Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Bonus Chapter - Syaiton


__ADS_3

Pagi itu seperti biasa, Haira dan Aiden dan Haira sedang sarapan bersama. Namun sepanjang sarapan, Haira terus memperhatikan Aiden dengan tatapan menggoda. Bahkan sesekali ia memainkan mata saat Aiden balas menatapnya.


"Sayang, apa ada yang salah dengan wajahku?" Aiden memegangi wajahnya. Tepatnya di aera mata dan mulut.


"Tidak ada yang salah dengan wajah tampanmu, suamiku sayang." Haira menatap Aiden sambil terus tersenyum.


"Hah?" Aiden mengernyitkan dahinya.


"Iya suamiku sayang. Kau sangaaaaat tampan." Haira mencolek dagu Aiden dengan genit.


"Sayang, apa kau perlu ke dokter?" Aiden terlihat semakin khawatir.


"Untuk apa? Aku sehat, tidak sakit."


"Oh iya kau benar."


"Sayang, apa agenda kegiatanmu hari ini?" tanya Haira.


"Setelah meeting dengan Dean, aku akan meeting dengan Nona Naumi."


"Apa?" Haira terkejut mendengarnya. Bahkan ia sampai menggebrak meja makan dan membuat Aiden terkejut.


"Sayang, kenapa kau kaget sekali?" Aiden merasa heran.


"Oh tidak sayang. Aku tidak sengaja." Berubah menjadi manis seperti sebelumnya.


"Apa kau punya masalah dengannya?"


"Tidak." Haira menggeleng dan tersenyum.

__ADS_1


"Ya sebaiknya begitu, karena berkat kerjasama kami, perusahaan Alexander semakin maju." Aiden tersenyum bangga.


"Oh, begitu. Iya, kami punya hubungan yang baik kok."


"Iya juga ya. Saat di pesta penamaan Mike, aku melihat kalian berbincang cukup lama. Sepertinya sangat seru.


"Iya, habiskan makanmu, sayang."


Haira kembali menyendokkan nasi ke mulutnya. Sungguh, ia sangat tidak ingin membahas gadis centil itu dengan Aiden.


Karena yang terjadi pada pesta waktu itu adalah,,,,,


Flashback On


Saat Aiden sedang berbicara dengan rekan kerjanya, Haira memilih pergi dan duduk sendiri sambil menikmati kue.


"Hai," sahut Haira.


"Boleh aku duduk?" tanya wanita itu.


"Boleh, silakan." Haira mempersiapkan wanita itu untuk duduk di dekatnya.


"Perkenalkan, aku Naumi. Rekan kerja suamimu." Naumi mengulurkan tangannya.


"Oh, hai Naumi, salam kenal." Haira membalas jabat tangan Naumi.


"Dimana anak-anakmu?" tanya Naumi.


"Mereka sedang tidur."

__ADS_1


"Bagaimana rasanya punya suami tampan dan sukses?"


"Apa?" Haira mengernyitkan dahinya.


"Ya, punya suami yang sangat tampan, kaya, apalagi malam ini dia memperlihatkan bakat tersembunyi miliknya. Astaga, dia mampu menutupi suara jelekmu dengan suara indahnya." Naumi memperhatikan Aiden dari kejauhan dengan tatapan kagum.


"Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan, gadis muda?"


"Tentu saja aku sadar. Jujur, aku menyukai suamimu. Kalau kau merasa bosan, berikanlah padaku." Naumi tersenyum licik.


"Apa kau gila? Yang benar saja. Aku ini cinta pertama suamiku. Dia menyukaiku sejak kecil, kau tau?" Haira menatap tajam ke arah Naumi.


"Cinta pertama ya? Aku yakin kau sudah tak seindah dulu. Lihat saja, aku akan merebut suamimu. Dengan kerjasama yang terjalin sejauh ini, aku yakin suamimu tidak akan segampang itu memutuskan kerjasama kami. Apalagi berkat kerjasama kami, perusahannya menjadi semakin maju." Naumi tersenyum penuh kemenangan.


Bukannya sedih atau marah, Haira malah tertawa dan itu membuat Naumi kesal.


"Apa yang lucu?"


"Tidak ada. Aku hanya heran melihatmu. Kau cantik, seksi, punya segalanya, tapi seleramu suami orang. Ayah dua anak? Yang benar saja." Haira tersenyum penuh ejekan.


"Awasi saja suamimu. Aku tidak yakin dia bisa setia padamu. Apalagi kau sudah memiliki anak dan perhatianmu pasti berkurang untuknya. Kasihan sekali Aiden ku." Naumi menatap Aidan dari kejauhan dengan penuh prihatin.


'Dasar wanita gila,' rutuk Haira dalam hati.


"Tidak perlu mengkhawatirkan suamiku. Aku tau apa yang membuat suamiku tetap setia kepadaku. Lihat saja nanti. Aku hanya khawatir usahamu hanya akan membuatmu malu." Haira tersenyum lalu pergi menghampiri Aiden. Ia terus berada di dekat Aiden. Mengawasinya agar Naumi tidak punya kesempatan mendekat.


'Dasar wanita tidak tahu malu. Lihat saja, aku akan membuat suami ku semakin tergila-gila kepadaku. Ya meskipun aku tau orang sedingin Aiden tidak akan tertarik kepadamu, tapi aku juga perlu persiapan.' Batin Haira.


Flashback Off

__ADS_1


__ADS_2