Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Bonus Chapter - Pesan


__ADS_3

Aiden baru saja sampai di kantornya. Seperti biasa, mejanya penuh dengan tumpukan berkas yang harus ia selesaikan.


Tiba-tiba ada pesan masuk di ponselnya. Ia menduga pasti itu dari Haira. Dengan wajah sumringah, Aiden membuka pesan tersebut. Namun seketika senyumnya hilang karena yang mengirim pesan bukannya Haira, melainkan operator yang menawarkan promo-promo paket kuota maupun telepon gratis.


Aiden menghela nafas panjang. Ia kembali meletakkan ponselnya. Tak lupa sebelum itu ia membuka nomor operator tadi agar tak bisa mengganggunya lagi.


Tring.


Terdengar bunyi pesan lagi. Aiden langsung membuka ponselnya. Ia yakin bahwa itu adalah Haira. Namun, lagi-lagi iya tertipu. Yang mengiriminya kali ini memang nomor ponsel biasa, namun isinya adalah penawaran pinjaman dengan proses mudah, cepat dan bunga sedikit pertahunnya.


"Ahh, mengganggu saja!" Aiden kembali meletakkan ponselnya. Ia kembali melanjutkan pekerjaannya.


Tring.


Sebuah pesan kembali masuk. Ragu-ragu Aiden menatap ponselnya hingga akhirnya ia membukanya. Ternyata isinya adalah sebuah promosi nada sambung pribadi. Karena kesal, Aiden melempar ponselnya ke atas sofa yang berada tak jauh dari tempat duduknya.


Tak lama kemudian, nada pesan masuk kembali terdengar.


"Hahaha, apa kau pikir aku akan tertipu lagi? Bermimpilah ponsel laknat!" Aiden menatap tajam ke arah ponselnya.


Selang beberapa menit lagi ponselnya kembali membunyikan nada pesan masuk.


"Aku tidak peduli!" Kembali menatap tajam ke arah ponselnya.


*****

__ADS_1


Siang harinya, Aiden bersiap berangkat menuju lokasi meeting dengan Naumi yang bertempat di sebuah restaurant yang sudah direservasi oleh Naumi. Sampai saat ini ia tidak mengecek ponselnya karena masih kesal. Ia langsung saja mengantongi ponselnya tanpa melihat isi pesan-pesan yang masuk sejak pagi tadi.


Baru saja ia ingin melangkahkan kakinya, seseorang masuk dan mengagetkannya.


"Ha,,,Haira!"


"Hai sayang." Haira menghampiri Aiden lalu memeluknya.


"Sayang, kenapa kau kesini? Maksudku kenapa tidak mengabari dulu?"


"Aku sudah mengirimimu banyak pesan sejak tadi pagi namun kau tidak membalasnya. Ya sudah, aku kesini saja."


"Hah?" Aiden langsung mengambil ponselnya lalu melihat banyak pesan yang semuanya dari Haira. Tidak ada satupun nomor operator, pinjaman kredit, atau nada sambung pribadi.


"Maaf sayang, aku tidak membuka pesan darimu. Tapi aku harus pergi meeting sekarang."


"Tetapi kau tidak bisa mendengar semua pembicaraan kami selama meeting. Itu rahasia perusahaannya," bisik Aiden.


"Tidak apa-apa. Aku akan duduk jauh dari kalian." Tersenyum menggemaskan.


"Astaga kenapa istriku manis sekali." Aiden mencubit kedua pipi Haira.


"Bolehkan?"


"Boleh, sayang. Bagaimana dengan si kembar?" tanya Aiden.

__ADS_1


"Mereka baru saja tidur siang. Dijaga Susi dan Icha."


"Oh ya sudah. Ayo berangkat." Aiden menggandeng mesra pinggang Haira.


Sepanjang berjalan, semua bawahan Aiden menunduk penuh hormat. Aiden hanya tersenyum sedikit sedangkan Haira tersenyum penuh keramahan.


"Kau ini ramah sekali. Apa kau tau, semua rekan kerjaku mengatakan kau adalah istri pengusaha yang paling ramah." Aiden berbisik.


"Siapa dulu. Istri Aiden Alexander." Haira tersenyum bangga.


Kini mereka memasuki lift untuk mencapai lantai dasar.


"Aku sangat mencintaimu." Sebuah kecupan mendarat di kening Haira.


"Aku lebih mencintaimu." Haira balas mencium bibir Aiden karena ia tidak dapat menjangkau kening Aiden saat berdiri seperti ini.


"Astaga, jangan memancingku!" Aiden mengusap kepala Haira dengan gemas.


"Hehehe, maaf."


"Dasar kau ini. Aku akan menagihnya sepulang kerja nanti." Aiden mencubit hidung Haira dengan gemas. Hairanya yang dulunya galak dan tidak peka sekarang malah berbalik menjadi manja dan pengertian.


Namun Aiden tidak dapat memungkiri jika hati kecilnya merindukan sikap Haira yang cerewet dan blak blakan seperti dulu. Ia hanya tidak tahu jika Haira melakukan semua itu demi melindunginya dari godaan syaiton yang terkutuk, yaitu Naumi.


*****

__ADS_1


Rekomendasi novel untuk kalian 😊



__ADS_2