Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Tiga Murid Sekte Hutan Suci


__ADS_3

Hari berganti pagi, patriak dan para tetua menyibukkan diri dibalai agung untuk menangani permasalahan sekte. Sedang Chuan diantar Xiantan dan Xiansan, dua wakil tetua Shusin yang sering diberi tugas luar. Pendaftaran peserta turnament sekte hutan suci juga mereka berdua yang mengurusinya.


Ketiganya menyusuri setiap sudut kota. Lalu lalang warga dan pendatang terasa padat dijalan kota. Semua antusias dalam memeriahkan turnament yang telah berlangsung tiga hari yang lalu.


"kita ketempat turnament" tanya Xiantan.


"tidak perlu, kita cari kedai minum sambil mencuri dengar berita yang terjadi" ucap Chuan.


Tak berapa lama mereka sampai didepan kedai anggrek. Sebuah kedai minum dengan bangunan tingkat dua yang besar. Xiantan memberikan beberapa koin emas pada pelayan saat mereka masuk kedai tersebut. Lalu mereka naik kelantai dua.


Ketiganya mengambil tempat kosong yang tersedia. Beberapa pengunjung yang meramaikan lantai dua adalah para tetua dari berbagai sekte. Semuanya menatap sekilas pada Chuan. Identitas wakil tetua dari sekte macan putih membuat mereka mengabaikan keberadaan Chuan.


Obrolan para pengunjung berlanjut. Dari sekte mereka menyisakan satu atau dua wakil yang saat ini menyisakan lima puluh peserta yang terus tampil. Tentang sekte hutan suci yang jadi kuda hitam juga menjadi pergunjingan mereka. Tiga muridnya masih bertahan sampai tahap ini.


"usia mereka masih tiga belas tahun"

__ADS_1


"kita nanti berkunjung kesekte mereka"


"kalau mungkin direkrut saja anak anak itu"


"beri iming iming yang besar pada tetua dan muridnya, mereka pasti tergiur"


"hahaha, sekte kami lebih mampu untuk menarik mereka daripada sekte kalian"


Terkadang terdengar mereka saling mengejek.


"pondasi anak anak membuat beberapa sekte tergiur pada mereka" jelas Xiansan. Dengan usia dan tahap mahir yang stabil, maka sekte besarpun juga meliriknya. Bahkan ketiga anak yang tersisa mempunyai tingkat tulang emas. Banyak uraian yang dijelaskan keduanya pada Chuan.


Sedang sekte menengah akan selalu mencari darah baru yang potensial untuk meningkatkan status mereka. Lanjut Xiansan memberikan penjelasan pada Chuan.


Tiba tiba obrolan mereka berhenti, terdengar keributan diruang bawah. Xiantan bergegas untuk melihat kericuhan yang sedang terjadi. Tak berapa lama suasana mulai bergeser keluar kedai. Keributan yang terjadi beralih dijalanan.

__ADS_1


"ada apa" tanya Xiansan saat melihat Xiantan kembali kelantai dua.


"biasa para anak manja kota ini, lagi berselisih paham" jawabnya.


Mereka adalah anak dari orang yang terpandang atau berpengaruh. Mereka selalu menjadi sombong karena kedudukan dari orang tua mereka, jelas Xiansan pada Chuan.


Jalanan tiba tiba menjadi sunyi, dan keributan seakan tersirap. Dua orang datang dengan pengawalnya masing masing.


"selesaikan dirumah kalian, bukan dijalanan" ucap Chuan pada dua orang tersebut dengan menggunakan ilmu jiwa. Keduanya mendengar dengan jelas, seakan suara tersebut berada dalam kepala mereka. Rasa terkejut dan takut singgah dihati keduanya.


Mereka merasa ada tokoh tua yang sedang tak ingin diganggu dan berada disekitar tempat ini. Tak lama dalam tertegun keduanya langsung menyeret anaknya untuk meninggalkan tempat tersebut. Sedangkan para warga yang menonton terkejut akan sikap dua bangsawan itu. Suasana berangsur kembali seperti sediakala. Lalu lalang warga yang beraktifitas tercipta lagi.


Siang beranjak senja, Chuan dan dua wakil Tetua Shusin akhirnya mendapat tempat untuk menginap. Setelah bersih diri, ketiganya keluar penginapan. Menyusuri jalanan kota yang menggeliat menyambut malam. Mereka menuju tempat anak anak sekte hutan suci menginap.


"kak Chuannnnnn" terdengar teriakan beberapa anak saat melihatnya memasuki rumah. Isak tangis terdengar dari sebagian mereka. Chuan mengajak mereka duduk bersama dan menghibur mereka.

__ADS_1


"dari awal bukan kemenangan yang kita kejar" ucap Chuan memulai penghibur. Dari awal sekte hutan suci hanya dipandang sebelah mata oleh sekte yang lain. Namun berkat penampilan kalian, saat ini banyak yang mengenal sekte hutan suci. Jelas Chuan dan banyak lagi yang disampaikan setelahnya.


Sekte hutan suci saat ini sudah dikenal luas di seluruh wilayah yang dikuasai oleh Klan Tian. Chuan berpesan pada anak anak untuk tetap rendah hati dan tidak menjadi sombong.


__ADS_2