Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Pantai Berbatu


__ADS_3

Chuan mulai meditasi untuk menyetabilkan energi dalam tubuhnya. Semakin dalan dia bermeditasi memicunya untuk berkultivasi. Selain energi alam yang cukup padat ada juga energi dari tanaman obat yang ada disekeliling pondok tersebut.


Masih tetap diatas batu ditengah pondok, semakin bersemangat mengalirkan energi kedantianya. Tetes energi qi murni mulai terkumpul hampir memenuhi dantiannya.


Semakin dia bersemangat dan mengalirkan qi murni keorgan tubuhnya satu persatu. Jantung dan hati seakan teremajakan dan serasa ada energi qi yang membungkus dan menguatkannya.


Beberapa organ lainnya juga menempuh proses yang sama. Sedikit lama ketika chuan mengalirkan qi murni menyusuri setiap aliran darahnya. Pada jaringan darah besar, qi murni lancar mengalir menyusurinya. Sedikit endapan yang ada dihancurkan. Jaringan darah kecil dibersihkan juga.


Tak begitu banyak kotoran yang ada sebab chuan pernah memurnikannya. Tiga kali proses itu diulanginya. Darah yang mengalir diseluruh tubuhnya juga telah dimurnikan. Kotoran dalam darah keluar melalui pori pori dikulitnya. Seperti keringat yang keluar tapi sedikit gelap disertai aroma yang menyengat.


Tubuhnya serasa lebih ringan dan segar. Energi qi murni tersisa setengah dari kapasitas dantiannya. Chuan mulai membuka mata, mengakhiri meditasinya. Melihat sekeliling ternyata hari masih pagi.


"dibelakang pondok ini ada kolam air hangat, berendamlah untuk membersihkan tubuhmu" ucap patriak lion saat mengetahui chuan selesai dalam meditasinya.


"baik guru" jawab chuan lalu bergegas menuju kolam yang ditunjukkan patriak lion.

__ADS_1


Sesampai dilokasi, chuan langsung masuk ke air. Kehangatan menyapa tubuhnya. Kotoran yang menempel dikulit dan bajunya lepas dan terurai.


"jangan berkultivasi dulu, naiklah akan aku tunjukkan tempat untuk melanjutkan kultivasimu" terdengar patriak lion menyapa.


Saat chuan keluar dari air, patriak lion lalu memberinya penjelasan. Bahwa dilereng yang mengarah kelaut adalah lereng bebatuan yang terjal selebar 500 meter. Kiri kanan lereng adalah tebing terjal yang membentenginya.


Sampailah chuan dilereng yang disebutkan. Lereng bebatuan yang terjal membentang sampai pantai. Lama chuan terpana memandangi lembah tersebut.


"surga buat tabib dan pembuat pil" batin chuan saat menyadari begitu banyak rumput berdaun emas yang langka. Disepanjang kiri kanan lembah ada tumbuhan perdu berbagai jenis yang kesemuanya adalah tumbuhan obat.


"iya guru" "dipantai itu ada anak belut petir" ucap patriak lion lalu menjelaskan.


Anak belut petir tersebar disela sela bebatuan yang ada dipantai. Saat sore hari, belut petir mulai mencari makan. Mereka akan menyengat dengan energi petir saat ada yang medekatinya. Sengatan energinya relatif kecil, perlu banyak untuk menguatkan saraf dan otak chuan.


"turunlah, aku akan masuk keruang jiwamu dan membimbingmu dari sana, kamu cukup bertanya dengan pikiran tanpa mengucapkan suara" ucap patriak lion menyelesaikan penjelasannya lalu terlintas titik cahaya memasuki tubuhnya.

__ADS_1


"baik guru" guman chuan lalu melompat dari satu batu ke batu yang lain.


Menuruni lembah berbatu menuju pantai. Hamparan pantai juga terdapat bebatuan yang berserakan. Tertutupi pasir hitam yang mengisi sela sela bebatuan.


Memasuki air dengan berpijak pada batu yang cukup licin. Mengambil tempat yang pas untuk meditasi. Saat posisi duduk tinggi air dibawah dada. Dengan ombak yang landai menyapa, terkadang air bisa sampai dileher chuan.


Mulai dalam posisi meditasi.


"kendalikan energi disekitar dan buatlah agar menyelimuti tubuhmu" bimbing patriak lion memasuki pikiran chuan.


Tetap diposisi meditasi, chuan mengalirkan energi alam untuk menyelimuti tubuhnya. Semakin kuat energi disekitarnya membuat dia kokoh dalam duduk bermeditasi.


Perlahan mulai hanyut dalam meditasinya. Jiwanya mulai merasakan ketenangan. Gesekan ikan kecil seakan memberi belaian.


Suara percikan air dan hembusan angin laut ibarat musik alam yang mengalun membuatnya tenggelam dalam ketenangan. Senja mulai menyapa, geliat kehidupan belut petir mulai terasa didalam air.

__ADS_1


__ADS_2