Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Setikat Pekerja


__ADS_3

"asyik, ada kak chuan bersama kita"


"horeee"


"hoorreeee," teriak anak anak bersemangat mendengar chuan akan tinggal bersama mereka.


"sudahlah, aku pergi sebentar yaaa" ucap chuan.


"hati hati kak" jawab mereka bersahutan.


Chuan berjalan menuju jalan besar, tujuan dia sore ini pergi kebintang perak. Meskipun dibuat seakan wajar, tapi raut wajah penjaga dan ceiyun menunjukkan rasa hormatnya.


"chuan, maaf kepala cabang hari ini sedang kekantor pusat" ucap ceiyun saat chuan didepannya.


"tolong rahasiakan diriku dari kepala cabang, sampaikan kalau aku murid tetua tian saja" kata chuan.


"baiklah chuan, saat ini apa yang bisa kami bantu" ucap ceiyun.


"aku ingin merenovasi rumah, sedang aku tidak kenal siapapun disini" kata chuan.


"teysan" panggil ceiyun dan seorang penjaga datang mendekat.


Ternyata dia, orang yang mengawasi chuan tadi.


"ada apa yang bisa saya bantu tuan" tanya dia setelah didepan chuan.


"tolong panggil chuan saja" kata chuan mengingatkan. "maaf, lupa" ucapnya.


Chuan lalu menyampaikan maksudnya, kalau hendak minta tolong dicarikan tukang untuk merenovasi rumah yang dia tinggali.


Bangunannya tetap berdinding kayu namun lebih besar. "sebaiknya chuan datang keserikat pekerja" kata teysan setelah mendengar penuturan chuan.

__ADS_1


"dimana itu" tanya chuan.


"aku antarkan, biar mereka tidak mematok harga semaunya" ucap teysan.


"baiklah, saya permisi ceiyun" pamit chuan.


"hati hati" jawab ceiyun.


Keduanya keluar dari kantor bintang perak dan menuju kantor serikat pekerja. Kedatangan teysan diserikat pekerja sambut hangat oleh dua pelayan dikantor itu.


Seorang pelayan bergegas masuk keruang dalam. Tak selang lama dia kembali bersama seorang pria paruh baya.


"saudara teysan selamat datang, ada yang bisa kami bantu" ucap pria tersebut.


"aku mengantar saudara chuan yang ada sedikit perlu" jawab teysan.


"kita bicara diruang kerjaku saja" ajak pria tersebut lalu berjalan menuju ruang kerjanya.


"namaku teikong kepala cabang serikat pekerja" ucapnya memperkenalkan diri.


"aku chuan" jawab chuan singkat.


"apa yang bisa kami bantu" tanya teikong.


Tanpa basa basi chuan lalu menjelaskan maksud kedatangannya. Secara detail chuan menjelaskan segala kebutuhan yang menyebabkan dia hendak merenovasi rumah tersebut.


Terlihat serius teikong mendengar semua penuturan chuan.


"Lima belas kali dua puluh lima" ucapnya seakan tak percaya karena melihat penampilan chuan.


Kemudian teikong sibuk memainkan alat tulis diatas kertas. Sebuah ruang tamu, delapan kamar, ruang dapur dan empat kamar mandi. Waktu tujuh hari setidaknya perlu dua puluh pekerja.

__ADS_1


"ohhh" gumannya.


"ada apa" tanya chuan


"perlu banyak koin emas untuk itu" jawab teikong


"berapa" tanya chuan.


"dua ratus lima puluh koin emas" jawab teikong.


"tak ada potongan harga" tanya teysan.


"sudah patokan terendah, itupun komplit dengan semua perabotnya" jelas teikong.


"baiklah, aku setuju" ucap chuan sambil mengeluarkan koin emas sejumlah tersebut.


Keduanya terdiam melihat chuan yang terkesan tidak mau bertele tele saat negosiasi.


"kapan dimulai" ucap chuan membuat keduanya tersadar. "beri kami waktu tiga hari untuk persiapan" jawab teikong. "baik tiga hari lagi, untuk lokasi nanti saudara teysan yang menunjukkan" kata chuan.


"terima kasih sudah percaya pada setikat kami" ucap teikong.


"sama sama, kami permisi" pamit chuan lalu beranjak dari duduknya dan melangkah keluar, diikuti teysan dibelakangnya.


Senja mulai beranjak malam. Chuan dan teysan yang baru keluar kantor serikat pekerja, dengan santai menuju kedai arak karena permintaan chuan.


Tak lama kemudian mereka terlihat asyik menikmati araknya. Sambil bercerita kesana kemari mereka tetap membatasi agar tidak sampai mabuk.


Teysan pun menyarankan untuk menyewa sebuah penginapan kecil saat rumah itu direnofasi. Chuan memberikan sekantong koin emas yang didapat dari tetua zhao.


Untuk menyewa penginapan tersebut selama tujuh hari dan sekalian makan tiga kali sehari. Meski tetap asyik dengan arak, mereka berdua masih dalam kesadarannya. Teysan juga berjanji akan mengembalikan sisa uang chuan. Saat malam datang menjelang..

__ADS_1


__ADS_2