
Jenderal Erlong menjelaskan berita tentang perbatasan. Tetapi Xhuan juga menyampaikan kalau mereka sudah menerima berita tersebut. Namun menunggu perintah dari Jenderal Erlong.
"dalam keadaan tertentu, kalian bisa mengambil tindakan tanpa menungguku" jelas Erlong. Saat ini pun Chuan dan beberapa prajurit dari pasukan khusus sudah mulai bergerak. Dan untuk Komandan Xhuan ada tugas yang harus dijalankan.
Jenderal Erlong menjelaskan situasi dan kondisi di ibukota kekaisaran. Dan rencana pergantian prajurit penjaga perbatasan yang diindikasikan adanya penyimpangan dalam kebijakannya.
Tugas Komandan Xhuan untuk memastikan tujuan sebenarnya dari kelompok prajurit tersebut dan mengambil tindakan yang diperlukan. Ada seorang prajurit telik sandi yang disusupkan dalam kelompok tersebut. Maka pilih prajurit dari pasukan khusus yang akan dibawa.
"siap jenderal" jawab Komandan Xhuan. Kemudian meninggalkan tempat tersebut. Segeralah dia mengumpulkan beberapa pimpinan regu dan mengintruksikan untuk memanggil prajurit yang ada ditahap langit ke atas.
Para prajurit yang terlatih untuk sigap dan siap setiap saat, segera berkumpul di aula pertemuan. Jenderal Erlong tak menunggu lama. Sedang Komandan Xhuan juga telah kembali setelah mengajak Tetua Lifan.
Komandan Xhuan langsung berdiri didepan para prajurit. Dia menjelaskan situasi yang sedang terjadi. Serta menghitung jumlah mereka sesuai tahap kultivasinya.
Terkumpul seratus lima puluh prajurit dengan tahap langit tingkat tiga sampai lima. Mereka akan ikut Komandan Xhuan untuk menjalankan misi mencegah para pemberontak menjemput bala bantuannya.
Sedang sisanya masih tahap langit tingkat satu dan dua dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama memperketat penjagaan dikamp pelatihan bersama prajurit lain. Dan kelompok kedua berjaga didesa lembah suci. Untuk pengaturan para prajurit tersebut diserahkan pada Tetua Lifan.
Jenderal Erlong juga menambahkan, agar para prajurit untuk terus meningkatkan kemampuan mereka. Kali ini mereka akan berlatih langsung dikancah pergolakan yang setiap saat bisa meletus.
"ini bukan latihan biasa yang selalu diawasi serta dalam bimbingan Tetua Lifan dan yang lain" jelas Erlong.
"tapi disinilah kalian benar benar diuji" lanjut Erlong. Mereka bukan prajurit biasa dan hanya berpikir untuk kelompok dan golongan. Tapi setiap prajurit khusus yang dilatih dikamp sudah menjadi sebuah keluarga.
Disetiap misi dan tugas apapun mereka harus mempercayakan punggungnya pada yang lain seperti satu keluarga yang sesungguhnya.
"ini saat yang tepat untuk memupuk kepercayaan diantara saudara kalian" ucap Erlong tegas.
"siap jenderal" jawab para prajurit menggema. Kemudian mereka dibubarkan untuk mempersiapkan diri. Prajurit yang ikut Komandan Xhuan segera berangkat setelah mereka siap. Sedang kelompok dua bersama Tetua Lifan berangkat nanti sore.
Kelompok satu berbaur dengan prajurit tahap bumi dan berkumpul dilapangan latihan untuk mendapatkan pengaturan Jenderal Erlong. Sebelum Jenderal Erlong kembali keibukota.
***
Dua hari telah berlalu dari penyergapan malam itu. Suasana perkemahan diluar perbatasan masih terasa mencekam. Lima pendekar suci dan beberapa orang yang sebelumnya memasuki perbatasan kini kembali ketempat tersebut.
Dari seribu orang pendekar tahap bumi dan langit yang mereka bawa, kini tersisa tiga ratusan orang ditahap langit. Namun mereka masih menyempurnakan pil anti racun untuk menetralkan racun yang menyerang mereka.
__ADS_1
"pembunuh iblis darah" ucap pria paruh baya setelah memerikasa kondisi mereka.
"anjing sialan,,," geram yang lain.
"sepertinya ada yang berkhianat diantara mereka" ucap lainnya.
"siallllll,,,,"
"kita akan membuat perhitungan dengan mereka" ucapan yang terdengar dengan kemarahan.
