
Terjadi perpecahan dalam sikap para penatua. Terdapat dua penatua yang mendukung penatua sin. Sementara yang lain tetap setia pada pemimpin Tanlie. Para penatua dan Tanlie, meminta Penatua Din dan dua temannya untuk tidak memperuncing masalah.
Tetap dengan sikap arogan, Penatua Sin malah menantang Chuan dan yang lain. Merasa dibawah lindungan sekte teratai merah, dia tidak takut meskipun sekte hutan suci dibantu klan chu. Karena pihak klan chu harus berpikir dua kali untuk membantu, walaupun Chuan penatua kehormatannya. Panjang lebar uraian yang disampaikan Penatua Sin.
Wajah Tanlie semakin terlihat kesal pada Penatua Sin. Sebagai pemimpin, dia lebih menekankan kedamaian daripada pertikaian yang akan merugikan banyak pihak.
"apakah bisa seorang wakil kami menantang penatua sin" ucap Chuan, sambil melihat pemompin klan yang merasa serba salah.
"jangankan wakilmu, kau sendiri sebagai tetua tak mampu menang lawan aku" ucap Penatua Sin sombong.
"bukan Tetua Chuan, lawanmu adalah aku" ucap wakil tetua yang bernama Wan Jie
"whahaha, pendekar bumi mau berlagak dihadapanku" ucap Penatua Sin sambil melompat kedepan.
"saat menyerang lepaskan tahapanmu" ucap Chuan pada Wan Jie pelan
"baik tetua" balasnya
"mulut dan kesombongan yang akan menghancurkanmu" ucap Wakil Tetua Jie
"jangan banyak ngomong, keluarkan senjatamu" ucap Penatua Sin
"pedang ini cukup untuk menghancurkanmu" ucap wakil tetua sambil mengeluarkan pedang tumpul dari cincin dimensinya.
"whahaha pedang pemukul anjing, hanya pantas untuk menakut nakuti anjing dijalan" ucap Penatua Sin
"hehehe, anjing sepertimu juga pantas hancur oleh pedang ini" balas Wakil Jie, sambil menyindir kalau anjing itu adalah Penatua Sin.
Amarah penatua Sin semakin memuncak. Dia lalu menghunus pedangnya dan mulai menyerang.
"hiaatttt" teriaknya dan langsung menyerang titik vital wakil tetua Jie. Namun Jie dengan mudah menghindarinya sambil tersenyum dan melirik Chuan.
Saat melihat Chuan menganggukkan kepalanya. Wakil Jie kemudian melepas tahapannya dan menyerang dengan lebih cepat.
"hiaaatttt" ,,, "klekk" terdengar tulang leher penatua sin patah.
"buk" dan jatuhlah dia tanpa bangun lagi. Penatua Sin tumbang hanya dengan satu serangan.
__ADS_1
"pendekar suci"
"dia pendekar suci" terdengar suara orang orang yang terkejut mengetahui tahapan wakil Jie. Atas perintah Chuan keempat wakil lainnya juga melepas tahapan mereka.
Pemimpin klan, para penatua, dan tiga pengawal pangeran mahkota terkejut melihat lima pendekar suci didepan mereka. Aura menindas muncul dari kelima wakil tetua.
Wakil tetua sudah ditahap suci, bagaimana dengan para tetuanya. Sekte hutan suci pandai menyembunyikan kekuatan mereka. Pemimpin klan dan para penatua juga menyesali sikap mereka sebelumnya.
"mengetahui tindak tanduk Penatua Sin, kami tidak berdaya mengingatkannya" ucap pemimpin klan, dan juga meminta untuk tidak memperpanjang masalah tersebut.
"tolong maafkan kami" lanjutnya.
"kami hanya berurusan dengan mereka yang mengusik sekte hutan suci"
"tolong disiplinkan dua penatua lainnya, dan kalau tidak ada pertanyaan lagi kami permisi" ucap Chuan acuh tak acuh.
Pemimpin klan dan yang lain hanya diam saat melihat Chuan dan rombongannya hendak pergi. Bahkan saat mereka beranjak pergi, tak ada yang mengeluarkan suara.
"kami dari balai lelang mutiara minta ijin masuk balai pertemuan" terdengar teriakan dari luar.
"ada apa ini" ucap Tanlie. Pemimpin klan dan yang lain kebingungan dengan situasi yang ada.
