Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Kunjungan Pribadi


__ADS_3

Panasnya terik matahari disiang ini, rasanya tak lebih panas hati orang orang didalam aula. Penyelewengan serta makar penatua dan dua tetua tercantum dilembaran yang diteken oleh semua orang yang diinterogasi.


Penggelapan pajak warga kota, dan juga setoran dari desa desa diwilayah klan chu banyak yang mereka sunat.


Rencana untuk merampas dokumentasi berkaitan hutan suci juga diungkapkan. Bahkan keterlibatan beberapa tetua sekte golongan hitam, serta rencana didesa siagon juga terkuak. Yang lebih membuat semua orang diaula adalah rencana menjadikan hutan suci sebagai pusatĀ  untuk menaklukkan klan chu dan gu.


Karena dua sekte hitam dilemahkan pendekar hitam, maka saat ini ketiga orang tersebut sibuk mengumpulkan bala bantuan untuk menguatkan barisan mereka. Dan banyak lagi, sampai terhasutnya istri kedua walikota dan anak anaknya.


"sekarang saja kita putuskan hukuman apa buat mereka bertiga" ucap walikota dengan lantang. Perdebatan begitu sengit terjadi diantara mereka. Bahkan bentuk hukuman yang sulit dijalankan karena mereka mempunyai tahap yang sama. Saat mereka mencapai titik kebuntuan maka walikota segera berdiri.


"sudahi dulu pertemuan ini, teruskan nanti malam diruang khususku" kata walikota.


"para tetua, temani aku akan minta pendapat Chuan tentang ini, sepertinya anak muda itu tak sesederhana kelihatannya" lanjut walikota.


"kami boleh ikut serta" tanya seorang penatua.


"silahkan, kalian semua juga boleh" balas walikota. Secepatnya mereka menyiapkan bawaan untuk anak anak disana.


***


Sementara Chuan yang sedang melatih anak anak ditempat latihan mendapat panggilan patriak lion.


"Chuan" ucap Patriak Lion.


"iya guru" jawab Chuan.


"ada yang akan berkunjung kerumah kalian, siapkan jamuannya" lanjut Patriak Lion.


"baik guru" jawab Chuan.


"latihan kalian kali ini cukup sampai disini dulu" teriak Chuan.

__ADS_1


"kenapa kak" tanya anak anak bingung. Tanpa menjawab Chuan lalu meluncur kearah sungai. Tak berapa lama ikan tangkapannya dilempar kearah anak anak berada.


"horreeeee"


"asyikkk, makan ikan lagi"


"hahaha" teriakan anak anak senang.


Sekiranya cukup lalu Chuan melompat ketepi sungai. Terlihat tiap anak membawa 2 atau 3 ikan besar.


"kita akan kedatangan tamu, ikan ikan ini selain buat kalian juga untuk menjamu mereka" ucap Chuan.


"iya kak" jawab mereka.


"sekarang bawa pulang biar dimasak semua sama nenek dan bibi" lanjut Chuan.


"baik" jawab mereka dengan serempak lalu berhamburan saling beradu lari.


Senja pun datang, beberapa pengawal walikota sudah berdiri dijalan kecil tempat chuan tinggal. Terdangar percakapan banyak orang memasuki gang kecil. Ternyata rombongan walikota sudah datang. Dengan teratur anak anak berjajar rapi dihalaman.


"berikan pada saudara kecil kita" ucap walikota agar pengawalnya menyerahkan oleh oleh untuk Chuan dan yang lain. Semua oleh oleh diterima anak anak yamg langsung membawanya kedapur.


"selamat datang tuan walikota beserta rombongan" ucap Chuan.


"ini kunjungan pribadi, masa Chuan panggil seperti itu" protes walikota.


"maaf paman Liong" ucap Chuan.


"mari silahkan masuk" ucap Tetua Tian.


"semua murid dan keamanan silahkan jaga disekitar rumah" ucap walikota.

__ADS_1


"siap" jawab mereka menggema.


Anak anak yang meletakkan oleh oleh didapur sudah kembali kehalaman.


"kalian jaga didepan rumah" ucap Chuan.


"siap kak" jawab mereka lalu berjajar rapi seperti saat latihan.


"hahaha, anak anak ini lebih disiplin daripada para pasukan keamanan" ucap seorang penatua sambil tersenyum dan terus masul kedalam rumah.


"bagaimana kalian melatih mereka" tanya walikota setelah duduk santai dikursi.


"Tetua Tian yang melatihnya" jawab Chuan santai.


"hemmm, bagus tetua" jawab walikota.


"bu bukan aku tapi Chuan" jawab Tetua Tian sedikit gugup bingung mau jawab apa.


"hahaha bahkan kalau Tetua Tian yang melatih pasukan keamanan, hasilnya akan lebih baik" kata iseng Chuan keluar.


"wah bagus, Tetua Tian bisa jadi pelatih kepala di jajaran pasukan keamanan, hehehe" balas walikota sambil tertawa kecil


"maaf tuan walikota" ucap Tetua Tian dengan raut bingung.


"whahaha" tawa Chuan pecah melihat raut muka Tetua Tian.


"hehehe" sedang yang lain hanya tertawa kecil.


"tak perlu bingung terua meskipun kami berharap untuk itu, tapi kami segan pada Chuan" ucap walikota.


"hehehe setelah sekte berdiri, kirim mereka untuk berlatih pada tetua Tian" ucap Chuan disambut wajah senang walikota

__ADS_1


__ADS_2