Sekte bulan merah adalah sekte golongan hitam yang mempunyai banyak murid yang tersebar dibeberapa klan. Meskipun tak pernah menunjukkan kekuatan aslinya, namun cukup ditakuti semua pihak.
Keberadaannya kini disinggung oleh organisasi pembunuh membuat tetua yang ada dalam rombongan tersebut berang. Meskipun hubungan mereka tidak bisa dibilang baik atau buruk, tetapi keduanya saling menjaga diri.
"kita memulihkan diri dulu, dan lima hari kedepan akan masuk secara bertahap dalam kelompok kecil" ucap pria paruh baya tersebut.
"baik tetua" balas mereka.
Anggota kelompok tersebut memindahkan perkemahan mereka dan saling berdekatan. Sedangkan berapa tetua membuat lubang lubang yang cukup besar dibeberapa titik. Mereka menguburkan anak buahnya dalam lubang tersebut.
Suasana ditempat tersebut menjadi lengang karena semua anggotanya sedang memulihkan diri. Sedang para tetua menempati satu tenda besar dengan persediaan arak didepan mereka.
***
Chuan dan para prajurit juga memberi bimbingan pada warga untuk mengembangkan desa mereka. Serta para telik sandi yang tinggal nanti akan memberi bimbingan pada anak anak desa tersebut.
Sudah tujuh hari, Chuan dan yang lain tinggal. Laporan dari telik sandi yang ditugaskan secara bergilir membuat Chuan merencanakan untuk bergerak lagi.
Dalam dua hari ini ada pergerakan yang melintasi perbatasan. Mereka membonceng para pedagang dengan menyamar sebagai anggota pengawal bayaran.
Ada tiga pedagang yang masing masing dikawal oleh tiga puluhan orang. Saat ini mereka masih singgah dikota dekat perbatasan. Rencananya besok pagi akan melanjutkan peejalanan.
Senja yang indah, Chuan dan rombongan berpamitan pada warga desa. Ruat muka para warga memperlihatkan kesedihan dan kehilangan mereka. Selain sebagai dewa penolong bagi desa mereka. Juga kebersamaan dalam beberapa hari ini telah terpatri dihati semua warga.
Kepala desa dan warganya, terus memandangi arah Chuan dan yang lain pergi.
"seandainya noda hitam diwajah pemuda itu bisa dihilangkan" ucap wanita tua memecah keheningan.
__ADS_1
"kenapa nek" tanya seorang pemuda desa.
"dia pasti tampan dan banyak gadis yang akan tergila gila" jawab wanita itu.
"tapi yang pasti dia tak akan mau denganmu, nek"
"huhhh,,, cucu sialan"
"whahahaha,,,," terdengar tawa yang menggema. Percakapan keduanya membuyarkan kesedihan pata warga. Akhirnya, mereka mulai memperrbincangan tentang Chuan dan orang orangnya.
"tolong kalian jangan membicarakan Tuan Muda Chuan" teriak Tian Dan membuat semua orang terdiam.
"memang kenapa tuan" tanya kepala desa.
"demi keselamatan tuan muda" ucap Tian Dan.
Tuan muda sedang dalam tugas untuk mengawasi para pejabat setiap kota diwilayah kekaisaran serta para penjaga perbatasan. Oleh sebab itu, dia jarang muncul selain mengambil tindakan yang diperlukan.
"oohhhhh,,,," guman semua warga mendengar penjelasan Tian.
"selain itu untuk menjaga identitasnya" lanjut Tian.
"memang kenapa dengan pejabat khusus yang dipeganggnya" tanya kepala desa.
"hahaha" tawa Tian Dan terdengar.
Tuan Muda Chuan selain pejabat khusus, dia juga alkemis bintang enam. Selain itu, juga tetua sekte hutan suci dan informasi terakhir yang kami terima, dia juga menantu Khaisar Jing.
"haahhh"
"apaaa,,,"
"pangeran"
"ohhhh,,," terdengar kata kata dari keterkejutan mereka.
Tuan muda tidak mau dipanggil pangeran dan juga tak senang jika orang lain menghormatinya secara berlebihan. Sikap dan kepribadiannya memang lain dari kebanyakan orang. Terlalu baik buat teman dan keluarganya, namun akan tegas saat ada yang mengusiknya.
__ADS_1
"tolong untuk tidak membicarakannya, juga untuk keselamatan kita semua dan desa ini dari pihak yang tak suka dengan tuan muda" jelas Tian Dan.
"baik tuan" jawab warga serempak.