Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Bonus Chapter - Undangan


__ADS_3

"Sayang, kenapa kau terus tersenyum sejak tadi?" tanya Haira saat melihat Aiden tersenyum sambil memeluk guling.


"Tidak ada, aku hanya bahagia memiliki istri dan keluarga sempurna seperti ini. Istri yang aku cintai, anak kembar laki-laki yang akan menjadi penerus Alexander. Nikmat mana lagi yang harus ku dustakan. Aku bahkan tidak melihat si Naumi itu sebagai seorang wanita. Dia seperti tidak tampak dimataku. Apa ini yang namanya cinta buta?"


"Kau ini lucu sekali. Sudah punya anak tapi malah membicarakan soal cinta buta. Kita ini bukan anak muda lagi sayang." Haira mencubit pipi bagian bawah Aiden sambil tertawa.



"Ya, cubitlah aku sesuka hatimu. Apapun yang kau lakukan tidak bisa membuatku marah. Rasanya aku jatuh cinta untuk kedua kalinya pada orang yang sama." Aiden terus tersenyum.


"Sudah ah, jangan begitu terus. Nanti aku jadi malu." Haira mendorong wajah Aiden dengan kuat hingga ia jatuh ke lantai.


"Sayang, maafkan aku." Haira membantu Aiden berdiri.


"Tidak apa-apa sayang. Kau dorong aku ke jurang pun aku tidak akan marah."


"Dasar gombal." Haira tersenyum malu.


"Bukan, jika kau dorong aku ke jurang. Jangankan marah, bergerak pun aku tidak akan bisa karena pada saat itu pasti aku akan terbaring di rumah sakit."


"Sudah ah, jangan bicara yang tidak-tidak. Aku tidak ingin kehilanganmu. Aku berjanji tidak akan mendorong mu ke jurang." Haira memeluk erat tubuh Aiden.


"Oh Haira ku sayang." Aiden juga mempererat pelukannya. Ia mendekatkan bibirnya ke bibir Haira hendak mencium. Namun, sebuah bunyi pesan masuk pun terdengar di ponselnya.


"Lihat dulu siapa yang mengirim pesan," ujar Haira.


Aiden menghela nafas panjang. Ia melihat ponselnya dengan kesal. Kalau itu dari operator atau penawaran kredit pinjaman, ia akan sangat murka.

__ADS_1


"Sayang, ada undangan dari Naumi." Aiden menunjukkan foto undangan yang dikirim Dean.


"Undangan apa? Pernikahan?" tanya Haira.


"Tidak, undangan pesta kenaikan jabatannya," Sahut Aiden sambil menunjukkan foto undangan yang dikirim Naumi.


"Oh, aku kira undangan pernikahan." Haira tampak kecewa.


"Kenapa sih, apa kau masih cemburu padanya?" Aiden mendekati Haira lalu mengusap pelan kepalanya.


"Kapan?" tanya Haira.


"Minggu depan."


"Kenapa tadi dia tidak memberikannya pada kita?"


"Dia sibuk mencari perhatianmu sehingga lupa."


"Sudahlah, aku malas membahasnya. Bagaimana kalau kita lanjutkan saja yang tadi." Aiden hendak mencium bibir Haira namun Haira malah mendorongnya.


"Tidak, aku mau mandi. Aku juga lelah. Menjaga Harry memang melelahkan. Dia tidak bisa diam. Tapi aku senang lelah karena menjaga anak daripada lelah mengejar suami orang." Tersenyum licik.


"Kenapa sekarang kau kembali seperti dulu. Biasanya kau yang menggodaku." Aiden mencolek dagu Haira.


"Aku hanya lelah sayang. Aku berjanji akan menggodamu besok." Haira mengambil handuk hendak pergi ke kamar mandi.


"Jadi, apa kita akan pergi minggu depan? Atau kita akan menghabiskan malam dengan penuh cinta?"

__ADS_1


Haira menoleh dan tersenyum, "Ayo pergi, lalu setelahnya kita akan menikmati malam yang panas. Aku akan menggodamu sampai kau tidak ingin lepas dariku."


Aiden tersenyum puas mendengar ucapan Haira. Dia memberi pilihan, namun Haira malah memilih keduanya. Padahal jika disuruh memilih, tentu dia akan memilih untuk menghabiskan malam berdua dengan istri tercinta nya itu.


Namun, belum hilang senyuman Aiden, Haira keluar lagi lalu berkata dengan wajah pias, "Sayang, maaf. Jam tangan mahalmu,,,,,,"


Aiden menghela nafas pelan lalu merebahkan dirinya ke atas ranjang.


"Iya, kau tidak sengaja membakarnya lagi kan? Sudahlah, tidak apa-apa. Aku sudah menduganya."


"Maaf ya."


"Tidak apa-apa sayang. Mandilah. Simpan saja bangkai jam itu ke kotaknya. Aku sudah melihat jasadnya tadi.


"Iya, baik. Sekali lagi maafkan aku."


Aiden tersenyum lalu mengangguk.


Haira pun masuk ke dalam kamar mandi.


'Hiks, jam tangan 800 juta ku. Itu limited edition.' Batin Aiden.


🌸🌸🌸🌸🌸


Hai, aku mau bilang kalau novel terbaruku udah rilis.


Tapi masih satu bab sih, rencana sekitar dua hari lagi baru aku lanjutin. Yuk kepoin 😊

__ADS_1



__ADS_2