Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Meditasi


__ADS_3

Nenek hong sibuk menata bawaan yang dikeluarkan dari cincin dimensi. Sedang chuan dan bibi fei mengatur anak anak secara berkelompok.


Keempat anak berusia sembilan tahun ditugasi chuan untuk membantu nenek dan bibi mengawasi adik adiknya.


Mereka sekitar tujuh hari tinggal disini. Seorang pelayan juga menambahkan, kalau ada taman dibelakang. Anak anak mulai besok bebas bermain disana karena sekarang masih dibersihkan.


Terlintas raut ceria diwajah mereka. Bibi fei juga berpesan untuk menjaga tingkah laku mereka, jangan merusakkan apapun dipenginapan ini.


Selesai mengatur semuanya, kelompok anak anak diantar oleh pelayan menuju kamarnya.


"setelah memasukkan bawaan kalian, cepat mandi dan berkumpul disini lagi" ucap chuan.


"baik kak" jawab mereka menggema didalam penginapan.


Terlihat enam pelayan memandang kelompok chuan. Mereka tenggelam dalam pikirannya masing masing. "siapa yang akan menunjukkan kamar kami" sapa chuan membuyarkan lamunan mereka.


Bergegas lima pelayan itu membawa anak anak, nenek hong dan bibi fei untuk menunjukkan kamar mereka. Seorang pelayan mendatangi chuan dan memberi tahu kalau kamarnya yang paling depan.


Chuan berjalan dengan pelayan tersebut. Sebuah kamar yang tertata rapi dimasukinya.


"baiklah terima kasih" ucap chuan.


"sama sama tuan, semoga pelayanan kami tidak mengecewakan" ucapnya.


"tak apa apa kalian sudah baik, tidak memandang kami sebelah mata" ucap chuan

__ADS_1


"maaf, kami tidak berani" ucapnya.


"apa semua kamar ada jedelanya" tanya chuan.


"iya" jawabnya.


Chuan lalu menjelaskan, karena keenam pelayan berada ditahap menengah tingkat akhir. Dia minta mulai besok malam ikut mengawasi jendela anak anak. Sedang didalam penginapan biar dia sendiri.


Pelayan itu menjelaskan kalau penginapan tersebut bersebelahan dengan kedai arak. Dibelakang kedai adalah pos para pelayan untuk mengawasi kamar penginapan dari luar. Empat orang yang berjaga dipos tersebut sedang dua lainnya dilobi penginapan.


Sedang untuk makanan mereka pesan dari luar, pihak penginapan hanya menyiapkan minuman dan makanan ringan. Dengan detail pelayan tersebut menjelaskan.


Chuan lalu mengajaknya keluar kamar dan duduk bersama dengan mereka. Terlihat nenek hong dan bibi fei menyiapkan hidangan yang mereka bawa sebelumnya.


Pelayan penginapan menyiapkan piring dan perabot lainnya. Potongan ikan tertata dipiring terlihat lebih banyak dari makanan lainnya.


Hari beranjak malam, semua yang ada dipenginapan sedang asyik menikmati hidangannya. Para pelayan yang sebelumnya menolak, juga terlihat ditengah tengah mereka.


Selesai makan dan meja tempat makan mereka dibersihkan para pelayan, semuanya tetap duduk ditempatnya.


"nenek dan bibi akan menemani kalian bermain, dan jangan sampai terlalu malam" ucap chuan.


"lalu kak chuan mau kemana lagi" tanya monk.


"aku ingin tidur dulu, karena terlalu lelah dan tolong jangan ganggu tidurku" ucap chuan.

__ADS_1


"baik kak" jawab anak anak tahu alasan chuan.


"chuan..." sapa nenek hong.


"aku perlu meditasi nek" jawab chuan melihat raut penasarannya.


"meditasi itu apa"


"bagaimana"


"untuk apa" celotehan anak anak penasaran.


"biar nenek dan para paman dipenginapan yang menjelaskan" ucap chuan dan disanggupi juga oleh dua pelayan yang telah duduk kembali ditengah mereka.


Chuan lalu meninggalkan mereka menuju kamarnya. Setelah menutup pintu segera dia keluar lewat jendela. Dengan ilmu bayangan naga chuan bisa menyembunyikan keberadaannya.


"kasihan anak anak itu" terdengar suara dipos yang dijelaskan pelayan tadi.


"untung ada pemuda dan dua bibi yang merawat mereka" sahut yang lain.


"apa pemuda itu benar benar ditahap menengah"


"aku juga tidak yakin, karena energinya berbeda dengan milikku" percakapan mereka terdengar.


Chuan lalu melesat meninggalkan tempat itu. Chuan tiba ditepi sungai yang ditujunya. Dia hanya terdiam belum melakukan apa apa.

__ADS_1


"guru" ucapnya.


"hati hati chuan" ucap patriak lion dari ruang jiwanya. Setelah menemukan, apapun itu tidak usah diperiksa. Langsung dimasukkan kecincin naga. Jelas patriak lion.


__ADS_2