Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Mulai Beraksi


__ADS_3

Gion dan warga shock setelah mengetahui identitas Chuan dan orang yang bersamanya.


"tuan muda bukan pejabat yang gila kehormatan" ucap Tian Dan. Bersikaplah wajar selama tidak melakukan suatu kesalahan. Bahkan dia tidak terlalu senang jika ada yang menghormatinya secara berlebihan.


"tolong untuk besok kalian jangan berburu dulu" lanjut Tian Dan. Untuk menghindari kesalah pahaman dengan tuan muda atau teamnya. Saat ini tuan muda dan yang lain sedang menjalankan tugas. Mereka melakukan pemantauan di wilayah perbatasan.


Selain situasi dan kondisi yang dipantau, juga kinerja para prajurit penjaga. Kami juga mendapat teguran darinya.


"kalian,,,"


"kalian sebenarnya siapa" ucap Gion terputus karena terkejut dan bingung.


"maaf selama ini, kami menyembunyikan identitas yang sebenarnya" jelas Tian Dan. Mereka juga prajurit yang setia pada Khaisar Jing. Setiap hari mereka keluar untuk saling koordinasi dengan pasukan yang sehaluan.


"tidak semua prajurit punya haluan dan kesetiaan yang sama" lanjut Tian Dan. Ada yang setia dan loyalitas penuh pada khaisar. Namun ada juga yang lebih memilih loyal pada klan mereka.


Makanya sering kita lihat prajurit yang berbeda sikap saat memutuskan suatu hal. Mereka akan melihat kelompoknya atau bukan.


"hal tersebut yang membuat kami tinggal dikampung kalian" jelas Tian Dan.


"apa kalian juga prajurit pasukan khusus" tanya Gion.


"whahahaha,,,, bukan" jawab Tian Dan sambil tertawa.


"pelatihan dan tahap kultivasi kami masih jauh untuk itu" lanjutnya.


"oohhhh,,, sepertinya mereka tidak sama dengan prajurit yang biasa dijumpai" ucap pria paruh baya


"maksudnya apa paman" tanya Tian Dan


"seorang prajurit biasanya terlihat tegas dan menakutkan, tapi mereka tidak seperti itu" jawabnya.


"whahahaha,,, orang yang terlihat biasa dan tenang, sebenarnya lebih menakutkan daripada yang kita sangkakan" jelas Tian Dan. Namun tuan muda, benar benar orang yang baik.


Selama mereka tidak menyinggung keluarganya. Serta tidak ada niatan untuk membuat kerusuhan di Kekaisaran Jing. Bahkan apapun yang kita kerjakan asal tidak membuat resah warga lain, maka tuan muda tidak akan perduli.


Percakapan Tian Dan bersama warga terus berlanjut. Bahkan beberapa warga mulai bertanya banyak hal pada kesempatan tersebut.


***


Kelompok kelompok kecil yang dibentuk Chuan, dengan sabar memantau situasi dan kondisi yang dihadapinya. Dari tempat yang cukup jauh pada tiap tempat yang ditentukan, terlihat satu orang bersembunyi dikegelapan.


Sedangkan para prajurit khusus memantau kamp klan tang. Dengan ilmu bayangan naga, mereka menyembunyikan diri. Bahkan kehadiran mereka tidak dirasakan oleh orang orang tersebut.


Suara canda tawa terdengar dari orang orang yang berada di area kamp yang mereka awasi. Malam semakin larut, namun canda tawa tetap terdengar. Dan ada yang mulai ngelantur.

__ADS_1


Disisi belakang tenda, terlihat dua kereta barang. Terdapat delapan orang penjaga yang sudah mulai dipengaruhi arak yang mereka minum. Para prajurit khusus merasa saat yang ditunggu telah tiba. Namun mereka menunggu tengah malam tiba.


"sring,,, sring,,, sring"


"ugh,, ugh,, ugh" desingan pisau terbang dan lenguhan kecil terdengar. Lemparan yang bagus, mengenai dada dan sebagian tepat dipangkal lehernya.


Dengan berpakaian hitam dan bercadar, para pasukan khusus mendekati penjaga kereta barang. Mereka menahan penjaga yang terbunuh tersebut agar tidak jatuh dan menimbulkan suara. Untuk mengurangi kekacauan diawal gerakan mereka.


Dua kereta berisi perbekalan langsung dijarah isinya. Setelah memasukkan pada cincin penyimpanan, mereka diam sebentar untuk memulai aksi selanjutnya.


