Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Coretan Chuan


__ADS_3

"siapa yang jelek" terdengar suara dari kejauhan.


"maaf tuan, dia memaksa bertemu" ucapnya melihat Teikong mendekat.


"plakkk" tamparannya mendarat pada penjaga itu.


"mulai besok tidak usah bekerja lagi" ucap Teikong pada penjaga itu.


"tuan, apa salahku" ucapnya membela diri.


"dia lebih penting daripada seratus orang sepertimu" jawab Teikong sambil mengajak Chuan keruang kerjanya.


Keduanya kemudian masuk kedalam, sedang penjaga


tersebut hanya lemas terduduk ditempatnya.


"maafkan sikap penjagaku" ucap Teikong saat duduk diruang kerjanya.


"tak masalah, biarkan dia tetap bekerja" ucap Chuan. "hahaha, hatimu terbuat dari apa? sudah dihina seperti itu tetap saja santun" ucap Teikong.


"whahaha, daripada jadi penjahat, kan lebih baik kerja disini" balas Chuan


"baiklah, kalau dia mau menunggu sampai kau keluar maka besok tetap bekerja disini" ucapnya.


Seorang pelayan wanita masuk membawakan arak untuk Chuan.


"terimakasih" ucap Chuan.


"sama sama" balasnya lalu pergi.


Chuan lalu menyampaikan maksud tujuannya. Dia ingin membangun tempatnya sendiri dihutan sebelah utara. Jelasnya lalu mengeluarkan dokumen yang diterimanya dari walikota.


"whahaha, gila,,,,, " ucap Teikong.


"ada apa tuan" tanya Chuan.

__ADS_1


"heh jangan tuan, panggil paman saja" ucap Teikong.


"baik paman" ucap Chuan.


Teikong lalu menjelaskan, melihat surat surat ini, Chuan mendapat wilayah merdeka. Maksudnya dia bebas mengelola dan tanpa pajak.


Bahkan ada juga surat penguat dari klan Tian. Kalau klan bangsawan itu sudah teken disurat yang Chuan bawa. Chuan membangun sebuah kota disana tak akan ada yang berani protes.


Gila,,, luasnya sebenarnya lebih 500km2 namun yang masuk wilayah klan chu hanya 150km2 dan nantinya akan bisa berkembang lebih luas kalau beberapa desa diperbatasan mau bergabung. daerah tersebut saat ini masih jadi sengketa, ada.daerah pegunungan yang masuk di wilayah klan gu.


"jangan berkhayal dulu, mau membantu apa tidak" sela Chuan mendengar Teikong ngomel terlalu jauh.


"hehehe, pasti pasti" jawabnya.


Chuan menjelaskan keinginannya satu bangunan terbuka yang besar dan lima belas rumah.


"sebentar ayo ikut aku" ucap Teikong mengajak Chuan keruang belakang. Ruangan yang cukup luas, terdapat satu meja besar ditengah ruangan. Terdapat juga puluhan kursi yang tertata dipojok ruangan.


"gambar dikertas ini" ucap Teikong menyodorkan kertas lebar dimeja dan alat tulis. Chuan lalu corat coret menggambar sesuai yang diharapkannya.


Dojo didepan deretan rumah mereka untuk tempat latihan. Sedang jalan utama selebar 20m. Coret sana coret sini chuan menjelaskan.


"Cinnnnn" teriak Teikong. Pelayan tadi kembali dengan tergesa gesa.


"ada apa tuan" tanya pelayan pada teikong.


"panggil para ahli sekarang, penting" ucapnya membuat pelayannya segera pergi.


"perlu banyak biaya untuk itu Chuan" ucap Teikong.


"berapa paman" ucap Chuan santai.


"untuk ini bukan lagi ratusan, tapi ribuan" jawab Teikong. "hahaha, tak kira berapa" ucap Chuan lalu mengeluarkan 500 uang kertas dan satu peti berisi 500.000 koin emas.


"uang sebanyak ini, kau gila yaa" ucap Teikong terkejut. "katanya ribuan, yang gila aku apa paman" ucap Chuan santai.

__ADS_1


"hehehe" tawa Teikong.


"mereka sudah didepan" ucap pelayan menyampaikan laporannya.


"berapa temanmu yang belum pulang" tanya Teikong. "dengan penjaga enam orang dan dua penjaga malam sudah datang" jawabnya


"penjaga yang aku tampar bagaimana" tanya Teikong.


"dia masih jongkok ditempat semula" jawabnya.


"bilang besok dia boleh kerja lagi" jelas Teikong.


Semua disuruh pulang, dan memberi koin emas untuk dibagikan termasuk dua penjaga malam.


"kami sudah terima gaji tuan" ucapnya.


"ini dari tuan muda ini, dan suruh para ahli masuk" ucap Teikong.


"baik, terimakasih tuan muda" ucapnya sambil membungkuk.


"sama sama" ucap Chuan.


"paman, gak perlu ngomong dari aku" ucap Chuan.


"hahaha lha memang uangmu, lagi pula kebanyakan jadi sayang kalau tidak dibagi" usil Teikong.


"hahaha, bisa saja" ucap Chuan


"malam tuan, ada apa memanggil kami" ucap tenaga ahli yang mulai memasuki ruangan.


"saudara chuan memerlukan bantuan kalian" ucap Teikong.


"wah tuan muda rupanya" ucap seorang yang ikut merenovasi rumah.


"hehehe, paman sekalian cukup panggil aku chuan saja, tanpa embel embel yang lain" ucap chuan. Teikong lalu menyodorkan coretan Chuan.

__ADS_1


__ADS_2