
Mobil berhenti di sebuah tempat wisata yang terdapat banyak pemandian dan arena bermain Waterboom. Banyak sekali orang yang berwisata ke tempat tersebut. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Ya iyalah Thor, masa anak-anak dateng sendiri 🙄
Harry keluar dan menghirup udara dengan sangat khitmat. "Udaranya segar sekali!" serunya.
"Emm Harry," panggil Haira.
"Ada apa, Bu?" Harry menoleh.
"Lihat." Haira menunjuk bagian sebelah kanan Harry yang terdapat sebuah mobil bak terbuka dengan banyak pupuk kandang di atasnya.
Harry langsung menutup hidungnya.
"Kenapa mobil ini ada disini, Bu?" tanya William yang kini tengah memakai masker. Begitu juga dengan Aiden dan Haira. Harry sendiri tidak memakai masker karena terburu-buru keluar.
"Sepertinya pemilik mobil ini ada perlu dengan pengunjung yang ada di dalam." Aiden menunjuk dua orang yang berada di depan pintu masuk. Yang satu memakai pakaian renang, dan yang satu memakai pakaian panjang yang agak kotor lengkap dengan sepatu boot dan topi.
"Rugi aku menghirup sampai dalam, ujung-ujungnya malah menghirup pupuk kandang," keluh Harry.
__ADS_1
Aiden, Haira dan William menahan tawa mendengarnya.
"Sudah handuk dapat warna pink, sampai sini menghirup udara pupuk kandang," gerutunya lagi.
Mendengar ucapan Harry, mereka tak dapat menahan tawa lagi. Mereka pun tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Harry hanya menghela nafas pasrah. Apes sekali dia hari ini, padahal tujuannya ingin menghirup udara di pedesaan, namun ternyata malah salah hirup.
"Ayo, sayang. Kita pergi ke dalam," ajak Haira.
Mereka segera masuk ke dalam pintu masuk arena wisata tersebut. Para penjaga pintu menunduk memberi hormat pada mereka. Harry tersenyum dan ikut mengangguk namun tidak dengan William. Dia hanya diam saja, melangkah terus ke depan tanpa melihat ke kanan dan ke kiri.
"Ibu!!! Orang itu ada dua!! Ada hantu!!" teriak seorang gadis kecil yang sedang bersama ibunya menikmati semangkuk bakso.
"Apa bisa ada orang berwajah sama?"
"Ada, tergantung bagaimana orang tua mereka membuatnya."
Sontak ucapan ibu-ibu tersebut membuat mata Haira dan Aiden membulat sempurna. Harry dan William berbalik menghadap orang tua mereka. "Ibu bagaimana cara Ibu dan Ayah memb,,,,,,"
__ADS_1
"Sayang, lihat!!" Haira menunjuk sesuatu.
Sontak Harry, William dan Aiden langsung menoleh ke arah yang ditunjuk Haira. "Ada apa, Bu?" tanya Aiden tampak pemasaran.
"Tidak ada. Hanya saja langit sedang bagus untuk mandi. William, Harry! Buka baju kalian dan mandilah disana!"Menunjuk sebuah kolam yang terdapat empat orang berdiri seperti menjaga kolam tersebut.
"Wah, ayo William!" Harry pun segera berlari diikuti William menuju lokasi yang ditunjuk Haira.
"Jack, tolong awasi mereka," titahnya pada pengawal. "Dan Lisa, ini pakaian serta handuk ganti mereka. Yang hitam milik William, dan yang pink milik Harry." Menyerahkan tas besar kepada Lisa yang merupakan salah satu pelayan di Villa mereka.
"Baik, Nyonya," jawab mereka serempak. Melangkah meninggalkan Haira dan Aiden serta Haira.
"Sayang, siapa nama pemilik tempat wisata ini?" tanya Haira.
"Kalau tidak salah namanya Pak Ngatiran. Tapi dia sudah sepuh, umurnya sudah hampir delapan puluh tahun."
"Wah tua sekali, ya. Pasti bicara saja susah. Lalu, dimana kita akan bertemu dengannya?"
__ADS_1
"Di sana, Ayo!" Aiden menunjuk sebuah bangunan kecil. Mereka pun mendatangi tempat itu guna bertemu dengan orang yang tentu sudah kita ketahui bahwa Haira akan mengalami hipertensi jika bertemu dengannya.