
Hari mulai beranjak senja. Dari sisi dalam hutan terdengar suara orang yang sedang bercanda satu dengan lainnya. Pintu rumah rumah juga mulai dibuka, dan para istri serta anak anak berlari kearah mereka.
"ada apa" terdengar suara seorang pria.
"ada banyak pria mendatangi mereka" jawab seorang anak dengan lantang.
"baiklah, mari kita lihat ada apa sebenarnya' ucap pria tersebut sambil mengajak yang lain.
Tian Dan keluar menemui para pemburu.
"maaf, kami kedatangan banyak tamu" ucap Tian Dan.
"siapa tamu kalian" tanya pria paruh baya.
"mereka pejabat yang memberitahukan pengampunan pada kami" lanjut Tian Dan.
"bisakah kami melihat mereka" tanya pria tersebut.
"maaf kedatangan kami telah membuat kalian ketakutan" ucap Chuan yang baru keluar dari rumah tersebut dan diikuti yang lainnya.
"namaku Chuan, pejabat khusus kekaisaran" lanjut Chuan sambil menyerahkan lencananya agar dilihat pria tersebut.
"Tuan Chuan, maaf kelancangan kami" ucapnya sambil menjatuhkan lutut dan diikuti semua orang pria dan wanita. Saat mereka hendak membungkuk, Chuan menahan dengan mengalirkan energi dari tangannya. Semua orang terkejut oleh kekuatan tersebut.
"tak perlu berlebihan dalam penghormatan kalian' ucap Chuan.
"namaku Gion, pemimpin kampung pemburu" ucap Gion setelah berdiri sambil mengembalikan lencana Chuan.
"kami berencana untuk tinggal beberapa waktu ditempat ini" ucap Chuan.
"tapi kami harus berburu, tuan" ucap Gion.
"tak perlu penghormatan dan jamuan apapun, namun beritahu istri dan anak anak kalian agar tidak ketakutan" ucap Chuan.
"baiklah, silahkan tuan tinggal di kampung kami" balas Gion lalu permisi untuk beraktifitas kembali.
Chuan kemudian menugaskan beberapa prajurit untuk mendirikan tenda terbuka yang besar. Sedang Chuan, sisa prajurit dan Tian Dan serta dua teliksandi, melesat menuju hutan yang merupakan area perbatasan.
"dari tempat ini kita sedikit memutar" ucap Tian Dan
"mana kelima orangmu yang lain" tanya Chuan
"sebentar lagi mereka muncul disini" jawab Tian Dan.
Tiap malam biasanya mereka berkumpul ditempat tersebut. Tian Dan juga menceritakan identitas kelima telik sandinya. Dengan santai mereka berbincang sambil menunggu kedatangan kelimanya.
"salam komandan" sapa pria yang baru datang, bersama empat lainnya.
"salam,, kenalkan ini Tuan Muda Chuan dan pasukan khusus" ucap Tian Dan.
"salam tuan muda,, aku Xu Liang, yang kemarin melapor" ucap Liang
"salam paman, bagaimana perkembangannya" tanya Chuan.
"belum ada pergerakan yang signifikan, hanya sepuluh orang yang sudah melintas" jawab Liang.
"biarkan saja mereka masuk" ucap Chuan santai.
__ADS_1
"ohhhh" guman Tian Dan serta yang lain.
"kau siapa" tanya Chuan sambil menunjuk pria tahap suci yang menyembunyikan kultivasinya ditahap bumi.
"Suyan,,, telik sandi juga" jawabnya santai
"srinkkk,,, jlebbb"
"acchhhhh,,,," suara desingan pedang dan teriakan terdengar.
Serangan mendadak dari Chuan tepat menembus dadanya.
"kau,,,"
buchgg" ucapannya terhenti lalu roboh.
Tian Dan mengambil pedang yang dipakai membunuh. Karena memang pedang miliknya yang dipakai Chuan untuk membunuh pria tersebut.
"dia nemakai topeng tipis yang istimewa" ucap Chuan, membuat Tian Dan memerikasa wajah orang itu.
"ohhhh" ucap Tian Dan terkejut. Terlihat wajah seorang pria paruh baya dibalik topeng tipis yang dipegangnya.
"siapa dia" lanjut Tian Dan.
"dia salah satu tetua yang telah menerobos perbatasan" ucap Xu Liang, mengenali wajah dibalik topeng.
"hemmmm" guman Chuan.
"maaf kecerobohan kami, tuan muda" ucap Tian Dan
"kubur dia dan panggilkan pasukan khusus yang dikampung pemburu" ucap Chuan setelah mengambil cincin penyimpanan orang yang dibunuhnya.
Sementara kedua orang tersebut pergi, Chuan memberi pengaturan pada yang lain.
