Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Ayah dan Ibu


__ADS_3

Hari yang ditunggu pun tiba. Hari ini orang tua Resya sudah mendarat di bandara. Mereka di jemput oleh Aiden dan Dean. Sedangkan Haira dan Resya menunggu di rumah.


Sesampainya di bandara dan menemui kedua orang tua Resya, Dean langsung menyalim tangan kedua calon mertuanya.


Aiden menyapa mereka dan memperkenalkan diri sebagai suami Haira.


Tanpa basa-basi mereka pun segera melesat menuju kediaman Aiden.


Sesampainya di rumah Aiden, mereka langsung turun dan menuju ke dalam rumah.


Resya segera beranjak dari duduknya saat mendengar suara langkah kaki bergantian datang mendekat.


Resya tampak gugup sekali karena dia takut orang tuanya tidak mau menerimanya atau bahkan melupakannya.


Hingga tiba saat mereka saling berhadapan, Resya tertegun melihat kedua orang tua yang terlihat masih muda dan berpenampilan rapi layaknya pembisnis hebat. Sang ayah sangat mirip sekali dengan Resya.


"Paman, bibi. Dia adalah Resya, anak kandung kalian," ucap Aiden memperkenalkan Resya.

__ADS_1


Kedua orang itu melihat Resya dengan detail. Tampak mata sang ibu mulai berkaca-kaca. Namun tanpa disangka, kedua orang tua itu berlutut di hadapannya sambil menangis.


"Maafkan kami nak. Kami dulu menjualmu pada Harsya demi uang," ucap sang ayah.


"Iya, maafkan kami sayang. Kami sudah melakukan kesalahan yang sangat besar padamu hingga kau harus menderita seperti ini," imbuh sang ibu.


"Ayah, Ibu. Bangunlah jangan lakukan ini? Seburuk apapun kalian di masa lalu, kalian tetap lah orang tuaku." Resya membimbing kedua orang tuanya berdiri.


***


Semua sudah duduk di sofa ruang keluarga.


"Ya, kami punya warisan. Tapi Harsya merebutnya dengan cara licik. Dia mengajak kami bertaruh dengan iming-iming semua hartanya. Awalnya kami menang, namun pada akhirnya kami kalah dan kehilangan semua harta kami. Padahal warisan itu akan kami gunakan untuk membayar hutang. Lalu dia mengajukan penawaran. Kami bisa mendapatkan sebagian uang kami jika kami memberikan Resya. Akhirnya kami mengalah dan memberikannya. Setelah itu, dia menyuruh kami pergi ke luar negeri dan tidak boleh kembali dengan jaminan surat perjanjian," terang ayah Resya.


"Apa kalian juga tau mengenai Haira?" tanya Aiden.


"Mereka merampas Haira dan menyabotase kecelakaan ayah dan ibu Haira saat mereka tinggal di desa," ucap ibu Resya.

__ADS_1


"Kenapa mereka jahat sekali." Resya terlihat sangat geram.


"Sudah lah nak. Yang terpenting kita sudah berkumpul kembali," ucap ibu Resya sambil memeluk putrinya.


"Kami juga mau mengucapkan terima kasih pada Aiden karena dia berhasil membawa kami kesini lagi," ucap ayah Resya.


"Putri kalian, adalah saudari istriku. Tentu aku akan menolongnya," sahut Aiden.


"Sejak dulu Haira memang membawa keberuntungan. Sejak dia lahir, orang tuanya terus mendapat rezeki hingga hampir semua tanah yang ada di desa tempat mereka tinggal adalah milik mereka," puji ayah Resya.


"Oh ya, bisa kalian katakan bagaimana orang tuaku dulu semasa hidup?" tanya Haira dengan raut wajah sendu.


"Ibumu adalah kembang desa yang sangat cantik namun dia agak cerewet dan suka sekali dangdutan. Ayahmu adalah orang terpintar di desa itu. Bahkan dia sering menciptakan kreativitas dengan alat pertanian yang bisa memudahkan pekerjaan para petani. Dia pekerja keras dan disenangi banyak orang. Dia ramah, suka menolong dan sangat menyayangi ibumu. Bahkan dia sering membantu kami saat kami sedang kesusahan.


Namun, saat orang tua kami meninggal, ayahmu mendapatkan warisan yang lebih banyak karena berkat campur tangan ayahmu, usaha kakek semakin berkembang. Bisa dibilang itu bukan warisan, melainkan harta ayahmu sendiri. Namun Harsya malah membunuh mereka tanpa meninggalkan bekas karena rasa iri dan serakahnya." Ayah Resya mengakhiri ceritanya dengan tangisan.


Haira juga menangis. Betapa sempurna nya kedua orang tuanya. Namun sayang, dia tidak bisa berlama-lama merasakan kasih sayang mereka.

__ADS_1


Aiden pun memberikan sebuah rumah kepada orang tua Resya untuk mereka tinggali bersama Resya. Tempatnya tidak jauh, yaitu disamping rumah Aiden.


Jelas sekali bagaimana Aiden membuat penghuni rumah menjual rumah mereka padanya. Cukup dengan mengatakan bahwa dia mau menjadi bintang iklan produk di perusahaan mereka, maka tugas pun selesai. Rumah terbeli, dia jadi bintang iklan yang dijamin laris dipasaran karena wajah tampannya.


__ADS_2