Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Uang Kertas


__ADS_3

Empat bulan berlalu, sumberdaya dan kerasnya latihan yang diterima anak anak menunjukkan hasil yang memuaskan.


Selain ilmu tangan kosong, mereka memilih teknik pedang untuk keterampilan bertarungnya. Bahkan chuan memesan pedang kayu besi untuk latihan mereka.  Chuan juga menerima bimbingan tetua lifan.


Tetua lifan terkejut dengan pengetahuaan tentang ilmu pengobatan yang dimiliki Chuan. Sedangkan membuat pil chuan tak perlu lama untuk menguasainya.


Pagi yang cerah, terlihat tiga orang mendatangi tempat latihan.


"Chuan" sapa Ceiyun.


"Ceiyun, Teysan, ehh paman Guan apa kabarnya.


"baik Chuan" ucap Chu Yuan.


"sekedar mampir atau ada keperluan" ucap chuan. "hehehe, keduanya" balas chu guan.


Selain melihat keadaan chuan, juga minta tolong untuk menyembuhkan walikota. Saat ini kondisinya semakin memburuk.


Menurut tetua gun dan dua tabib dari klan tian, kemungkinan hanya bisa bertahan dalam dua atau tiga bulan lagi.


Mendengar penuturan tersebut chuan mengerti keadaannya. Juga diberitahukan kalau bisa menyembuhkan, akan diberi hadiah anak gadisnya. Selain itu, ada hutan diperbatasan yang diberikan padanya.


"baik, tapi ada syarat untuk itu" ucap chuan.


"apa syaratnya" tanya chu guan.

__ADS_1


"selama pengobatan aku tidak mau diganggu, dan hanya orang yang aku pilih yang boleh menemani" jawab chuan. "baiklah, nanti aku sampaikan" ucap chu guan.


"oh ya,, bagaimana dua tetua dan lima murid sekte agar bisa keluar dari serikat dagang" tanya chuan.


"kepala cabang masalahnya" jelas chu guan.


Kepala cabang serikat diklan chu beberapa tahun ini tidak berkembang. Laporan dibuat sebaik baiknya dan sekte pasir putih yang dijadikan kambing hitam.


Ceiyun dan Teysan sudah menyelidiki tentang kepala cabang. Jelas chu guan kepada chuan.


"Ternyata beberapa keuntungan serikat disetorkan kesekte aliran hitam untuk keamanan pribadinya" ucap.Ceiyun menjelaskan.


Saat ini saat yang tepat, meskipun bayarannya terlalu besar. Dua sekte aliran hitam, bulan lalu dihancurkan pendekar hitam.


"chuan, kau" teriak chu guan pucat pasi saat ceiyun menyebutkan pendekar hitam dalam penjelasannya. Teriakan dan wajah pucat chu guan membuat semua yang ditempat itu bingung.


"teruskan yun" lanjut Chu Guan. Kepala cabang hendak membantu bangkitnya sekte tersebut.  Jika menebusnya sekarang dia tidak akan berpikir panjang untuk mengiyakan.


"berapa nilainya" ucap Chuan.


"satu juta koin emas" jawab ceiyun.


"lihat ini" ucap chuan sambil memberikan selembar uang kertas.


"uang kertas ini nilainya seribu koin emas" ucap Chu Guan. "setelah tetua dan lima muridnya sampai dirumah kami, maka aku siap mengobati walikota dengan syarat yang tadi" ucap Chuan sambil menyodorkan seribu uang kertas pada Fhu Guan.

__ADS_1


"baik aku usahakan secepatnya untuk keluar" balas Chu Guan.


"terima kasih" ucap Chuan. Semuanya bengong mendengar percakapan yang terjadi.


"sebentar lagi kalian bisa memilih guru baru" ucap Chuan pada anak anak. Ucapan Chuan memecahkan suasana. Sorak anak anak terdengar seperti semula.


"semuanya mulai persiapan, lariii" teriak Chuan disambut dengan anak anak yang berhamburan. Chu Guan sedang berbincang ringan dengan yang lain.


Setelah cukup lama, Chu Guan, Ceiyun dan Teysan berpamitan kembali kekantor serikat. Mereka akan mulai negosiasi dengan kepala cabang.


Selepas kepergian ketiganya, Chufei lalu menyusul anak anak yang sedang latihan fisik. Sedang Tetua Lifan tenggelam dalam khayalannya. "semoga para tetua dan murid sekte bisa segera lepas dari serikat" guman Tetua Lifan terdengar oleh Chuan dan nenek Hong.


"yakinlah, tuan Chu Guan pasti punya cara sendiri untuk itu" ucap Chuan.


"tentang anak anak ini sudah aku sampaikan pada tetua dan murid sekte" kata Tetua Lifan.


"bagaimana tanggapan mereka" tanya chuan.


"mereka akan mencurahkan semua kemampuannya untuk membimbing anak anak" jawab Tetua Lifan.


"yakinlah tetua, Chuan akan mengusahakan yang terbaik" timpal Nenek Hong.


"terimakasih, sepertinya kalian berdua punya tujuan tertentu pada kami" ucap Tetua Lifan.


"semua rencana Chuan" ucap Nenek Hong.

__ADS_1


"nanti aku ceritakan, yang pasti untuk kebaikan kita semua" ucap Chuan.


__ADS_2