Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Tehnik Pembunuh Bayangan


__ADS_3

Sang mentari naik dan menghangatkan pagi. Para warga desa keluar rumah dan mulai beraktifitas. Ada perasaan cemas jika teman enam penjaga itu datang. Sedang tiga orang itu sudah pergi saat pagi belum begitu terang.


Empat pria yang diminta Chuan mencari informasi didesa sebelah kini terlihat berlari menuju desanya.


"mereka tidak akan datang lagi" teriak seorang pria dari kejauhan.


Semua warga yang berkumpul mendengarkan berita yang datang. Pemimpin kota telah tewas dan kediamannya dibakar oleh seseorang. Juga para penjaga yang hendak kedesa mereka dan penjaga didesa sebelah saat ini juga tewas. Mereka terbakar bersama rumah yang mereka tempati.


"siapa yang melakukannya" tanya seorang warga.


"menurut informasi, dia mengaku pendekar hitam" jawab pria tersebut. Semua warga menggumankan nama tersebut.


"kenapa dia baru muncul sekarang"


"penderitaan yang sudah bertahun tahun"


"kita sudah hancur dia baru datang"


"kenapa anakku harus bunuh diri, seandai dia tahu akan datangnya hari ini,,, hik hik"


Suara yang terucap begitu beragam. Diantara mereka banyak yang meneteskan airmata dan isak tangis yang terdengar. Kekejaman, kesadisan serta pelecehan yang terjadi, meninggalkan luka yang dalam dihati mereka.


***


Disebuah bukit yang tenang tiga orang saling duduk berhadapan. Rouyan sedang mengeluarkan isi cincin yang baru didapatnya. Sedang cincin tersebut diserahkan Luoyan dan diberitahu cara penggunaannya.


Chuan hanya mengambil peta dan mengamatinya dengan serius. Sedang koin, batu roh, beberapa pil serta barang berharga tidak mengusik minatnya. Rouyan memeriksa serta memberitahukan nama dan kegunaan beberapa pil yang ada pada Luosan.


Luosan disuruh menyimpan semua barang tersebut. Keduanya lalu melihat Chuan yang serius memperhatikan bagian belakang peta tersebut.


"bagaimana kak" tanya Luosan


"tehnik berlapis, setidaknya ada tiga pola atau lebih yang saling mendukung" ucap Chuan.


"bisakah kau mempelajarinya" tanya Rouyan

__ADS_1


"meskipun terasa akrab dengan pola tersebut, tapi aku perlu waktu untuk memecahkan misterinya" jawab Chuan.


"bisakah paman berjalan sendiri" tanya Chuan sambil menjelaskan maksudnya. Chuan dan Luosan akan berlatih digiok dimensi. Dua batu hitam berpola dilemparkan Chuan pada Luosan, dan meminta untuk mempelajarinya.


Sementara keduanya digiok dimensi, Rouyan diminta merubah arahnya. Selain itu dia juga memakai identitas pendekar hitam. Tak perlu menghancurkan para perampok kecil. Tapi sekte dan penguasa yang menindas dan meresahkan rakyat.


"berapa lama waktu yang kau perlukan" tanya Rouyan


"mungkin bisa beberapa minggu dialam nyata, karena semalam aku mendapat tehnik pembunuh bayangan" ucap Chuan.


"organisasi pembunuh iblis darah" ucap Rouyan sedikit terkejut.


Saat menyatroni kediaman peminpin kota, Chuan mendapati tiga anggota topeng perak ditempat tersebut. Chuan membunuh ketiganya, dan membunuh peminpin tersebut. Baru diketahuinya kalau orang itu adalah pembunuh topeng emas.


Didalam cincin dimensinya terdapat banyak harta benda karena beberapa tahun lagi kota itu akan didirikan kantor cabang. Tehnik tersebut juga diterdapat didalamnya. Chuan berencana menggabungkan tehnik tersebut dengan ilmu bayangan naga yang dimilikinya.


"baiklah, selain itu bantu Luosan menguasai dua tehnik yang dipelajarinya" ucap Rouyan.


"berhati hatilah paman, organisasi tersebut pasti sedang mencaritahu identitas kita" ucap Chuan.


Chuan menyerahkan giok dimensi ruang pada Rouyan, dan tak lama dua siluet terbang masuk didalamnya.


***


Malam hari diistana Pangeran Tian, terdapat enam orang yang sedang berkumpul. Pangeran Tian, Ratu Selir, dua pengawal dan dua pembunuh topeng perak ada ditempat tersebut.


