
Seandainya chuan mau menjadi murid sekte, tetua tian dan dua tetua lain akan dengan senang hati membimbingnya.
Seketika chuan lalu sujud tiga kali, sambil berkata
"terima kasih menerimaku menjadi murid tetua". Suasana dalam kamar hening sejenak.
"tak perlu peradatan seperti itu chuan" ucap tetua tian memecah keheningan.
"baik guru" ucap chuan.
"karena chuan dan nenek hong sudah disini maka aku permisi untuk kembali kesekte" ucap chu fan.
"terima kasih saudaraku" jawab chuan. Dibalas pelukan oleh chu fan. Setelah permisi dengan semuanya, chu fan lalu meninggalkan mereka.
"kalian tinggal disini atau memilih diluat serikat" tanya pelayan kepada chuan dan neneknya.
"bagaimana guru" tanya chuan pada tetua tian.
"tinggallah diluar serikat, adakah keluarga disini" ucap tetua tian.
"kami ada tempat untuk tinggal disini" jawab chuan.
"kalau tempatnya memungkinkan, ajaklah tetua lifan agar bisa memeriksa kondisi nenekmu" lanjut tetua tian.
"baik guru, perlu persiapan untuk tempat tinggal tetua lifan" jawab chuan.
"kami tak perlu tempat yang bagus chuan" ucap tetua lifan.
__ADS_1
"baik tetua, kami permisi dulu agar nenekku beristirahat. "besok aku datang lagi" ucap chuan.
"silahkan, hati hati kalian" ucap tetua tian.
"terima kasih guru" jawab chuan.
Mereka berdua bersama pelayan, lalu keluar kamar tersebut.
"tetua lifan dan tetua gun bangun kembali sekte pasir putih, kondisiku sudah banyak menurun" ucap tetua tian saat pelayan, chuan dan neneknya keluar kamar.
"tetua,,,," jawab keduanya bersamaan.
"aku belum tentu bisa bertahan dalam satu atau dua tahun lagi, sedang tetua berdua kalau tetap disini tidak ada peningkatannya" lanjut tetua tian. Raut kesedihan terpancar dalam keheningan kamar tersebut.
Sedang chuan telah sampai dimeja pelayan.
"tunggu sebentar, aku ambilkan kartu serikat agar kalian bisa bebas keluar masuk disini" ucap pelayan tersebut. "maaf, bagaimana kami memanggilmu" tanya chuan. "cieyun namaku" ucapnya memperkenalkan diri.
"tu tuan muda, dapat dari mana" tanya cieyun tergagap, terbersit wajah pucatnya.
"ada apa dengan plakat ini" tanya chuan.
"itu adalah tanda kehormatan dari serikat kami" ucap cieyun.
"aku dapat dari paman chu guan dibenua timur" jawab chuan.
"jadi tuan, yang diceritakan tuan guan saat berkunjung kesini" kata cieyun.
__ADS_1
"ada apa dengannya" tanya chuan penasaran.
"atas bantuan tuan waktu itu, perkembangan cabang kami dibenua timur semakin pesat" jelas cieyun lalu melanjutkan ucapannya.
Orang yang telah ditolong tuan tetap memberikan dua puluh juta koin emas untuk membeli dua puluh persen saham kami dibenua timur. Meskipun tuan guan sudah menjelaskan kalau tuan tidak berkenan menerimanya. Dan saham tersebut tetap diatas namakan tuan chuan.
Keuntungan dari kepemilikan saham masih disimpan oleh tuan guan.
Sekitar enam bulan lagi tuan guan akan berkunjung lagi kekantor pusat yang berada dikota giansun, kota pusat pemerintahan klan tian. Sebelumnya tuan guan pasti singgah dulu disini. Jelas ceiyun panjang lebar.
"bisa tolong dirahasiakan dulu dan tetaplah memanggilku chuan" ucap chuan.
"baik tuan eh chuan" jawab cieyun kikuk.
Nenek hong hanya melotot terkejut dengan apa yang didengarnya barusan.
"awas tuh ada lalat nek" ucap chuan menyadarkan nenek hong.
"kamu" ucap nenek hong.
"sudahlah nek, tetaplah memanggil cucumu yang tampan ini seperti biasanya" kata chuan sambil sedikit narsis. Ceiyun dan nenek hong hanya tersenyum kecil melihatnya.
"cieyun, kami permisi dulu" ucap chuan sambil mengajak nenek hong keluar bangunan tersebut. Ceiyun hanya bengong melihat keduanya keluar.
"saannn,,," teriaknya mengejutkan beberapa pengunjung yang ada. Seorang penjaga berlari menghampirinya.
"ada apa" tanya penjaga tersebut.
__ADS_1
"jaga kedua orang tadi" ucapnya lalu menjelaskan, juga mengatakan untuk merahasiakannya. Dikarenakan tuan chuan tidak mau identitasnya diketahui.
Setelah mendengar penjelasan tersebut penjaga itu bergegas menyusul chuan. Dari kejauhan dia mengikuti keduanya. Berharap dirinya tidak diketahui.