
Mereka semua memeriksa coretan Chuan dengan serius. "ini perlu waktu yang lama" ucap seseorang mewakili temannya.
"berapa bulan" tanya Chuan.
"untuk hasil maksimal paling lama setahun" jawabnya. Chuan sedikit merenung mendengar jawaban para pekerja.
"kalau kerja lepas bagaimana" ucap Chuan.
"tak apa apa, tapi kami perlu 20 orang" jelasnya. Untuk waktu lama mereka akan mengajak keluarganya. Sedang gaji lepas mereka 1 atau 2 koin emas. Tergantung tahapan mereka, bahkan ada 2 tenaga ahli tahap bumi gajinya 5 koin emas sehari. Gaji mereka dihitung sebagai gaji kerja lepas.
"kalian cari sampai genap 20orang, bahkan tahap bumi juga tak masalah" kata Teikong lalu menjelaskan lokasinya.
Tiga hari lagi berkumpul dan bawa keluarga masing masing. Mereka berangkat dengan 20 kereta kuda. Selain membawa keluarga juga membawa semua peralatan yang dibutuhkan.
Sedang gajinya tiap orang akan menerima 15000 koin emas, dengan ikatan kerja selama 3th.
"bagaimana menurut kalian" tanya Teikong.
"dengan waktu yang lama, kami sepuluh orang ini cukup" jelas seorang pekerja.
Mereka telah kompak satu dengan yang lain. Kalau ada yang lain maka harus adaptasi lagi. Biar dengan 15.000 per orang, sisanya uangnya bisa Chuan gunakan demi anak anak itu.
Bahkan dengan koin sebanyak itu mereka bisa kerja pada Chuan lebih sepuluh tahun. Jelasnya pada Chuan dan Teikong.
"baiklah kalian hitung koin dipeti ini 20rb tiap orang" ucap Teikong.
Dia juga mengembalikan uang kertas dan dokumentasinya pada Chuan.
"simpanlah, kalian lebih mebutuhkan" ucapnya. Chuan lalu masukkan semuanya kecincin naga.
__ADS_1
"kalian aku tinggal keruanganku dulu" ucap Teikong.
"baik tuan" jawab mereka.
"mereka orang yang bisa dipercaya, dan hanya mereka asetnya mulai pertama pegang kantor cabang" ucapnya saat tiba diruang pribadinya.
Kemudian dia bercerita. Bulan depan dia akan ditarik ke kantor pusat, sebagai tenaga ahli. Kebijakan ini diambil kantor pusat karena pendapatan cabang diklan chu mulai surut.
Sejak sakitnya walikota, klan chu seperti tidak berkembang. Saat kepala cabang diganti, kesepuluh orang tadi ingin tinggal didesa dengan tenang.
"rumah mereka disini bagaimana" tanya Chuan.
"sebagian besar rumah dikota ini tanpa surat kepemilikan, termasuk milik mereka" jelas Teikong.
Tetua tiga banyak mengklaim rumah warga yang tanpa surat. Setiap bulan ada sewa yang dikenakan untuk itu. Bahkan beberapa tahun ini sering terlihat memeras mereka.
"dimana rumah tetua tiga" tanya Chuan penasaran.
Lima ratusan meter dikanan jalan ada rumah mewah. Kalau tidak ada aktifitas di sekte, dia lebih sering dirumah itu.
"baiklah kalau situasinya seperti itu" ucap Chuan lalu menyampaikan rencananya.
Daripada timbul masalah, bagaimana kalau mereka keluar kota secara bertahap. Menginap dulu didesa dekat hutan itu, sambil melihat kondisi.warga desa diperbatasan.
Dihutan itu keadaannya aman dan hanya babi hutan yang sedikit berbahaya. Rencananya biar dipakai anak anak latihan, namun ketika para pekerja sedang dilanda jenuh maka silahkan untuk berburu.
"pinggiran hutan sudah aku buatkan pagar" jelas Chuan panjang lebar.
"baiklah, akan aku atur untuk itu" ucapnya.
__ADS_1
"maaf paman, aku permisi dulu" pamit Chuan.
"silahkan, dan terimakasih" balasnya.
Chuan hanya mengangguk dan melangkah untuk keluar kantor serikat kerja. Dua penjaga membukakan pintu untuknya.
"maaf tuan muda" terdengar dari samping Chuan.
"oh kamu" ucap Chuan pada penjaga yang tadi mengejeknya.
"sudahlah lupakan, besok kamu kerja lagi seperti biasa" lanjut Chuan.
Lalu melesat cepat,
"tu tuan" ucap penjaga terbata bata karena takut saat Chuan tiba tiba menghilang. Didalam ketakutannya terbersit rasa syukur karena Chuan tidak menyimpan dendam padanya.
Meninggalkan penjaga yang sedang ketakutan, Chuan sedang menuju kerumah tetua tiga.
"guru" ucap Chuan.
"sembunyi diatap, kau nanti tahu sendiri" ucap Patriak Lion.
Dengan ilmu bayangan naga, Chuan tetap hati hati turun diatap rumah tersebut. Entah kenapa penjagaan sekitar rumah ini begitu ketat.
"jangan dulu, saat ini mereka masih dikota" terdengar seseorang mengemukakan usulannya.
"usahakan menyergap rombongan anak kecil itu saat menuju hutan suci" terdengar suara tetua tiga.
"tiga tetua mereka, ada ditahap bumi"
__ADS_1
"aku sudah menghubungi empat pendekar tahap bumi golongan hitam, bulan depan mereka datang"
"bulan depan kirim 50 orang didesa siagon"