompok tersebut. Sesekali dia keluar saat harimau hitam menghadapi musuh yangcukup kuat. Dia selalu memakai topeng tipis yang istimewa. Namun kematiaannya telah membongkar identitasnya.


"bolehkah kami duduk bersama kalian" ucap seseorang yang datang ditempat Chuan dan dua lainnya duduk.


__ADS_2