Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Pernikahan Yang Sesungguhnya


__ADS_3

Seminggu kemudian, Resya dan Dean akhirnya menikah. Dengan menggelar resepsi yang sangat mewah di gedung Alexan yang tentu saja tidak perlu membayar.


Resya dan Dean tampak sangat serasi dengan balutan pakaian pengantin hasil rancangan terbaik oleh Alena Wijaya.


Semua tampak sangat bahagia di pesta tersebut. Si kembar tampak di gendong oleh Grandma dan Sarah. Sedangkan Haira dan Aiden sedang mengobrol dengan para kolega mereka. Tentunya diiringi dengan penampilan penyanyi dangdut yang sedang populer saat itu.


Hingga saat pesta pernikahan selesai, Resya dan Dean pulang ke rumah mereka.


Sesampainya disana, mereka langsung masuk ke dalam rumah itu.


"Ayo aku gendong," tawar Dean.


"Apa kau kuat?" tanya Resya.


Tanpa basa basi Dean langsung menggendong Resya menapaki anak tangga. Wajah Resya memerah karena merasa sangat malu.


Mereka tiba di dalam kamar yang sudah dihiasi kelopak-kelopak bunga yang bertaburan di atas ranjang.

__ADS_1


Dean menutup pintu dan lalu memeluk Resya dari belakang. Seketika jantung Resya serasa ingin berhenti. Tangan kekar Dean mendekap erat tubuhnya.


"Apa kau gugup?" bisik Dean.


"Entahlah. Aku...."


Belum selesai Resya berbicara, Dean sudah memberi ciuman pada lehernya. Itu membuat Resya sedikit geli.


"Jika dulu kita melakukan nya dengan tidak sadar, maka hari ini kita akan melakukannya dengan penuh cinta." Dean membalik tubuh Resya dan mulai mendekatkan bibirnya.


"Aku juga mencintaimu," balas Resya.


Dean mulai mencium bibir Resya dengan sangat lembut. Menarik kepala Resya agar lebih dekat dengannya dan menenggelamkan keduanya dalam ciuman hangat.


Dean membimbing tubuh Resya ke atas ranjang dan membaringkannya secara perlahan dan melanjutkan ciuman tadi. Tangan Dean mulai menyusup di balik pakaian Resya. Membuat benda kenyal yang ada dibalik pakaian istrinya semakin mengeras karena sentuhan tangan Dean yang begitu lembut.


Dean mulai membuka pakaiannya dan terlihat lah otot-otot yang menonjol itu. Resya menatapnya dengan penuh kekaguman. Dean langsung melanjutkan aksinya, menanggalkan semua pakaian Resya tanpa sehelai benang pun.

__ADS_1


Resya mulai mendesah saat Dean mulai memainkan aera bagian atasnya.


Hingga saat sentuhan terkahir, Dean mulai mengarahkan senjata miliknya ke sasaran dan mulai mengayunkan tubuhnya ke atas dan ke bawah. Resya sangat menikmati hal itu karena permainan Dean sangat lembut. Tidak seperti Ziko yang dulu sering melakukannya dengan kasar dan rakus. Jelas sekali karena Ziko adalah seorang hiper.


Dan dengan lenguhan panjang, Dean mengakhiri pertempuan malam itu.


Keduanya merasa sangat puas dengan permainan penuh gairah tadi.


*****


Aiden dan Haira tampak berkeringat karena mereka sedang bercinta. Desahan demi desahan terdengar bersahut-sahutan di dalam ruangan itu. Tampaknya mereka juga tak mau kalah dengan sang pengantin baru.


Selesai melakukan pertempuran, mereka tampak mandi bersama di dalam satu bathup. Aiden memijat tubuh dan kepala Haira.


Selesai mandi mereka pun kembali untuk tidur. Namun itu tidak lama karena William terbangun untuk menyusu. Aiden dengan setia menemaninya hingga selesai. Dia ingin menjadi suami yang siap siaga untuk anak-anak dan istrinya.


Disisi lain, Dean dan Resya kembali melakukan pertempuran. Setelah beristirahat mereka kembali ingin mengulang kejadian indah tadi. Dengan penuh gairah, desahan, keringat mereka melakukannya lebih lama dari yang tadi. Sepertinya malam ini mereka benar-benar menikmati pernikahan yang sesungguhnya antara dua insan yang sedang dimabuk cinta.

__ADS_1


__ADS_2