Pengantin Yang Ditukar

Pengantin Yang Ditukar
Berita Gempar


__ADS_3

Pagi ini jagat raya tengah ramai karena Alexander telah menampakkan wujud aslinya. Sejak kedatangan nya di kantor Alexander, Aiden seolah menjadi sorotan publik. Bahkan seisi kantor banyak yang pingsan setelah melihat wajah Alexander. Salah satunya adalah Salsa yang sering sekali mengejek Aiden dan bahkan pernah mengatai Aiden gila.


"Rob, apa benar di-dia tuan Alexander?" tanya Salsa kepada Roby yang berdiri di sampingnya.


Roby juga diam mematung. Seketika terlintas dibenaknya kesalahan apa yang dia lakukan pada Aiden. "Sa, apa setelah ini kita akan dipecat?"


Brakkk. Salsa dan beberapa karyawan seruangan Aiden jatuh pingsan.


"Tuan, kenapa kita tidak lakukan konferensi pers dulu sebelum menunjukkan wajah asli tuan?" tanya Dean yang masih berdiri disamping Aiden. Mereka tengah menaiki lift menuju ruangan Aiden.


"Aku hanya ingin memberi pelajaran kepada mereka yang sering meledek dan merendahkan aku. Bahkan si botak juga pernah memarahiku saat aku salah membawa laporan."


"Tuan dia..."


"Ya aku tau, dia tidak botak kan?" tanya Aiden.


"Bukan tuan, dia sudah kembali botak setelah melihat ada uban di kepalanya. Saya mau mengatakan bahwa dia itu memarahi tuan karena karyawannya melakukan kesalahan. Jika karyawan tidak dimarahi saat melakukan kesalahan, maka semua karyawan akan sering melakukan kesalahan," jelas Dean.


"Oh...Sudah kembali botak? Baguslah. Ya sudah aku mengerti."

__ADS_1


Pintu lift terbuka dan mereka pun keluar. Berjalan mengarah pintu ruangan paling agung di kantor itu.


"Tuan, lihat. Foto anda sudah tersebar di internet." Dean menunjukkan sebuah postingan di salah satu social media di ponsel miliknya. Terlihat dalam postingan itu ada foto Aiden mulai dari di mobil



Hingga saat sedang berjalan menuju kantor.



Dengan caption yang berbunyi 'Jika ini adalah hari terakhir aku hidup, aku bersyukur bisa melihat makhluk setampan beliau. Tuan Alexander yang ku kagumi'


Aiden tersenyum melihat postingan tersebut. Namun senyumnya berubah saat Haira mengomentari postingan itu.


'Maaf mbak, saya hanya ingin agar dunia tau bahwa beliau adalah tuan Alexander. Ampun mbak' (dengan emoticon menangis).


'Nona Haira kan? Sudah cantik, baik, jodohnya sultan pula. Mbak saya ngefans'


"Hahaha benarkah? Terima kasih ya'

__ADS_1


"Kenapa dia nimbrung sembarangan. Astaga, bahkan pada penggemarku pun dia sangat kejam." Aiden menggelengkan kepalanya.


'Baru sadar kah tuan? Selama ini anda kemana? Saat nona meneriaki saya pencuri celana dalam, tukang hutang, pelakor, kemana tuan selama ini?' Teriak Dean dalam hatinya.


"Tuan, sebaiknya kita segera pergi karena konferensi pers akan segera dimulai. Mungkin semua kru stasiun televisi sudah menunggu," ujar Dean mengingatkan.


"Mereka yang butuh aku, bukan aku yang butuh mereka!" Aiden merapikan dasinya.


"Benar tuan, tapi nona Haira mungkin sudah datang kesana," ucap Dean.


"Oh kau benar. Dia pasti sudah menunggu. Kalau saja kita tidak kesini pasti sekarang aku sudah bersamanya kesana."


'Terserah anda tuan. Saya memang tempatnya salah' Batin Dean.


Mereka pun segera pergi ke luar. Sepanjang berjalan semua karyawan menunduk dan tidak ada yang berani menatap.


Saat sudah sampai luar, Aiden membuka jas nay dan membawanya disatu tangannya yang berada di bahu sebelah kanan.


__ADS_1


Para pengawal sudah membukakan pintu mobil. Aiden pun masuk dan duduk di bangku belakang sedangkan Dean menyusul di bangku depan.


Dengan iring-iringan mobil pengawal, mereka pun menuju gedung Alexan untuk menghadiri konferensi pers.


__ADS_2