"tiap seorang telik sandi akan bersama empat paaukan khusus" ucap Chuan.
Para telik sandi hanya menunjukkan jalan penyergapan dari belakang mereka. Biarkan pasukan khusus yang bekerja.
"habisi penjaga perbekalan mereka dengan sunyi" lanjut Chuan.
Lalu pasukan khusus diminta untuk menguras semua perbekalannya. Selanjutnya Chuan meminta untuk menyebarkan racun ditempat mereka berkumpul. Racun tersebut milik organisasi pembunuh yang telah Chuan dan Rouyan kumpulkan. Dia belum sempat memusnahkan racun racun tersebut.
"ini racun milik pembunuh iblis darah" ucap Chuan. Sekte bulan merah dan organisasi pembunuh mempunyai hubungan yang baik. Chuan berencana mengadu domba mereka.
"dimana telik sandi yang lain" tanya Chuan.
"ditempat ini, ada sepuluh orang" jelas Xu Liang. Ada sepuluh orang lagi, namun berada dimarkas penjaga perbatasan. Mereka berbaur dengan para prajurit penjaga. Insiden terlukanya dua telik sandi, membuat mereka ekstra hati hati.
"namun,,,," lanjut Xu Liang terhenti. Bersamaan dengan itu datang Tian Dan serta pasukan khusus.
"ada apa" tanya Chuan.
"tentang Suyan" ucap Xu Liang.
"kalau dia bermarga tang maka aman" ucap Chuan. Jika bukan maka saat ini sedang disekap atau bahkan meninggal.
"dia dari rakyat biasa, berasal dari wilayah klan gu" jawab Tian Dan.
__ADS_1
"sementara tentang Suyan, kita abaikan dulu" ucap Chuan. Dia mengatur, tiap telik sandi dan empat pasukan khusus. Setelah terbentuk lima kelompok, mereka ditugaskan pada lima kamp yang berbeda. Beserta rencana yang tadi telah disampaikan.
Mereka harus jeli dalam memantau situasi dilapangan. Jika belum memungkinkan, maka tidak perlu bergerak malam ini. Tetapi jika satu team bergerak, yang lain juga harus bertindak. Meskipun hasilnya tidak bisa maksimal, dan semua team harus kembali sebelum pagi datang.
"aku ikut mengawasi kalian dari jauh" lanjut Chuan. Sedangkan Luang, diminta menghubungi telik sandi yang ada dimarkas prajurit untuk mencari informasi mengenai Suyan. Untuk Tian Dan tetap di kampung mengawasi markas kecil mereka, dan menjaga dua orang yang terluka.
"ingat, sebelum pagi kita berkumpul lagi" ucap Chuan
"siap" jawab mereka serempak, dan semua meninggalkan tempat tersebut bersama kelompok masing masing. Sambil melesat, tiap kelompok menjelaskan lagi rencana Chuan.
"racun milik organisasi pembunuh"
"apa hubungan mereka dengan tuan muda"
"rencana yang benar benar licik"
"orang orang seperti mereka diadu dengan sebangsanya sudah pas"
"hahahaha"
"hehehehe"
"sepertinya tuan muda lebih berbahaya dari orang orang tersebut"
"iya,,,, bahkan aku takut meskipun pembawaannya santai"
"apalagi tadi saat membunuh orang didepan kita"
"iya,,, tanpa banyak bicara langsung habisi"
"sepertinya kita kalah tegas"
"bukan hanya tegas, juga kalah kejamnya"
"hhehehe"
Pertanyaan yang keluar diantara mereka, tak ada yang bisa menjawab. Dan percakapan tentang Chuan dan diakhiri tawa pelan. Setelah berinteraksi dengan Chuan, ada rasa penasaran, kagum dan juga takut hadir dihati mereka.
Dirasa cukup jauh arah berputar mereka, akhirnya kelompok tersebut melesat cepat menuju titik masing masing.
Sedangkan Tian Dan kembali ke kampung pemburu.
"mana tuan muda" tanya Gion mewakili warganya, saat mendapati Tian Dan kembali sendirian.
"tuan muda sedang ada tugas diperbatasan" jawab Tian Dan
"ada apa" lanjut Tian Dan saat melihat Gion bengong.
"kalau boleh tahu, mereka sebenarnya siapa" tanya Gion dengan hati hati.
"Tuan Muda Chuan, maksudmu" balas Tian Dan
"iya dan yang bersama dengannya" ucap Gion.
Tuan muda adalah pejabat khusus yang langsung ditunjuk oleh khaisar. Selain itu, dia juga ketua sekte hutan suci, dan yang bersamanya adalah pasukan khusus.
"oohhhhh"
__ADS_1
"haahhhh"
"bagaimana ini" ucap Gion dan para warga terkejut.