Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Jemputlah Mereka


__ADS_3

"sampai penginapan makan buah ini sehari dua kali sambil meditasi" ucap Chuan sambil menyerahkan enam buah, anggur darah.


"anggur darah" teriak pemuda dan Teysan bersamaan. "maaf, aku permisi" ucap Chuan segera berlalu dan melesat pergi saat didepan pintu.


"ini" ucap pemuda kepada Teysan, saat Chuan sudah hilang dari depan mereka.


"aku kerja seumur hidup belum tentu bisa membelinya" ucap Teysan.


"siapa dia" tanya wanita itu.


Teysan lalu menjelaskan siapa Chuan seperti yang diketahuinya. Dan juga mengatakan kalau pemuda itu yang akan mereka ikuti.


"sampai matipun aku rela menjadi pelayannya" ucap wanita tersebut.


Mendengar itu, Teysan memberitahukan kalau dia tidak seperti itu. Dia terlalu menghormati dan menjaga siapapun yang disekelilingnya. Bahkan kekejaman yang tak terbayangkan untuk yang mengusik dirinya dan mereka yang dia lindunginya.


Bahkan menurut tuan Guan dirinya adalah pendekar hitam yang menjadi rumor selama ini. Tapi mereka menutup rapat berita ini, karena segan dan rasa hormat yang ada. Kalau takut sudah pasti ada, jangankan mereka. Dua sekte aliran hitam hancur dalam semalam.


Tuan Guan juga bercerita, dibenua timur pernah sebuah desa hampir dihancurkannya. Satu lagi seorang komandan telik sandi menganggapnya saudara. Banyak cerita yang mereka dengarkan tentang Chuan. Namun Teysan selalu minta untuk merahasiakan tentang dirinya.


Sedangkan yang dibicarakan lagi asyik bercanda dengan anak anak yang saling bercerita tentang mereka saat diserikat dagang. Pesanan mereka ternyata sudah selesai.

__ADS_1


Sore berganti malam, Tetua Lifan baru tiba ditengah tengah mereka. Selanjutnya dia menyampaikan titipan walikota untuk Chuan. Sebuah lencana emas klan chu, yang tertulis namanya dan penatua kehormatan. Dan tentang rencana nanti malam juga dipaparkannya.


"kog penatua apa aku sudah tua yaa" guman Chuan didengarkan semua orang.


"ya sudah lho kakek" usil Nenek Hong, disambut tawa dan canda yang lain. Para istri tetua sebagai keluarga baru hanya tersenyum melihat tingkah orang disekelilingnya.


"para istri tetua kalau mau tertawa jangan ditahan, awas nanti bisa ngompol" ucap Chuan mencari pelampiasan usilnya. Saat seorang istri tetua beranjak kedapur semakin keras ledekan Chuan.


"wah sudah ngompol yaa, bi"


"whahahaha" tak satupun yang tidak tertawa.


Sebelum mereka berangkat, dihalaman rumah terdengar banyak orang mendatangi rumah mereka. Teysan dan teman temannya datang.


"ada apa" tanya Chuan.


"kami tahu Chuan dan para tetua akan pergi, biarkan kami yang menemani anak anak itu" jawab Teysan.


"mana istri kalian" lanjut Chuan.


"mereka dipenginapan" balas Teysan.

__ADS_1


"seharusnya ajak juga kesini, tak bijak meninggalkan mereka" ucap Chuan.


"kalau Chuan dan para tetua berkenan kami akan menjemput mereka" ucapnya.


"jemputlah mereka dulu, ayo berangkat Chuan" ajak Tetua Tian.


"dirumah masakan bibi habis, kalau ada bawa makanan kesini" ucap Chuan sambil melesat cepat, dan diikuti para tetua.


"anak ini" guman Teysan terkejut dengan kecepatan Chuan. Sembilan bayangan melesat membelah malam.


Berhenti didepan rumah sederhana tempat tetua zhao tinggal. Segera penjaga rumah mempersilahkan mereka masuk. Didalam sudah berkumpul tetua satu dan empat. Tanpa basa basi tetua Zhao menjelaskan situasinya.


Dipihak musuh ada enam pendekar bumi dan satu tahap langit. Sedang 1000 anggota mereka semua ditahap mahir. Untuk orang kita ada lima tahap bumi, 500 murid inti tahap mahir, serta 200 pasukan keamanan tahap mahir.


Pihak mereka memakai pakaian merah. Sedang kita memakai seragam sekte dan pasukan keamanan tetap dengan seragamnya. Ada kain putih yang diikatkan dilengan kanan mereka.


"baiklah kami akan memakai cara kami sendiri, ingatkan anggota kalian untuk menunggu aba aba kami" ucap Chuan sambil membagikan kain hitam penutup wajah kepada para tetua. Kain sutra hitam kuat yang dipesannya bersamaan dengan seragam mereka. Sembilan orang keluar rumah tetua Zhao dari pintu belakang.


"jangan jangan pendekar hitam yang menjadi rumor adalah Chuan" ucap Tetua Empat.


"mungkin juga" ucap Tetua Zhao.

__ADS_1


__ADS_2