"tuan muda" ucap Louyin sambil sedikit membungkukkan badan.
"Nona Louyin, pemimpin klan sudah menunggumu" ucap Chuan sambil tersenyum. Louyin mengangguk sambil tersenyum, sedangkan Chuan dan yang lain terus berjalan keluar.
Melihat Louyin dan pengawalnya masuk, pemimpin klan lalu mengajak mereka keruang tamu dikediaman walikota. Tak lupa ketiga pengawal putra mahkota juga diminta ikut serta. Sementara para pasukan keamanan disuruh membersihkan balai pertemuan tersebut.
Diruang tamu, walikota menjamu para tamunya dengan sedikit kikuk. Nama besar pasukan pengawal putra mahkota, membuatnya salah tingkah. Sedangkan balai lelang yang mempunyai banyak cabang, juga tidak bisa dipandang sebelah mata.
"ada apa dibalik kunjungan tuan bertiga" tanya Tanlie.
"putra mahkota mengalami kecelakaan saat menembus tahap suci" jelas komandan.
Beberapa bulan yang lalu, Patriak wang dari sekte macan putih berkunjung ke kota Duocan. Dikota kekaisaran tersebut Patriak Wang juga berkunjung ke kediaman putra mahkota.
Melihat kondisi kritis putra mahkota, dia membantu menyalurkan energinya. Namun hanya sedikit meringankan penderitaannya saja. Sebelumnya juga banyak tabib dan pembuat pil yang mencoba membantu, tapi mereka semua menyerah.
__ADS_1
Patriak Wang memberitahukan putra mahkota untuk meminta bantuan Tetua Chuan dari sekte hutan suci. Nama yang masih asing ditelinga putra mahkota dan orang orang disekelilingnya.
Saat Patriak Wang ditanya tentang Tetua Chuan, dia hanya tersenyum dan menjawab,
"kalau kalian tulus minta bantuannya, carilah dia"
"kalau mengenai dirinya aku tidak bisa bercerita untuk itu, karena aku menghormatinya" lanjut Patriak Wang.
Tetapi saat ini Tetua Chuan masih ada urusan yang harus diselesaikannya, jadi mereka bertiga melihat perkembangannya dulu.
"apakah tuan bertiga pernah berkunjung kesekte hutan suci" tanya Tanlie.
"beberapa bulan yang lalu kami berkunjung, namun para tetua sedang dalam kultivasi tertutup" jawabnya
"jadi kami singgah disekte macan putih" jelas komandan.
Kemarin para murid Tetua Shusin dan para pekerja pergi kesekte hutan suci. Mereka berencana membuatkan pagar luar untuk sekte hutan suci. Ketiganya juga ikut dalam rombongan tersebut, dan saat mengetahui Tetua Chuan pergi ke klan gu maka ketiganya menyusul.
"sebaiknya klan gu tidak menyinggung sekte hutan suci" saran komandan menyudahi penjelasannya.
Pemimpin Tanlie terdiam mendengar saran komandan. Seorang penasehat dan dua penatua yang mendampinginya, dari awal hanya terdiam mendengar semua penjelasan tersebut. Ketiganya terlihat berhati hati untuk memberikan pendapatnya.
"selain itu adakah tujuan lainnya" tanya Tanlie.
"kami juga ingin menyelidiki keberadaan pendekar hitam" ucap komandan. Sepak terjang pendekar hitam beberapa saat yang lalu terdengar sampai dikekaisaran.
Beberapa sekte golongan hitam menurunkan anggotanya untuk mencarinya. Hingga saat ini perjalanan mereka sia sia, karena tak ada yang mengetahui siapa orang itu. Bahkan setahun ini berita tentangnya seakan lenyap. Mereka bertiga juga ditugaskan untuk merekrut pendekar hitam, selain tugas utama meminta bantuan Tetua Chuan.
"sebelum Penatua Sin meninggal, dia juga menyebut tentang pendekar hitam" ucap Tanlie.
"sepertinya Tetua Chuan mengenalinya" lanjut Tanlie
"kalau ada kesempatan, kami akan bertanya pada Tetua Chuan" kata komandan
"kalau Nona Louyin, ada keperluan apa" tanya Tanlie.
"kami penasaran, kenapa Tuan Muda Chuan dibawa para pasukan klan gu" jawab Louyin.
__ADS_1
"tuan muda ,,," ucap Tanlie penasaran.