
Melihat chuan tertegun melihatnya kemudian patriak lion memberi penjelasan. Untuk membantu bangkitnya sekte pasir putih, chuan perlu dana yang sangat besar.
Peti kayu itu berisi diamond dan koin emas. Sedang beberapa kitab yang tersimpan berisi beberapa teknik dasar dan ilmu silat. Terdapat juga kitab tentang obat obatan dan racun.
Chuan lalu mengeluarkan semuanya dari lubang dilantai tersebut. Tiga peti berisi diamond dan sepuluh peti koin emas serta seratusan kitab berbagai jenis, chuan letakkan berjajar dilantai pondokan.
"tata dicincin dimensimu, kalau tidak muat tinggalkan saja kitabnya" ucap patriak lion
"muat guru" jawab chuan lalu mengungkapkan kalau cincin dimensi dijari manisnya hanya untuk menutupi cincin mustika naga yang seperti tatto timbul.
Sambil mengeluarkan isi cincin dimensinya yang berupa koin perak, perunggu serta obat obatan. Setelah melepas cincin dimensi, chuan lalu mengeluarkan isi cincin mustika naga.
Beberapa peti koin emas dan perak, dua kantong dimensi berisi diamond, kitab, botol pil, pskaian dan senjata pusaka serta botol berisi arak terlihat berjajar dilantai pondok.
"apa isi tiga botol itu" ucap patriak lion saat melihat tiga botol yang bercahaya.
__ADS_1
"tiap botol berisi satu mustika bumi, guru" jawab chuan. "hahaha" terdengar tawa patriak lion yang membuat chuan terdiam.
Kemudian menjelaskan bahwa banyak pendekar benua selatan mati karena mencari mustika tersebut. Dan meminta chuan untuk tidak sembarangan mengeluarkan tiga botol tersebut.
Sebab nilai ketiga mustika itu sangat mahal bahkan dulu banyak pendekar saling membunuh hanya karena isu ada pendekar lain yang menemukannya. Patriak lion lalu meyuruh chuan memasukkan semuanya kedalam cincin mustika naga.
Sedang cincin dimensi diisi satu peti koin perak, semua koin tembaga, pil obat, botol arak dan pakaian. Selesai membereskan semuanya lalu mereka berdua asyik berbincang bincang, merencanakan langkah chuan kedepan.
Patriak lion juga akan membimbing chuan untuk satu bulan kedepan. Tempat berlatihnya bukan dibukit ini tapi disebuah pulau kosong sepuluh kilometer dari pantai tapi agak sedikit kebarat kalau dari pantai dilereng bukit yang sekarang.
Sedang untuk sampai kepulau tersebut chuan hanya boleh menyelam karena ada tiga sekte hitam yang sedang memperebutkan pulau tersebut. Walaupun mereka tidak tahu tentang isi pulau tetapi tetap saja akan menyerang siapapun yang menuju kesana.
"saatnya untuk berangkat, chuan" ucap patriak lion kemudian menghilang masuk keruang jiwa chuan.
"siap, guru" jawab chuan lalu melesat santai dan melompat dibebatuan menuju pantai.
__ADS_1
Sampai dipantai dengan hati hati chuan memasuki air. Selesai melewati daerah bebatuan ditepi pantai, chuan langsung berhadapan dengan lautan yang cukup dalam.
Setelah mengambil nafas yang dalam mulailah dia menyelam. Kenangan saat kecil terlintas dalam pikirannya.
"hindari binatang laut yang besar, walaupun kamu dapat membunuhnya tapi gelembung udara dan darah binatang yang tersebar akan memicu kecurigaan ketiga sekte yang aku ceritakan semalam" terdengar patriak lion.
"baik, aku akan berhati hati dan berusaha menghindarinya" jawab chuan lewat pikirannya.
"menyelam lebih dalam, gunakan qi murni untuk menyelimuti tubuhmu" bimbing patriak lion. Semakin dalam chuan menyelam, dengan qi murni yang menyelimuti tubuhnya dapat menambah kemampuannya untuk menahan nafas.
Matanya yang tajam dapat melihat jelas meski sedikit cahaya matahari yang bisa menerobos air laut. Hampir satu jam dibawah air, chuan lalu melesat kepermukaan. Yang sebelumnya dia memastikan tiada nelayan dijarak pandangnya.
Tak berapa lama setelah mengambil nafas, dia menyelam lagi. Terus melesat didalam lautan secepatnya menuju pulau yang disebutkan patriak lion. Dibawah air, chuan melihat sebuah gunung besar menjulang.
"apakah pulau yang dimaksud adalah puncak dari gunung ini" pikir chuan.
__ADS_1
"kelilingi dulu pulau itu" ucap patriak lion, saat sudah dipermukaan air.
Chuan lalu naik kedaratan dipulau tersebut. Puncak gunung yang menjadi pulau kecil itu hanya seluas 100 meter persegi.