Dalam beberapa bulan ini, mereka menyelidiki kematian seorang pembunuh yang disewa pangeran Tian. Kebuntuan penyelidikan tersebut menuntut pangeran untuk bertanggung jawab.


Kesembuhan pangeran mahkota membuat organisasi tersebut mencabut dukungannya pada pangeran Tian. Saat ini mereka menuntut atas anggotanya yang tewas.


Perundingan tersebut mengalami kebuntuan, karena tuntutannya terlalu tinggi. Sedangkan harta pangeran Tian banyak dikeluarkan untuk menyogok para pejabat dan komandan prajurit. Selain itu kebiasaan berfoya foya juga mempengaruhinya.


Saat ini keenam orang tersebut terdiam tanpa pembicaraan. Dua pembunuh topeng perak saling bertatapan. Sedang empat lainnya dirundung kegelisahan dalam hatinya.


"sringg,,, bukkk" tiba tiba dua bayangan bergerak cepat dan empat orang itu telah terpenggal kepalanya. Sebuah giok perekam dipegang seorang pembunuh. Dia merekam temannya yang memegang kepala pangeran Tian.

__ADS_1


"hutang telah terbayar" ucap pembunuh tersebut.


Keduanya segera menyelinap keluar istana kecil pangeran Tian. Jalan rahasia istana itu sudah diketahui oleh keduanya. Sampai diluar istana mereka segera menghilang dikegelapan malam.


Mentari yang cerah menghiasi istana Kaisar Jing. Disalah satu ruangan dalam istana terjadi keributan. Ruang penyimpanan giok jiwa keluarga kaisar terdapat penjaga yang sedang kebingungan.


Dua orang keluar dari ruangan tersebut dan bergegas menemui pejabat istana.


"giok Pangeran Tian dan Ratu Selir hancur" ucap penjaga dihadapan pejabat tersebut.


"ulangi ucapanmu" kata pejabat itu karena terkejut. Penjaga itu mengucapkan lagi kata yang sama.


Pejabat tersebut mulai panik dan segera mengecek kebenaran dari laporan keduanya. Selanjutnya melaporkan pada Kaisar Jing. Mulailah terjadi keributan didalam istana. Para Ratu Selir dan Pangeran merasa was was dengan kejadian tersebut.


Kaisar Jing langsung menugaskan penyelidikan kepada dua orang pejabat yang diketahuinya dekat dengan pangeran Tian. Sedang semua yang terbunuh segera untuk dimakamkan.


Meakipun suasana berkabung, wajah kalut Kaisar Jing dan permaisuri dipandang oleh yang lain seperti sedang bersedih dan kehilangan.


Kaisar Jing sudah menduga hal tersebut terjadi. Terbunuhnya anggota pembunuh iblis darah bukan hal yang bisa dicampurinya. Mereka yang juga menyadari hal tersebut hanya diam.


***


Hari terus berganti, minggu berganti bulan. Pembangunan perkampungan disuku gunung telah selesai. Juga kebun obat telah tertata dengan baik. Tabib Ho dan seorang pembuat pil bintang tiga juga ada ditempat tersebut karena permintaan Putri Meilin.


Keduanya membuatkan pil dari bahan yang dimiliki warga suku gunung. Sebagian besar pil untuk kultivasi, yang dibuat keduanya dipakai untuk meningkatkan tahap kultivasi pemuda suku.


Komandan Xhuan sebelumnya heran, karena pemimpin suku memiliki kitab tehnik kultivasi tingkat tinggi. Dia mendapat penjelasan kalau kitab tersebut pemberian Chuan dan Rouyan. Xhuan memakluminya dan semakin kagum pada keduanya.


Pemimpin suku juga mempersilahkan jika mereka ingin mempelajarinya. Bukan karena bantuan yang mereka berikan tetapi lebih disebabkan rasa menghargai dan hormatnya pada Chuan.


Komandan Xhuan juga membuat tempat latihan fisik bagi para prajurit. Energi alam yang bagus juga menambah motivasi para prajurit. Setiap malam datang selain yang bertugas jaga, semuanya akan tenggelam dalam kultivasinya.


***


Dipinggiran pusat kekaisaran dibenua tengah, terdapat sebuah bangunan besar milik Klan Qin. Bangunan tersebut bahkan lebih besar dari rumah pemimpin klan.

__ADS_1


Balai lelang klan qin, tertulis diatas pintu masuk bangunan tersebut. Tempat yang selalu ramai saat ini tertutup untuk semua orang. Namun diruang pertemuan balai lelang tersebut ada lebih dari sepuluh orang yang duduk mengelilingi meja.


__ADS_2