Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Episode Spesial - Nyanyian


__ADS_3

Keesokan harinya, kondisi Kania sudah lebih baik. Ia dan Haira lebih banyak menghabiskan waktu di ruang keluarga sambil menonton televisi. Haira yang menyukai kartun, memilihkan serial yang menceritakan tentang hewan-hewan laut dengan banyak karakter dan kepribadian yang aneh-aneh. Sepanjang menonton, Haira dan Kania hanya tertawa geli. Mereka menikmati keindahan dan momen yang selama ini tak pernah mereka rasakan.


Serial kartun sudah selesai, Haira langsung mematikan televisi tersebut.


"Kania, apa yang ingin kau lakukan hari ini?" tanya Haira.


"Kalau kemarin kita melukis, bagaimana kalau hari ini kita bernyanyi bersama," ujar Kania.


Mendengar kata bernyanyi, mata Haira seketika berbinar-binar. Sudah lama ia tidak bernyanyi. Dan sekarang Kania memintanya bernyanyi.


"Boleh sekali, tapi,,,,,suaraku sangat jelek. Selama ini hanya Aiden dan anak-anak yang ku biarkan mendengarkan suara nyanyian ku. Mereka sudah tahan mental," ucap Haira dengan senyum malu-malu.


"Hmmm, aku mengerti. Tapi, masa hanya mereka yang dengar, masa aku tidak boleh?"


"Bukan tidak boleh, aku hanya takut kau terkejut dan sakit mu semakin parah ketika mendengar suaraku."


"Itu jika kau bernyanyi dengan suara keras, sekarang, ayo bernyanyi dengan suara yang pelan."


"Ya sudah, tapi aku suka lagu dangdut."


"Tidak masalah, bernyanyi lah." Kania mengangguk.


Haira pun mulai bernyanyi.


Putus lagi cintaku


Putus lagi jalinan kasih


Sayangku dengannya

__ADS_1


Cuma karena rupiah


Lalu engkau berpaling muka


Tak mau menatap lagi


Kecewa, kecewa hatiku


Terluka karena cinta


Kalau terbakar api


Kalau tertusuk duri mungkin


Masih dapat ku tahan


Tapi ini sakit, lebih sakit


Jangankan diriku


Semut pun 'kan marah


Bila terlalu sakit begini


Daripada sakit hati


Lebih baik sakit gigi ini


Biar tak mengapa

__ADS_1


Rela, rela, rela, aku relakan


Rela, rela, rela, aku rela,,,,,,,


Haira terus bernyanyi dengan diiringi musik karaoke dari satu aplikasi berwarna merah lengkap dengan liriknya.


Kania yang mendengar suara Haira ingin sekali tertawa, tetapi, itu hanya akan membuat Haira berhenti bernyanyi karena malu jika ia tertawakan.


Selesai bernyanyi, Haira menatap Kania yang sepertinya baik-baik saja. Tadinya ia takut kalau Kania kenapa-kenapa. Namun nyatanya tidak, Kania baik-baik saja.


"Bagaimana? Jelek kan?" tanya Haira.


"Bagus sekali, aku senang mendengar suaramu. Aku suka, ayo, bernyanyilah lagi." Kania tampak bersemangat.


"Kania, kalau aku boleh jujur, kaulah orang pertama yang memintaku bernyanyi lagi setelah mendengar suara ku. Mau dinyanyikan lagu apa?"


"Terserah kau saja, apapun yang kau nyanyikan pasti bagus."


Haira menyeka sudut matanya yang basah. "Terima kasih, pujian mu hari ini, akan aku ingat sampai kapanpun."


"Haira, kau ini lucu sekali, sangat menggemaskan." Kania tersenyum melihat kelucuan Haira.


Haira pun mencari lagu-lagu favorit untuk ia nyanyikan.


Sementara itu, Aiden yang sedang bekerja di kamarnya, merasa sedikit terusik dengan suara Haira yang jelas terdengar karena jarak kamar dan ruang keluarga sangat dekat. Terlebih lagi kamar itu tidak kedap suara, membuat apapun yang berbunyi akan terdengar jelas.


Namun ia tidak bisa melarang Haira, karena bagaimanapun, hari-hari yang dilalui Haira dan Kania adalah saat-saat yang sangat berharga. Karena mereka tidak akan bisa mengulang semuanya ketika Kania pergi untuk selamanya.


*****

__ADS_1


Nb : Akhir bulan, novel ini tamat 😊


__ADS_2