Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Pingsan


__ADS_3

"minum pil dulu" ucap chuan sambil memberikan masing masing satu pil nutrisi dan segelas air kepada nenek hong dan bibi fei.


Tiap pil yang chuan siapkan sudah disisipkan qi murninya. "duduk dulu dan rasakan energi dari pil tersebut" ucap chuan.


Nenek hong yang sudah faham lalu diam menikmati sedikit energi yang mengalir ditubuhnya. Bibi fei yang meniru sikap nenek masih terlhat tekejut dari raut wajahnya. Energi keduanya yang terkuras sebelumnya kini pulih dan terlihat lebih segar.


"pil apa tadi, kog badanku semakin segar" tanya nenek hong heran. Sedang bibi fei tetap menunjukkan rasa keterkejutan tapi tetap diam.


"itu pil nutrisi yang sedikit aku rubah" jawab chuan santai. Terdengar nenek hong memberi penjelasan tentang itu ke bibi fei.


Tak lama terdengar langkah kaki semakin mendekat. Sepuluh anak usia delapan tahun sudah sampai. Dengan nafas ngos ngosan dan wajah sedikit pucat karena kelelahan mereka berjajar rapi.


Chuan lalu memberi mereka satu pil tiap anak.


"minum pil yang aku bagikan" ucap chuan diikuti nenek hong dan bibi fei yang membagikan minum.


"yang sudah minum lalu duduk dan jangan bergerak sambil mengatur nafas" bimbing chuan pada anak anak itu.


"tarik ,,,, lepas" beberapa kali kali aba aba diteriakkan chuan.


"tolong lanjutkan memberi aba aba pada mereka, nek" ucap chuan pada nenek hong. Dengan senang hati nenek hong melakukannya.

__ADS_1


Tak lama muncul lagi mereka yang berusia tujuh tahun. Terdapat satu anak perempuan yang hampir pingsan. Chuan lalu meraihnya dan memeriksa nadi tangannya. Ternyata ada sedikit penyumbatan dijalur pernapasannya.


Dia menyentuhkan jarinya mengalikan sedikit qi untuk membersihkan penyumbatan itu.


"huekk" anak memuntahkan sedikit darah, lalu menangis. "xieee,,, " teriak teman temannya melihat kejadian tersebut.


"tak apa apa, setelah ini kamu tidak akan sesak nafas lagi" hibur chuan.


"ayo sekarang berdiri semua" lanjut chuan.


Mereka berjajar rapi, dan anak itupun ikut pula didalamnya. Chuan membagikan pil seperti sebelumnya, serta membimbing mereka.


Wajah cerah terlihat pada anak anak itu.


"kak chuannnn" terdengar teriakan dari kejauhan. Chuan langsung melesat hilang dalam sekejap dari hadapan anak anak.


"huh, hilang seperti hantu" celoteh anak anak terkejut. Tak lama dia kembali dengan dua anak enam tahunan yang pingsan.


Chuan mengeluarkan dua pakaiannya sebagai alas untuk membaringkan mereka.


"nenek, bibi tolong buka baju atas mereka" kata chuan diikuti gerak sigap keduanya. Sedang anak anak melihat dengan wajah sedih, cemas dan takut.

__ADS_1


"aku jamin mereka baik baik saja" ucap chuan dihadapan anak anak lain yang sedang bersedih. Lalu chuan mulai memeriksa keduanya. Delapan perak dikeluarkan dari cincin naganya.


Dengan hati hati chuan menancapkan jarum perak diempat titik tertentu pada setiap anak itu. Anak anak yang baru datang berbaur dengan anak lainnya. Tiga anak enam tahun lainnya menangis melihat kondisi temannya.


Nenek hong memberi penjelasan kepada semua anak anak. Bibi fei dengan seksama memperhatikan apa yang sedang dilakukan chuan.


Terlihat wajah pucat kedua anak itu berangsur pulih. Jarum perak mulai chuan cabut satu persatu. Setitik darah yang terlihat dibekas jarum bibi fei bersihkan. Satu anak chuan dudukkan dan mengalirkan qi untuk menguatkan jantungnya.


Setelah muntahkan cairan keruh anak itu sadar dan menangis dipelukan chuan. Bibi fei meraihnya agar chuan merawat yang satunya. Melakukan hal yang sama padanya. Setelah muntah dan sadar dia lebih erat memeluk chuan.


Setelah keduanya tenang chuan menyuruh lima anak usia enam tahun duduk berjajar. Lalu memberikan pil pada mereka. Nenek hong dan bibi fei membantu chuan membimbing kelimanya.


Chuan mengumpulkan keempat anak laki laki usia sembilan tahun.


"terima kasih sudah menjaga adik adik kalian" ucap chuan pada mereka.


"sekarang ganti kalian berlari setengah jalan dan kembali kesini" lanjutnya.


"baik kak" jawab mereka. Keempatnya berlari bersama sama.


Kelima anak telah selesai dari bimbingan nenek hong. "terima kasih kak" teriak kelimanya pada chuan dan berhamburan kearahnya.

__ADS_1


__ADS_2