Menggunakan tehnik meringankan tubuh dan tetap menyembunyikan dengan ilmu bayangan, mereka mulai menyebarkan bubuk racun saat melintasi kamp tersebut dan tempat para penjaga.


"siapa itu"


"ada apa"


"sepertinya ada yang melintas"


"aku tak merasakan"


"habis kau terlalu mabuk" terdengar percakapan diantara para penjaga.


"siapa yang baru lewat" terdengar teriakan dari depan tenda. Terlihat banyak orang yang keluar melihat keadaan.


"sepertinya aku merasakan ada yang mengintai kita" ucap yang lain.


"acchhhhh"


"aacghhh"


"aaarrggghhh"


"bugh,,, bugh,,, bugh,,," terdengar erangan kesakitan dan tercekik. Lalu beberapa orang mulai berjatuhan.


"racun,,, tahan napas dan telan pil anti racun" teriak seseorang dari depan tenda. Mereka yang masih bertahan mulai menelan pil yang dimaksud.


"suitttttt,,,,," terdengar suitan panjang yang berada jauh dibelakang kamp kamp tersebut. Dibeberapa tempat ada siluet samar yang melesat memasuki wilayah hutan lebat.


"maaf tuan muda" ucap bayangan yang baru datang. Ternyata prajurit dari pasukan khusus yang dipanggil Chuan untuk berkumpul.


"penjagaan mereka cukup ketat, dan kalian juga nekat melakukan aksi tersebut" ucap Chuan.


"maaf perhitungan kami meleset" ucap seorang prajurit.


"dengan penjagaan seperti itu, kalian cukup berhasil. Sebaiknya kita kembali dulu" ucap Chuan.

__ADS_1


"baik" jawab mereka semua.


Chuan dan yang lain mulai melesat meninggalkan tepat tersebut. Sedikit mengambil jalan yang memutar mereka mengambil arah keperkampungan pemburu. Tetap menyembunyikan tahap kultivasinya, mereka membelah gelapnya malam. Melesat dari puncak pohon satu ke puncak yang lain.


Suasana pagi masih terasa gelap dan dingin. Chuan dan rombongannya telah tiba di kampung pemburu. Mereka berkumpul di tenda besar. Setelah semuanya berkumpul dan mulai bersantai. Chuan mulai meminta para prajurit untuk menunjukkan hasil jarahannya.


Satu demi satu mulai mengeluarkan jarahannya. Banyak bahan makanan, beberapa galon arak serta bahan obat herbal yang menumpuk. Mereka mulai mengelompokkan barang barang tersebut.


Hangat mentari mulai menyapa. Para warga kampung terlihat keluar dari rumah masing masing. Gion mendatangi tenda tempat Chuan dan yang lain berkumpul.


"salam tuan muda" ucap Gion


"silahkan duduk" balas Chuan. Dengan sedikit takut, Gion duduk disamping Tian Dan.


"adakah rumah yang masih kosong" tanya Chuan.


"maaf tuan, semuanya sudah ada yang menempati" jawab Gion.


"bisakah kalian membangun rumah hari ini" tanya Chuan.


"baiklah akan kami kerjakan" ucap Gion.


"kalau kalian mau, kami akan membantu menata kampung ini" jelas Chuan.


"terima kasih tuan muda" ucap Gion sambil bersujud.


Saat Gion hendak bersujud, Chuan menahan gerakan tersebut dengan energinya.


"tak perlu bersikap seperti itu" ucap Chuan.


Dia lalu memerintah Gion untuk menggerakkan para warga. Chuan juga menyuruhnya, meminta para wanita mengambil bahan makanan yang ada ditenda dan memasak untuk semua orang.


"ambil sebanyak yang kalian butuhkan" ucap Chuan.


"baik tuan muda" jawab Gion, yang terlihat bingung dengan banyaknya barang yang bertumpuk.


Chuan mulai menggerakkan para prajurit untuk membangun aula terbuka dan sebagian membuat pagar yang mengelilingi perkampungan tersebut.


Pagi itu semua orang sibuk dengan aktifitasnya masing masing. Mereka bersemangat menjalankan perintah Chuan dan mengerjakan sesuai dengan kemampuan masing masing.


***


Kamp pelatihan pasukan khusus terlihat sibuk mendapat kunjungan Jenderal Erlong yang mendadak. Xhuan dan komandan telik sandi yang ternyata tinggal ditempat tersebut menyiapkan aula pertemuan.


"adakah yang mendesak dengan kunjungan ini" tanya Xhuan saat mereka duduk diaula pertemuan.

__ADS_1


"siapkan pasukan khusus yang ditahap langit keatas" jelas Erlong.


__ADS_2